Jadi Relawan, Keberuntungan Dunia Akhirat

7

Di Indonesia, terutama akhir-akhir ini yang memang dilanda bencana alam, ramai orang berbondong-bondong menjadi salah satu dari bagian tim relawan tanggap bencana. Banyak juga beberapa organisasi, bahkan yang berangkat secara individu dengan kelompoknya, yang bergerak di bidang kerelawanan ini.

Hingga kini, relawan sendiri sudah punya spesialis masing-masing, semisal relawan yang khusus bertugas di daerah terdampak/ korban bencana, relawan yang bertugas untuk berangkat ke daerah terpencil, dan relawan yang bergerak di lingkungan sekitar.

Banyaknya yayasan atau komunitas kepemudaan yang ada di Indonesia juga menjadi salah satu bukti, bahwa pemuda sekarang bisa lebih meningkatkan empati sosialnya, selain juga aktif di media sosial. Tidak hanya itu, dengan beragam program yang dibuat oleh tim dan pengurus komunitas sendiri, banyak sekali peminatnya, bahkan yang self-funded.

Untuk kegiatan sebagai relawan sendiri, ada tiga tipe terkait biaya akomodasi selama kegiatan. Ada self-funded alias seluruh biaya ditanggung oleh relawan, partial-funded atau separuh biaya/ sejumlah biaya tertera ditanggung oleh pihak relawan sementara sebagian lainnya oleh komunitas, dan fully-funded alias seluruh biaya ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Tidak menutup kemungkinan para relawan tidak berminat di kegiatan kerelawanan yang self-funded, loh. Karena sejatinya, menjadi relawan itu adalah keberuntungan dunia akhirat. Selain itu, setiap relawan adalah pahlawan.

Dari beberapa kegiatan kerelawanan, terkadang ada komunitas/ yayasan/ organisasi yang mengadakan program dengan fully-funded dan memberikan apresiasi berupa fee bagi setiap relawan yang mengabdi di lokasi pengabdian. Tentu saja, menjadi relawan bukan ajang untuk mencari penghasilan. Mencari jodoh, mungkin, bisa.

Untuk menjadi relawan, kamu tentu harus siap dengan segala risiko yang dihadapi selama masa seleksi, atau pun saat masa pengabdian.

Misalnya, seperti ketika kamu mendaftar dalam program pengabdian sebagai guru di sekolah terpencil untuk waktu beberapa bulan dengan program fully-funded.

Tentunya, kamu harus menyiapkan segala berkas pendaftaran dan mengikuti prosedur, serta berperan aktif saat seleksi. Supaya kemungkinan kamu menjadi relawan terpilih lebih besar. Kenapa, sih, ada program seleksi segala? Ya, kamu kira yang daftar cuma kamu? Lagipula, menjadi relawan adalah tugas dengan tanggung jawab dan berisiko yang besar.

Bukan ingin mengecilkan semangat kamu untuk menjadi relawan, tetapi kamu harus menyadari hal tersebut sebelum kamu banyak mengeluh dan tidak serius menjalani setiap prosedurnya dengan baik. Mereka yang membuat program, tentu saja menginginkan para relawan yang mengabdi adalah orang yang siap dengan segala risiko serta membantu sepenuh hati.

Tidak harus dengan materi, jika kamu tidak mampu. Namun, cukup bantu mereka dengan apa yang kamu bisa lakukan, sepenuh hati.

Apa enaknya jadi relawan? Padahal kegiatan itu meskipun fully-funded juga pasti butuh biaya untuk memenuhi keperluan pribadi selama masa pengabdian. Padahal kegiatan di lokasi bencana juga butuh keberanian, kalau misal ada bencana susulan, yang bahaya siapa?

Padahal kalau ke daerah terpencil ada kemungkinan tempatnya angker atau bahkan transportasi sulit, kekurangan makan, dan signal. Dan segala padahal lainnya, yang kemungkinan ada dalam kepala kamu saat membaca tulisan ini. Nggak salah, kok, kamu berpikir hingga sejauh itu. Wajar, tentu saja dengan melangkah ke daerah pengabdian, kamu pasti akan punya rasa asing, khawatir jika terjadi sesuatu, dan ketakutan lainnya yang wajar.

Namun, sementang demikian, kamu nggak perlu takut untuk melangkah dengan empati. Jadir relawan akan membuat kamu menjadi manusia yang lebih bisa menghargai keberadaan dan kemampuan manusia lain yang bahkan tidak pernah kamu ketahui bahwa mereka ada dalam satu dunia bersama kamu, tapi bukan berarti yang tidak menjadi relawan adalah manusia yang tidak memanusiakan manusia.

Hey, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mencintai negerinya, karena banyak cara untuk berbagi di dunia ini. Menjadi relawan juga akan memberikan kamu kesempatan untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda, melihat pelosok negeri yang belum pernah kamu kunjungiatau bahkan daerah yang ingin kamu kunjungipunya kesempatan untuk menjelajahi daerah-daerah yang terkadang belum pernah terjamah media, padahal memiliki daya tarik luar biasa.

Selain itu, kamu tahu, kan? Kalau Indonesia memiliki beragam budaya dengan berbagai lokasi yang luar biasa daya tariknya? Kamu bisa mengenal beragam budaya itu dengan mata kepala kamu dan bercengkrama dengan orang-orang baru. Tidak menutup kemungkinan, kamu bisa bersosialisasi sembari mempelajari bahasa yang baru kamu ketahui.

Kamu juga bisa mencicipi makanan khas di daerah tersebut sebagai makanan nusantara yang terkenal tiada tandingannya soal rasa. Percayalah, dengan menjadi relawan, kamu bisa mendapatkan banyak inspirasi untuk berbagi dan mendengarkan kisah-kisah orang Indonesia dengan beragam mimpinya.

Kamu tahu? Dengan pergi ke lingkungan baru dan berkumpul bersama orang-orang baru, akan membuat kamu memiliki pemikiran yang lebih fresh dan jernih. Kamu juga bisa lebih mengenal karakter diri kamu sendiri melalui kegiatan tersebut, di mana kamu akan dituntut untuk menguasai berbagai bidang yang bahkan sebelumnya kamu anggap konyol.

Semisal, membantu memandikan sapi milik warga, atau bahkan diminta untuk memarahi anak warga yang tidak menurut kepada orangtuanya, atau mungkin justru dijadikan sebagai bahan ancaman untuk anak-anak para warga. Seperti misalnya, “kalau kamu nggak mau makan, kamu bakal dibawa ke Jawa sama Kakak-kakak itu!”

Menjadi inspirasi, tidak ada hal yang lebih membanggakan selain, ketika keberadaan kamu dalam suatu masyarakat dianggap sebagai orang yang mampu memberikan semangat perubahan ke arah yang positif. Percayalah, bahwa banyak orang yang menginginkan untuk memiliki kehidupan yang kamu jalani.

Dan dengan hal itu, kamu akan menjadi manusia yang tahu bagaimana cara bersyukur, alam akan mengajarkanmu untuk itu. Jadi, pergilah dan temukan dunia baru yang belum pernah kamu jejaki, lalu berikan segala hal yang kamu mampu untuk mereka.

Apa yang kamu berikan untuk mereka, meskipun itu hanya sebuah mimpi yang kamu titipkan kepada mereka. Mereka akan dengan senang hati menerima mimpi itu, dan berdoa supaya mereka juga bisa memiliki dan mewujudkan mimpi sebesar yang kamu miliki.

Menjadi relawan, akan membuat kamu mengerti, bahwa dunia tidak akan berubah hanya dengan rasa simpati dan doa, tetapi juga membutuhkan aksi nyata untuk mengubahnya.

Jika ditanya, mengapa aku selalu ingin pergi ke daerah terpencil atau ke lokasi bencana, serta menghadapi segala risiko yang ada selama itu.

Aku akan bingung menjawab apa, yang jelas, aku hanya ingin menjadi manusia yang mengerti bahwa Tuhan tidak hanya ada rumahku saja. Bahwa mengabdi dalam hal agama bukan hanya soal ayat-ayat dalam doa kepada Sang Khaliq, tetapi juga membagikan cinta kepada manusianya.

Dalam Islam, aku belajar bahwa hubungan manusia itu bukan hanya dengan Tuhan-nya, tetapi juga dengan manusia lainnya.

7 COMMENTS

  1. Tipikal orang Indonesia kali ya, menjadikan pengunjung/pelancong sebagai ancaman buat anak-anak mereka. Agar bisa menjadi pribadi yang pandai bersyukur, sesekali memang kita perlu meninggalkan rutinitas kita sejenak dan melihat bagaimana hidup orang lain. Menjadi relawan mungkin tidak akan memberikan kita segopok uang, tapi ia memberikan kita pengalaman yang tak ternilai harganya.

  2. Bener nih. Bahwa agama juga mengajarkan harus berguna bagi manusia lain, tidak hanya beribadah dg rajin di rumah saja. Seru loh ikut kegiatan relawan, diri jd merasa lebih berguna bagi orang lain.

  3. Jaman masih single jadi relawan itu udah kayak kagak kenal waktu, bawaannya kalau ada bencana atau apa pengin langsung gabung sama relawan lainnya. Sekarang waktunya musti bagi-bagi euy

  4. Aku dulu suka banget jadi gabung dalam tim relawan, tapi sekarang udah nyerah dulu, karena mau capai target di kerjaanku yg penuh ambisi.. Hehe
    Btw, emang banyak sekali hal yg bisa kita pelajari, bahkan pelajaran buat kita sendiri agar lebih bersyukur..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here