Gaya si #BloggerJomblo Menjadi Content Creator Ekspresif dengan Vivo S1

43
Hadiah ulangtahun buat Fin di bulan Septermber, bisa Vivo S1 saja, nggak?

Jomblo, jangan banyak gaya! Ingat, kamu masih miskin!”

Fin sedikit ingin bercerita, nih, soal quotes itu (meski lebih gampang dianggap sebagai kalimat bullying, ya) yang Fin dengar dari teman satu kelas Fin di SMA, Fin samarkan yaitu sebut saja namanya Dya (ini nama asli, oi!). Sekitar beberapa minggu sebelum pelaksanaan ujian praktik untuk kelulusan di tahun terakhir di SMA. Padahal, waktu itu kami hanya berbincang sembari lalu saat baru saja dari kantin, makan soto yang harganya lima ribu, tapi porsinya bikin kenyang seharian. Entah kenapa selalu ingat kalimat itu, hingga sekarang akhirnya berhasil selalu menyemangati sekaligus mengingatkan Fin ketika Fin mulai membanggakan diri sendiri kepada diri sendiri.

Bukan apa-apa, tapi sebagai seorang content creator pemula seperti Fin yang baru mengenal soal SEO, DA/PA, Keyword Blog, Influencer, Buzzer, dan beberapa kosakata yang bahkan tidak pernah Fin dengar sebelumnya dan hingga sekarang masih berusaha memahami beragam etikanya.  Untuk membanggakan diri sendiri haruslah sudah punya style yang setiap orang melihatnya atau membaca tulisannya atau melihat videonya akan mengalami suatu perubahan, baik dari bertambahnya ilmu, berubahnya sikap negatif menjadi positif, dan lain sebagainya. Apa yang kita unggah haruslah yang bermanfaat, jika tidak untuk semua orang, setidaknya untuk diri sendiri.

Ekspresikan Diri dengan Cara yang Kreatif

Cerita soal content creator, Fin sebenarnya hanya ingin mengekspresikan apa yang ada dalam imajinasi Fin (jujur, Fin suka banget mengkhayal. Jika dikalkulasi dengan ilmu perimajinasian, mungkin Fin berada dalam dunia khayalan selama 30 jam dalam sehari, artinya lebih lama dari bunda mengandung. Eh?) sebelum imajinasi tersebut hanyalah terhenti sebagai khayalan semata. Sayang, dong, berkhayal juga butuh berpikir, karena kita menciptakan dunia kita sendiri.

Paragraf di atas adalah sisi positif dari alasan Fin menjadi content creator, bagian sedihnya adalah Fin ingin melarikan diri dari dunia nyata. Jika di dunia imajinasi, Fin jauh lebih bahagia, maka Fin ingin turut membagikannya.

Nah, gimana caranya? Dengan mulai mengunggah karya-karya tulis ke media, hingga (Alhamdulillah, pada tahun 2017, sudah ada buku solo yang terbit) hasil gambaran, juga jepretan fotografi saat Fin memegang kamera milik sekolah atau milik ekstrakurikuler jurnalistik (Slengek’an seperti Fin ini juga pernah jadi aktivis sekolah, loh). Hingga akhirnya Fin kembali menjelajahi dunia blogging, dan terciptalah si Finaira Kara | Blogger Jomblo ini. Sebuah ekspresi diri yang ngenes sebagai jomblo, tetapi tetap bahagia dalam berkarya dan justru mulai membanggakan kejombloannya sebagai branding diri.

Berkarya Butuh Perangkat Apa?

Dalam usaha Fin untuk berekspresi, tentunya Fin membutuhkan perangkat yang compatible dalam mengembangkan diri. Jika kalian baca tulisan Fin soal betapa ngenesnya Zaman Cilik Fin (insyaAllah akan Fin ceritakan, meski kalian tidak menginginkan dan malah pengin hitung neraca pembayaran yang sedari minggu lalu nggak kunjung balance bikin geregetan), maka paham betapa urgent-nya sebuah perangkat untuk berkarya.

Namun, di zaman ini yang sudah berkembang pesat dari segala sisi, salah satunya yaitu teknologi, terutama perkembangan dari ponsel pintar yang bisa dibilang hampir setiap bulan ada saja perusahaan yang meluncurkan produk terbarunya dengan spesifikasi kian mumpuni, sampai bikin Fin gigit jari mau beli tapi dompet belum terisi.

Bicara soal ponsel, kebutuhan seseorang akan adanya benda persegi multifungsi di era saat ini bukanlah sekadar untuk alat komunikasi antar manusia dengan signal, melalui jaringan telefon, pesan singkat, atau pesan-pesan lain. Namun, di masa sekarang, kebutuhan ponsel telah berkembang. Di mana hal tersebut sebagai dampak dari cara orang yang ingin meningkatkan jangkauan komunikasinya dan pesan yang disampaikannya. How?

Seperti Fin dan para content creator, tentu saja mereka menyajikan content karena kami ingin berkomunikasi. Dengan siapa? Pertama, dengan dirinya sendiri, lalu dengan dunia. Nah, untuk mengubah cara berkomunikasi menjadi lebih luas jangkauannya dan juga penyampaian pesannya. Tentu saja diperlukan perangkat ciamik dengan spesifikasi mumpuni yang dapat menampung dan membantu dalam unlock your style.

Daripada Gigit Jari Mending Kenalan sama Si Doi Baru ini

Yep! Si tagline dari salah satu brand smartphone asal Tiongkok yang baru saja merilis Line S-series perdananya, yakni Vivo S1 pada pertengahan bulan Juli lalu. Ngobrol sedikit soal Vivo yang sudah lebih selama 9 tahun terakhir selalu berevolusi dan mengejar kesempurnaan sejati. Jumlah penggunanya sendiri, saat ini sudah mencapai 200 juta pengguna, mengutip dari laman resmi Vivo Indonesia. Dengan misi menjadikan pelanggan menjalani hidup secara luar biasa melalui pengenalan teknologi inovatif serta menjadi pelopor tren, Vivo saat ini merupakan salah satu merk dagang yang menjadi pilihan bagi pengguna smartphone—terkhusus kalangan anak muda.

Melalui laman resminya pula, Vivo mengutarakan bahwa Vivo telah meresmikan Teknologi Pemindaian Sidik Jari, atau biometrik fingerprint sensor, dalam layar di Separuh Layar yang pertama di dunia pada Vivo APEX™, bersamaan dengan Teknologi Screen Sound-Casting dan peningkatan kamera depan. Nggak cuma itu, ternyata si Vivo ini juga merupakan merek pertama di dunia yang meletakkan chip audio berkualitas Hi-Fi khusus dalam sebuah smartphone (Vivo X1, tahun 2012), juga sebagai brand pertama yang meluncurkan smartphone dengan front camera beresolusi 24 MP (Vivo V7+ | V7, tahun 2017).

Tentang Vivo

Kian Ekspresif dengan Vivo S1

Setelah meninjau rangkaian evolusi, juga sudah berkunjung ke negara-negara yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan juga pabrik manufakturnya Vivo, seperti Fin bilang di awal bahwa Vivo baru saja meluncurkan produk terbarunya yang didapuk sebagai ponsel kelas menengah yang atraktif dan cocok untuk para content creator. Nah, menariknya si Vivo S1 ini merupakan smartphone generasi menengah dalam hierarki beberapa series Vivo lainnya. Tepatnya di atas seri Y dan di bawah seri V. Selain itu, ada berbagai kelebihan si tipe terbaru dari Vivo satu ini yang bisa menjawab kebutuhan akan spesifikasi yang ciamik, dengan harga ramah kantong. Mau kenalan, nggak? Yuk, Fin kenalin sama doi, biar kamu nggak jomblo. (Berat, biar Fin saja. Kecuali kalau kamu kuat.)

Spesifikasi Lengkap dari Vivo S1

#Layar 6.38″ Super AMOLED Ultra All Screen

Vivo S1 memilih menggunakan layar AMOLED Ultra All Screen dengan rasio screentobody 90% dengan notch (poni) sebagai tumpuan dari kamera depan, yang terletak tepat di tengah. Rasio layarnya sendiri mencapai 19,5:9 dengan kerapatan layar sebesar 2340×1080. Inilah yang disebut Super Amoled Ultra All Screen. Selain itu, AMOLED ini lebih minim konsumsinya terhadap daya baterai ponsel. . Dengan berat 179 gram, udah berasa bawa apa, sih, di tangan. Itu juga tipis banget, loh, nggak seberat kamu kalau bawa kenangan dari mantan yang sulit terlupakan.

Dan yang nggak kalah penting adalah dimensi dari Vivo S1 ini menjadikannya nyaman digenggam meski dalam waktu yang lama, tetapi juga tidak menyakiti mata karena ukuran layarnya yang lebar yaitu 6.38-inch. Dan menurut penjelasan dalam laman resmi Vivo, terkait ukuran layar apabila diukur secara diagonal dari sudut melengkung, ukurannya adalah 6.16-inch.

Display

#Always On Display dan Fingerprint Sensor

Vivo S1 ini didukung dengan adanya fitur always on display, iya, fitur satu ini memang memudahkan sekali untuk mengecek notifikasi atau lihat jam—sedangkan ponsel ada di meja dan kedua tangan kita lagi belepotan habis makan sambal, atau lagi sibuk kerja dan berusaha mati-matian mengalihkan diri agar tidak memegang ponsel. Ada banyak tema yang bisa diterapkan sesuai dengan keingininan, berasa punya jam tangan, kan. Bisa ngirit, nggak perlu beli jam tangan lagi, cuan-nya ditabung buat modal liburan selagi jomblo.

Dan fitur kece lainnya adalah dengan adanya fitur fingerprint sensor, memang lagi booming banget selain adanya teknologi Face Unlock, yang juga dimiliki oleh si Vivo S1 ini. Fitur screen touch id dari Vivo ini juga kece karena memiliki akurasi hingga 90%, tanpa perlu mencari pad fingerprint di bagian belakang ponsel. Hanya perlu sekali sentuh, dan … voila! Dunia ada di genggaman kita.

Fitur Always On Display dan Fingerprint

#32MP Al Selfie

Nggak ketinggalan si kamera depan yang ukurannya 2 kali lipat dari kamera belakang, yakni sebesar 32 MP yang cukup besar di kelasnya dengan resolusi Ultra HD yang akan memberikan hasil swafoto yang memiliki ketajaman dan kejernihan tinggi. Kamera ini juga dilengkapi dengan beberapa mode AI, seperti AI face beauty, AI Selfie Lighting, AR Stickers, dan AI Filter. Juga fitur AI Portrait Lighting yang memberikan fitur studio editing foto. Nggak kebayang, sih, bagaimana jernihnya si kamera 32 Mp ini saat dipakai fotoin do’i yang ada di belakang kita, karena takut ketahuan kalau doi lihat kita foto mukanya langsung.

Front Camera

#AI Triple Rear Camera dan Smart Button

HP itu barang yang diharapkan bisa menjadi apa pun bagi penggunanya, bisa digunakan dengan mudah dan mencakup berbagai kebutuhan. Salah satunya kamera. Bagi beberapa orang, terutama content creator, membawa ponsel dengan kamera berkualitas akan sangat membantu ketika beraktivitas. Nggak mungkin, kan, kalau hanya sekadar ke warung depan rumah saja bawa kamera yang segede gaban?

Nah, Vivo S1 ini hadir dengan AI Triple Rear Camera yang, yaitu kamera utama merupakan keluaran Sony tipe IMX499 sebesar 16 MP, lalu kamera kedua ialah kamera ultra wide angle dengan besaran 8 MP yang dapat memperluas pandangan hingga 120 derajat, juga dapat mengambil foto hingga 108 derajat setelah perhitungan distorisnya. Disusul keberadaan kamera ketiga yakni depth sensor yang memberikan efek bokeh pada hasil foto yang diabadikan, meski tidak menghasilkan bokeh yang solid. Dari ketiga kamera tersebut, sudah dikendalikan oleh AI (Artificial Intelligence). AI Potrait Framing membantu mendapatkan komposisi terbaik untuk rasio sempurna.

Kalau ngomongin soal kemudahan akses melalui smartphone, tentunya dalam pengoperasiannya juga harus mudah, kan, ya? Si Vivo S1 punya yang namanya smart button, iya, si tombol pintar bahasa Indonesia-nya. Sekali klik, kalian bakalan diarahkan untuk ketemuan sama mbak-mbak Google Assistant yang suka kasih gombalan. Dua kali klik, untuk mengaktifkan fitur Jovi Image Recognizer, fitur apa itu Fin?

Si Jovi Image Recognizer ini sudah memiliki akses ke berbagai platform e-commerce, yang suka belanja yang suka belanja (eh, Fin juga suka), untuk memudahkan kita menemukan produk yang kita mau. Dimanjain banget sama Vivo, andaikan dia laki-laki sholeh, pasti sudah Fin bawa ke KUA. (Buat dijodohin sama temen Fin yang ngebet nikah, tapi belum nemu jodoh yang pas. Sementara Fin menjomblo dulu).

Main camera dan smart button

#Battery, Storage, Ultra Game Mode

Vivo tipe keluaran terbaru ini memiliki daya yang besar, yakni 4500 mAh dan lagi dilengkapi dengan teknologi Dual-Engine Fast Charging berkapasitas 18W yang membuat ponsel bisa mengisi daya lebih cepat. Meski si S1 ini masih belum menggunakan port-charger type C yang sudah digunakan untuk perangkat kelas menengah hingga premium. Selain itu, ditambah pula dengan teknologi Reverse Charging—alias, berbagi daya—melalui dua cara yakni melalui koneksi OTG dan smart band dengan cara menempelkan dua ponsel yang memiliki fitur serupa.

Kehadirannya didukung dengan ROM 128 GB yang bisa ditambah dengan eksternal disk hingga 256 GB dan RAM 4 GB. Tidak hanya itu, Vivo S1 juga dilengkapi dengan chipset Mediatek P65 dengan prosesor octa-core desain 12nm dan kecepatan hingga 2.0GHz. Bersama Funtouch 9 yang melengkapinya untuk memacu agar ponsel bekerja maksimal tanpa boros daya, versi Android yang digunakan juga sudah Android Pie 9.0. Duh, si doi ini ROM-nya besar, ya, bisa simpan koleksi hasil foto atau desain berkapasitas besar tanpa harus ngabisin memori di laptop juga, nih.

Ada yang spesial buat para content creator yang juga doyan nge-game, Vivo S1 ini memiliki fitur khusus yaitu si Ultra Game Mode, dengan adaya Game Countdown yang akan memberitahu kalian terkait sisa waktu sebelum permainan dimulai. Juga adanya si Multi-Turbo yang dapat mengurangi frame-drop hingga 300% agar aktivitas gaming makin lancar jaya. Ati-ati ketagihan, loh, nanti jadinya kecanduan.

Fitur kece yang juga ditawarkan Vivo S1

#Makin Ekspresif dengan Pilihan Warna yang Atraktif

Eits, jangan kemana-mana dulu, masih ada hal yang harus kalian tahu tentang si doi. Vivo S1 kali ini hadir pula dengan dua pilihan warna yang akan membuat pengguna merasa menggenggam galaksi (bukan tangan doi, karena belum halal). Dengan pelapisan warna nano-ion, yakni Cosmic Green dan Skyline Blue. Perpaduan warna dan efek pantulan cahaya dikombinasikan dengan desain 2.5D. Kamu suka yang mana, nih? Kalau Fin, sih, suka yang warna Skyline Blue, karena warnanya cantik banget, gitu.

Nah, ponsel satu ini nggak hanya menawarkan kualitas yang kece di kelasnya, tetapi juga harga yang ramah kantong. Ponsel Vivo S1 ini dibanderol dengan harga Rp. 3.599.000,- per unitnya dengan kelengkapan: dual-fast charging adaptor, earpiece, kabel konektor tipe mikro-USB, SIM card ejector, dan soft case bening, juga tentu saja ponselnya.

Pilihan warna, mau beli dua juga boleh. Tapi, satunya buat Fin, ya.

VIVO CLUB

Eits, jangan sampai ketinggalan info tentang Vivo dan informasi menarik lainnya, kamu bisa update informasi dan berdiskusi dengan para anggota komunitas smartphone android Vivo yang merupakan wadah—alias forum diskusi pengguna Vivo. Seperti pada kegiatan community gathering bertajuk “Be A Pro on Smartphone Photography with Vivo V9” beberapa waktu saat launching seri V tersebut.

Nah, si Vivo Club ini wajib kamu kunjungi sebagai tempat yang pas untuk diskusi dalam forum handphone android.

Instagram: @vivoclub_indonesia

Facebook FP: Vivo Club Indonesia

Youtube Channel: Vivo Club Indonesia

Forum: vivoclub.id

 

Tabik,

#BloggerJomblo


Tulisan ini diikutsertakan dalam Vivo Club Blog Writing Competition. Segala infografis merupakan hasil editing Finaira Kara, sebagai penulis. Dan beberapa foto lainnya bersumber dari dokumen pribadi dan laman resmi VIVO.

43 COMMENTS

  1. aku sih terserah hp apa yg dilungsurin suami. ada samsung ya samsung, ada oppo ya oppo. ada asus gak sempat dilungsur, udah rusak di tangan dia. btw jomblo gak ada loh di kbbi. adanya jomlo, artinya pahit.

  2. Mau jomblo atau tidak yang penting mah dapat hadiah hape vivo s1, aamiin hihi, naksir banget sama kameranya itu yang bening kece dan ada wide angle nya pula jadi makin luas kalau pingin berfoto ceria

  3. Salfok sama gaya tulisannya, asyik dibaca, Kak :). Wah, senang ya kalau sudah dapat ponsel andalan yang mendukung aktivitas sebagai content creator. Sedih kan kan kalau mau bikin konten cakep tapi terhalang peralatan. Mungkin bisa diakalin pakai aplikasi, tapi kalau sudah integrated semua seperti Vivo S1 ini kan jadi praktis dan hemat waktu, yaa.

  4. Hai mbak, blogger Jomblo! Keren banget sih kamu produktif terus berkarya bikin content ya. Hehehe. Btw, aku dulu pernah pake vivo tapi gak lama ganti lagi karena kurang sreg sama kameranya. Tapi kayaknya series yang ini beda nih. Bolehlah dicoba kalau mau ganti gadget nanti.

    • Hallo, Mbak Annisa yang suka jalan-jalan, hihhi. Terimakasih banyak yaa Mbak, aku lagi mencoba untuk produktif hahha, selagi jomblo.
      Sekarang sudah sebesar itu yaa besaran kameranya, ganti gih, hahha.

  5. Suka sama gaya tulisannya Mba #bloggerjomblo ini, wkwk. Eh baru liat ternyata anak FLP toh, pantessss. Jadi pengen belajar ngedit foto dan nulis yang lebih oke lagi. Vivo bagus sih emang kameranya. Tapi yang model baru pasti lebih bagus lagi. Semoga dapat hadiah vivo ya, hihi

    • Hihi, makasih banyaak Mbak yang pelihara pohontomat (peace, wkwkw). Wuahh, jangan-jangan Mbak anggota FLP juga? Sungkem.

      Aamiin allahumma aamiin, ya Allah, langsung teriak aku tuh, hahha.

  6. Oh jadi ini jomblo yang udah punya suami.. hahahahaa :))
    Vivo ini kameranya bagus ya, layarnya bening dan full gitu, jadi nggak usah ribet-ribet bawa kamera dslr/mirrorless lagi kalau mau foto 🙂

  7. Hahahahah jomblo ga jomblo kalo pegangannya udah Vivo S1 mah amaaaan deh. Ak kalo bicara soal Vivo berasa flash back sama kejadian dimana HP aku kecemplung d sungai Monjali Jogja, pediiiihhhh

    • Jomblo nggak jomblo yang penting nulis terus yah Mbak hihi
      Hahha, kok sama sih Mbaak. Aku pernah juga ngalamin kejadian gitu HP kecemplung di sungai, ada notifikasi dan lupa matiin nada dering. Eh pas hening lha kok bunyi keras banget dia, loncat lah sudah.

  8. soal vivo S1 emang menggiurkan banget fotur-fiturnya makin canggih aja ya kak. Kalo ngomongin soal Vivo aku selalu teringat sama HP aku yg kecebur d sungai Monjali Jogja, pediiiih

  9. Wah keren juga ya pengalamannya sudah banyak banget bisa menjadi content creator. Dan memang sih membutuhkan perangkat yang mendukung itu semua, aku suka banget sama spesifikasinya ViVo S1, semua komplit yang dibtuhkan untuk memotret, layarnya lebar dan kualitas kameranya keren abis, jadi pengen ganti hape.

  10. OMG, ini brandingnya Blogger Jomblo? Kelak saat udah ga jomblo lagi gimana dong? hihihi …
    eh bikin content pakai Vivo S1 keknya udah cukup ya, ga perlu mirrorless lagi.

  11. Sampai sekarang saya maish penasaran, cerita dibalik kenapa nama-nama seri Android tuh pakai nama kue! Apakah supaya terdengar tasty? Wkwkwkwkw.

    Tapi bener banget sih kak. Untuk orang-orang yang berjuang lewat media sosial, alat tempur untuk menampilkan visual (kamera, hape, laptop, dll) itu penting banget supaya hasilnya kece dan memuaskan.

    Anyway, semoga menang! Hehehe 🙂

  12. Zaman skrng enak ya, henpon makin canggih2, bisa buat bikin konten baik foto maupun video, tinggal menemukan henpon yang pas yang speknya sesuai keinginan aja. Salah satu Vivo S1 ini y yang terkenal kameranya bagus.
    Baru tau soal Jovi Image Recognizer itu mbak, ternyata ada ya fitur kyk gtu yang juga memudahkan usernya hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here