SPOOKY SPELLING SEPTEMBER: Finaira Kara yang Lahir Merepotkan

50

“Hari ini hari yang kau tunggu, bertambah satu tahun usiamu. Bahagialah kamu.
Yang kuberi, bukan jam dan cincin. Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati.
Maaf bukannya pelit, atau nggak mau, nggak modal dikit.
Yang ingin aku beri padamu, doa setulus hati.
Semoga Tuhan, melindungi kamu, tetap tercapai semua harap dan cita-citamu. Mudah-mudahan diberi umur panjang, sehat selama-lamanya.”

-Lagu Jamrud-

Kali ini di Catatan Perjalanan Blogger Jomblo, Fin akan membahas tentang sebuah fakta yang mungkin dianggap nggak penting bagi orang-orang, termasuk dikau yang sedang membaca tulisan kali ini. Well, Fin sekarang akan membahas hal yang seringkali ditakuti oleh banyak orang, mengenai sebuah kutukan kesialan yang jatuh tepat pada tanggal ganjil yaitu 13 di hari Jumat, yang mana pada tahun 2019 ini terdengar lebih spooky karena bertepatan dengan penanggalan Jawa yaitu tanggal 13, Jumat Legi. Di mana orang Jawa percaya, untuk membuat semacam sesajen yang seringkali disebut cawisan untuk para leluhur, karena pada hari tersebut dianggap para nenek moyang kembali pulang untuk makan dan menyapa anak-cucunya.

“Wake Me Up, When September End.”
–Lagu Greenday

Bahkan di tahun ganjil belasan terakhir kali ini, 2019, hal langka terjadi tepat pada bulan September di mana ia adalah bulan ke-9 yang memuat beragam hal-hal mengerikan yang dianggap tentunya kesialan, bahkan hingga menjatuhkan korban.

Foto ini saat Ulang Tahun Fin yang ke-17 di SMA, mendapatkan kejutan saat pagi hari setelah diajakin muter-muter nggak jelas keliling SMA padahal lagi banyak kerjaan untuk event di sekolah. Hahha, sankyuu beb.

Kembali ke cerita dalam prosesi lahirnya Fin 20 tahun yang lalu (nggak ada yang mau mengucapkan selamat menetas, gitu, untuk Fin hari ini? Hahha, berharap banget, ya. Atau kasih kado, mungkin.) di mana peristiwa lahiran itu terjadi dengan serangkaian hal-hal mistis. Termasuk sebuah kekhawatiran yang menggemparkan dalam ramalan berakhirnya alam dunia ini, pada 9-9-1999 di mana pada saat itu Ibu Fin mulai merasakan kontraksi. Sebelum lanjut soal itu, Fin yang merupakan anak kelahiran ketiga dari Ibu, yang merupakan angka yang perlu diperhatikan menurut kepercayaan orang Jawa.

Dalam prosesi kelahiran Fin pun, sekeluarga dibuat khawatir, karena hampir selama 3 hari 3 malam, Ibu Fin hanya merasakan kontraksi yang menyakitkan, tanpa bisa melahirkan dengan lancar. Keluarga Fin sendiri termasuk adalah keluarga yang masih menerapkan kepercayaan dari adat istiadat orang Jawa pada masa itu, masih yakin bahwa jika melakukan sesuatu hal yang buruk pasti akan memantulkan karmanya pada keluarga. Seperti misalnya, ketika sang istri hamil, sang suami dilarang memotong jari-jemari hewan tanpa ‘numpang izin atau disawan dengan mengucapkan semacam amit-amit atau sang anak akan memiliki jemari yang tidak normal seperti anak lainnya. Dan beberapa kepercayaan lain, yang sebenarnya jika dilihat dari sisi positifnya, maka hal ini bermaksud, “bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti punya sebab-akibat dan harus mengedepankan sopan santun.”

Masih di Ulang Tahun Fin yang terakhir di SMA, kali ini maafkan Fin yang menutupi wajah-wajah kalian, ya, Teman. Karena aku ingin masa itu hanya kunikmati sendiri, asyiikk, hahha. Ada banyak foto lagi sebenarnya, tapi ngeditnya lama. Jadi ini saja.

Dalam rangkaian prosesi kelahiran Fin yang menyakitkan itu, terlebih setelah berita-berita mengerikan dan krisis di Indonesia. Para tetua di keluarga, yang juga merupakan orang yang dianggap di’tua’kan di kampung, meminta Ayah untuk mengambil tindakan atas ketidaklancaran proses kelahiran Fin dengan mencari sebuah pengikat jala. (Aduh, Fin lupa namanya dalam bahasa Jawa, yang bagian lingkaran dari besi di pinggir-pinggir jala.)

Nah, lingkaran besi itu, dipercaya akan membuka jalan lahir yang sengaja ditutup, karena merupakan anak kelahiran ketiga–dimana di sebagian negara menganggap anak ketiga adalah anak yang seharusnya tidak dilahirkan atau ada. (Well, Fin malah jadi merasa ini adalah sebuah peristiwa yang berkaitan dengan slogan KB “Dua Anak Cukup”, ya? Hahha.) Lingkaran besi di pinggiran jala ikan itu, Ayah Fin dapatkan di sekitar daerah Bondowoso (?), di mana lokasi pencarian juga ditentukan dengan arah sedulur papat limo pancer dalam kepercayaan masyarakat Jawa.

Maksud dari arah sedulur papat limo pancer ini, seperti jika weton (hari kelahiran) dari Ibu yang sedang dicarikan obat dan juga tanggal pencariannya, harus ditemukan semacam titik temu (kalau di kurva ekonomi, semacam titik ekuilibrium, alias titik keseimbangan) dengan berbagai penghitungan, yang kalau Fin tuliskan juga malah akan jadi semacam kuliah adat penanggalan Jawa. Panjang dan banyak sesi akhirnya. Kembali membahas kaitan jala, itu digunakan untuk direndam dalam air putih, yang airnya harus diminum sebagai bantuan membuka jalan bagi Fin.

Mungkin pada bertanya-tanya, kenapa nggak dioperasi saja? Fin juga bertanya demikian sebenarnya, tetapi salah satu nenek dan kakek Fin (yang saat ini telah berpulang ke rahmatullah, lahummul faatihah) yang keduanya merupakan seorang dokter. Mengatakan bahwa ini hanyalah proses lahiran yang normal, hanya belum saatnya lahir saja. Meskipun di dua kelahiran sebelumnya (2 orang kakak Fin), justru lancar-lancar saja.

Foto jala dari Pasarlima. Lingkaran besi itu yang diambil hanya satu butir, ya, nggak semua. Penuh gelasnya nanti, hahha.

Selain itu, menurut cerita Ayah beberapa hari lalu yang entah kenapa baru diceritakan pada tahun ini sebelum hari lahir Fin, (ada yang kasih pendapat, kenapa Ayah baru cerita tahun ini? Padahal di tahun-tahun sebelumnya, Ayah hanya anteng  dalam hari menetas Fin) Ayah harus mencari ‘benda’ lainnya untuk memberikan jalan bagi Fin lahir ke dunia, dengan sebuah ari-ari kucing yang lahir dalam waktu dekat untuk dibungkus kain kafan dan darahnya dioleskan di kening Ibu Fin yang masih dalam masa kontraksi itu. Untuk beberapa alasan, Ayah tidak menceritakan mengapa harus kucing, mungkin karena alasan itulah Fin jadi merasa terhubung dengan kucing dan merasa menjelma Cat Woman. (Hahha, fakta keterikatan apa ini?)

Setelah serangkaian hal mitos dan menyakitkan itu, pada pukul 11 siang, Waktu Indonesia Barat, akhirnya Fin lahir pada tanggal 13 September 2019 (eh, hahha, bukan, ding!) 20 tahun yang lalu. Namun, setelah mendengar berat Fin yang berada di angka 4 kilo, akhirnya pasti mengambil kesimpulan bahwa prosesi sulitnya lahiran itu karena bobot bayi yang besar. Bukan karena serangkaian peristiwa mistis atau hal semacamnya, tetapi tetap saja, bahwa adat istiadat ada untuk diketahui dan dipelajari, sedangkan segala sesuatu di alam semesta ini adalah adalah kehendak dan takdir dari Pemilik Semesta.

Selamat ulang tahun bagi yang lahir di bulan September, Fin berdoa agar kamu semua mendapatkan segala rezeki dunia akhirat dari Allah azza wa jalla, rezeki masuk Surga, rezeki iman dan takwa, rezeki kawan shalih shaliha, rezeki keluarga yang bahagia dan sentosa, rezeki jodoh yang kaya, (hahha, minta saja sama Allah, kan, hal sekecil dan sebesar apa pun.)
Ada yang lahir juga pada tanggal yang sama? (Jangan-jangan kita jodoh, untuk berkawan, hihhhi.)

Yuk, ceritain juga bagaimana riwehnya hari kelahiran kamu atau saudara kamu di media sosial dan untuk cerita terbaik (menurut Fin tentunya, hahha, iyalah, mau menurut jodoh Fin, gitu? Kan masih Jomblo.) akan mendapatkan hadiah kecil dari Fin. Well,

Good Luck!

#Tabik
#BloggerJomblo

50 COMMENTS

  1. Eleuh masih muda pisan Fin 🙂 btw aku pas lahiran anak kedua juga kontraksi lama hampir seminggu eh akhirnya sesar beratnya udah 3,5 kg aja anak keduaku 😀

    itu kepercayaan ari-ari kucing malah baru tahu loh :p semoga sehat2 ya Fin makin suksessss

  2. Hai, selamat ulang tahun ya. Berkah usia dan sukses untukmu.
    Seru banget ceritanya, sudah lama aku ga baca atau denger tentang cerita mitos2 jawa jadi aku bener2 baca sampe serius hihii karena penasaran plus kepo. Alhamdulillah ya mitos cuma mitos, kita harus percaya sama Allah Swt aja.

  3. Barakallah fii umriik Fin.
    Jowo banyak hal-hal yang berbau mitos ya hehe. sayapun orang jowo. Beberapa hal saat proses kehamilan dan persalinan ada yang ngikutin “kemauan ortu”, tapi alhamdulillah masih bisa diajak kerjasama untuk beberapa hal lainnya. Termasuk waktu disuruh minum minyak kelapa supaya jalan lahir bayi lancar. (Tapi aku nggak lakukan, ehhh bayi nongol juga ko). hihiihi

    • Barakalahu fiikum, Mbaak. Iya, Mbak, memang banyak sekali kepercayaan orang Jawa, terutama bagian yang nggak ilok dilakukan. Seringnya tanpa alasan, hehhe.

      Alhamdulillah, anaknya umur berapa, Mbak?

  4. Wah, walaupun aku terlahir di keluarga Jawa tapi memang tidak terlalu memegang tradisi seperti yang disebutkan di atas. Kelihatan ya, keluarga sampai pada berpartisipasi untuk membantu dengan apa yang mereka yakini. Kalau kisah unik sendiri sepertinya tidak ada :D, palingan cerita anak-anak yang keduanya mau bersabar nungguin ayahnya dapat pesawat dan sampai ke Solo dari Jakarta setelah dikabarin dadakan.

    • Iya, Mbak, di keluarga Fin memang masih dipegang kuat tradisinya, tapi alhamdulillah perlahan-lahan sudah mulai memudar penggunaannya, meski ilmunya masih diperlajari sebagai penjaga tradisi saja.

  5. Emang kalau ngomongin soal adat istiadat dan budaya itu, yakin gak yakin, mau gak mau kadang harus di jalanin, diikutin dan dilakukan.

    Aku juga pernah denger , katanya, kalau istri lagi hamil, suami gak boleh potong rambut.

    Terus aku mikir, “pasti kan nanti jadi panjang banget kalau sampe nunggu istri nya lahiran.” Hehe

    Tp bener deh, adat istiadat dan tradisi itu kadang kalau gak dikerjain, jadi serba salah. Apalagi kalau keluarga nya teguh bnget sama begituan. Pasti ribet.

    • Iya, nih, Mbak. Memang soal kepercayaan dan keyakinan, sih, memang, ya. Urusan kepercayaan gitu, tapi berhubung pada saat itu di rumah masih kuat sekali tradisi Jawa, jadinya ya begitulah. Hihhi

  6. Hi beb, I’m September girl too. Kita seumuran juga btw. Senangnya bisa ketemu yg seumuran.
    Aku lahir tanggal 30, dan dari aku SD setiap aku ultah selalu ada bendera setengah tiang. Kayak gak ada yg menyambut hari ultahku.
    Kalo cerita kelahiranku aku kurang tau sih, sepertinya orangtuaku udah siap sedia. Jadi pas sebelum lahiran udah di RS duluan

    • Waahh, kayak sama temen deketku, nih, dia lahir pas barengan sama G-30 S itu, hihhi.
      Alhamdulillah, finally ketemu juga yang seumuran, hihhhi,

      Hahha, enak tuh, jadi sudah siaga. Lhah daku kok merana ya…

  7. Aku, suami, dan anakku sama-sama lahir hari jumat. Waktu lahiran aku, ibuku dan keluarga tidak ada yang melakukan tradisi tetrtentu. Waktu aku lahiran pun nggak ada hehe.. anyway selamat ulang tahun ya mbak. semoga sehat dan bahagia selalu (serta nggak jomblo lagi! kekeke)

  8. Wah lama juga kontraksinya MasyaaAllah. Saya justru sebaliknya. Kelahiran saya terlalu mudah. Sampai-sampai mama belum berkuat saya udah nongol duluan. Mama belum naik kasur juga. Haha. Disuruh tahan sama bidan. Bidan baru siapin sarung tangan dll, saya udah nyembul . Btw kenapa ari2 kucing? Karna kata mama saya karna kucing lahirannya selalu lancar tanpa ada yg bantuin. Diharapkan kita juga lancar. Org2 dulu malah makan ari2 kucing. Aku juga sempet dulu disuruh tapi gak mau hoho. (Dimkeringin dlu baur diolah tapi)

  9. Daku mau lihat kelahiran Ponakan belum bisa yang bener-bener mengikuti karena proses lahirannya yang pas hari kerja, jadinya hanya pas udah lahirannya aja bisa lihat keadaan kakak dan Ponakan

  10. Selamat memperingati hari lahir. Hm… cukup berpengaruh sekali ya budaya jawa. Segala hal mistis sering kali dikait-kaitkan dalam kehidupan, termasuk dengan proses lahiran. Alhamdulillah sekarang dah mulai berkurang kepercayaan macam itu di keluargaku. Hehe.

  11. Wah kamu mengerti soal tradisi adat istiadat jawa yak. Mbahku juga dulu kental dengan hal itu. Pada hari tertentu ya suka ada kopi hitam di pojok ruang makan. Untuk nenek moyang yang pulang katanya. Tapi beliau meninggal sudah tidak ada yang menjalankan lagi

    • Iya, Mbak, memang sengaja belajar karena dulu pas masih kecil di keluarga masih selalu menerapkan hal-hal tersebut juga, bahkan sampai detail, hihhi. Keluar rumah saja, harus hitung-hitung hari baik dulu.

  12. Kebayang sih ini rasanya kayak apa kontraksi 3 hari, aku yang kontraksi dari tengah malam hingga jam 10 pagi saja angkat tangan. Tapi memang kebetulan aku lahiran secar jadi agak lebih tenang sih. Kalau lahiran ngikutin hitungan jawa memang agak ribet ya, karena kebetulan keluarga papahku Jawanya kental jadi waktu anakku mau lahir pada sibuk ngitungin sementara aku cuek banget.

  13. Kalau di Jawa masih kental ya sama weton dan budaya seperti ini hehe. Aku percaya ga percaya sih ya. Tapi yang pasti aku ga percaya sama angka sial. Rumahku aja nomer 13 wkwkwk. Bismillah aja, percaya sama Allah 🙂

  14. Bulan September bukan hari ulang tahunku sih, tapi ulang tahun Pernikahanku hehehe. Tapi menarik ceritanya ya, emang budaya Jawa banyak cerita dan banyak sejarah dari para leluhur. Selalu menarik untuk dikaji

    • Aku juga begitu, Mbak, keseringan malah kalau isi list apa gitu, nunggu pas angka 13 muncul. Malah sampai nomor hape atau pas ke kafe, juga milih nomor meja angka itu. Hahha

      Terima kasih Mbakk

  15. Mmm.. aku lahir hari sabtu wage.. malam hari haha ingetnya itu doang sih.. Alhamdulillah no ribet, tapi ya aku pernah denger juga kalo hari lahir juga bisa menebak karakter seseorang lho.. ya sama sih ya sama rasi bintang.. tapi ini dari sisi kejawen aja.. semoga bukan kutukan ya mbak.. semangat

    • Walah, lahirnya Sabtu Wage, hihhi. Dari hari kelahiran itu bisa dihitung, hahha, kok Fin malah jadinya mau baca primbon. Duh, kebiasaan belajar beginian.

      Hihhi, dari sisi kejawen dan beberapa kepercayaan masyarakat di luar negeri, sih, memang Jumat 13 adalah hari kutukan, hhaha, Fin mah bodo amat.

  16. Belum pernah baca – baca primbon hehhe, itu sih urang jawa yah kalau kami urang sunda sih ga baca2 primbon tapi apa emang saya aja yang ga baca yah ehhehe. Tapi emang ngerti yah jumat 13 itu dulu ada filmnya malah yah.

  17. Memang kalau dulu seringkali ya ada hal-hal mistis atau khurafat yang dikaitkan sama kelahiran anak, masa kecil anak dan sebagainya. Tapi sekarang kayaknya udah mulai berkurang, terutama bagi orang tua yang tinggal di kota.

    Btw, ketika masuk usia 20, biasanya seseorang akan berkenalan dengan yang namanya Quarter Life Crysis. Tapi itu bukan sesuatu yang menyeramkan kok.

    Oh ya. Semoga berkah ya usianya, tercapai cita-citanya dalam keridhaan-Nya.

  18. Semoga barokah usianya dan Allah panjangkan dalam ketaatan. Lahiranku sungguh sangat biasa aja banget. Wkwk. Takada yg spesial kecuali pengorbanan emak yg superrr. Doa terbaik buat mamak kitaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here