Tradisi Unik Pernikahan di Jerman yang Buat Kamu Melting

2

Bangsa Jerman adalah sebuah bangsa yang selalu bekerja keras, berpikir realistis, memandang penting hal praktis, dan bangsa yang tidak suka membual. Kelebihan-kelebihan tersebut juga terefleksikan dengan gambalng dari adat istiadat pernikahan mereka.

Di Jerman bulan pilihan terbaik untuk pernikahan adalah bulanMei. Tradisi di tiap daerahnya akan berbeda-beda. Contohnya, pengantin wanita membawa garam dan roti sebagai pertanda hasil panen yang baik dan memepelai pria membawa gandum untuk kekayaan dan nasib baik.

Baca juga: Fakta Unik Tentang Wanita yang Harus Kamu Tahu

Di daerah-daerah tertentu di Jerman, sampai sekarang masih mewarisi kebiasaan ritual pernikahan kuno tertentu, misalkan di daerah Bonn yang masih menjadi trend yaitu ritual Bude Abend yang sebelum pernikahan membanting ember dan memecah piring. Ada pula, lelaki meminang sang kekasih—menggotong pohon White Oak

Dalam memilih pasangannya orang Jerman memiliki cara unik. Sebagai contoh di daerah Bonn, apabila lelaki menaruh hati pada seorang gadis, maka pada tanggal 30 April atau 1 Mei ia meletakkan sebatang pohon White Oak di depan rumah sang gadis. Jika si gadis juga tertarik dengan pemuda itu, ia akan meletakkan pohon itu di ruang tamu rumahnya.

Baca juga:Tips Menarik Tentang Body Painting

Setelah ia tahu kalau pohonnya ditaruh di ruang tamu sang gadis. Lelaki segera menghadiahi sang gadis dengan sebuah cincin permata.

Ketika kedua buah keluarga saling merasa cocok, mereka akan saling menghadiahi cincin perak sebagai tanda pertunangan. Sewaktu melangsungkan pernikahan, cincin yang diberikan oleh kedua pihak mempelai adalah cincin emas. Yang menandakan cinta kasih mereka murni bagai emas untuk selamanya.

Baca juga: Aurora, Fenomena Alam Memukau yang Berbahaya

Berbeda di Hirschberg, kota kecil di arah Barat laut kota Berlin. Para pemuda memiliki cara yang lebih unik, untuk melamar pujaan hatinya. Karena kota ini memiliki julukan sebagai Kota Catur. Maka pemuda di sana akan menulis surat kepada ayah si gadis untuk bertanding catur. Si pemuda akan datang ke rumah sang gadis pada waktu yang telah disepakati bersama. Kalau ia berhasil mengalahkan ayah sang gadis, maka dia akan mendapatkan restu dari keluarga sang gadis.

Kalau kalah? Gimana, yaa? Haha…


Pict from jurnalasia.com

Sumber: buku materi pembelajaran bahasa Jerman SMA

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here