Aku dan Sejuta Alasan Mulai Ngeblog

0
Alasan Mulai Ngeblog

Kalau ditanya alasan mulai ngeblog atau kenapa akhirnya seorang Finaira Kara banting setir dari novelist menjadi blogger, sebenarnya nggak dibanting-banting amat. Sebenarnya aku adalah pribadi yang suka menulis sejak kecil. Aku mulai suka menulis berawal dari menulis diary saat SD, lalu membuat puisi, berkembang ke cerpen petualangan dan tulisan ala-ala tips konyol yang dulu ngetren di majalah.

Pada saat SMA aku mulai kenal sama dunia literasi digital, karena SMAN 1 Tumpang (tempatku menempuh dunia di masa paling riweh sama jati diri) punya majalah sekolah dan ekstrakurikuler jurnalistik juga jaringan wifi oke punya. Menekuni dunia perbahasaan di kelas Bahasa selama SMA membuatku punya blog tentang buku.

Kenapa Akhirnya Meneroka Dunia Blogging?

1. Alasan Mulai Ngeblog karena Pengin Beda

Sejak kecil aku terbiasa berpikir untuk punya sesuatu yang orang lain nggak punya. Atau bisa melakukan sesuatu yang nggak bisa dilakukan orang lain. Lalu muncullah blog alakadarnya karena cuma bisa ngedit atau ngetik waktu di lab komputer sekolah atau waktu punya uang (setelah nggak jajan dan pulang jalan kaki selama 5 hari) ke warnet. Pada saat itu, punya blog sendiri sudah merupakan hal paling pintar yang bikin dipuji guru TIK, karena yang lain nggak punya.

2. Mulai Ngeblog untuk Tempat Publikasi Karya 

Karena kirim karya ke penerbit belum juga ada kabar, lalu belum tahu kalau ada plattform kepenulisan bernama Wattpad, akhirnya aku publikasi karyaku di blog. Mulai dari novel, puisi, sampai resensi, bahkan reportase kegiatan sekolah (kurang lebih semacam daily vlog gitu). Alasan mulai ngeblog satu ini bisa dibilang terpuji, kan 😂. Tetapi, setelah sibuk dengan kegiatan OSIS dan berbagai lomba, pun karena aku sudah punya akun Wattpad, akhirnya blog ini terbengkalai begitu saja dari kelas 2 SMA sampai kuliah semester 2.

3. Mulai Ngeblog lagi Setelah Gabung FLP Malang

Dulu waktu masa open recruitment FLP Malang (2018) ada materi tentang blog. Dan hanya beberapa yang punya di antara peserta seleksi. Akhirnya kuputuskan untuk obrak-abrik si blog lamaku lagi. Karena sekali lagi, aku nggak mau nggak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan banyak orang. Sebuah keserakahan hahaha. Namun, aku nggak kunjung paham sama kode HTML dan apalah itu Javascript and the genk. Akhirnya aku ganti CMS dari Blogspot ke WIX, tapi hanya sebentar, lalu ganti lagi ke WordPress.

4. Mulai Ngeblog untuk Menafkahi 13 Majikan Berbulu

Setelah bergabung ke berbagai grup job blogger, aku berpikir bahwa mungkin saja tulisanku bisa menghidupiku—meski tidak kaya raya. Karena hingga detik ini aku menulis, aku hanya punya satu hal yang nggak kupunya: keyakinan tentang jadi apa aku di masa depan. Lalu mulailah blog www.finaira.id ini kuperkenalkan eksistensinya dan semakin menggencarkan sosial mediaku, sebagai back up sumber cuan. Bisa dibilang aku sudah bekerja kan, jadi aku bisa sekadar memberi makan enak kepada 13 anabul di rumah.

5. Alasan Mulai Ngeblog yang Hampir Goyah

Sebenarnya, beberapa bulan belakangan blog ini mulai usang dan aku agak malas meneruskan, bahkan sempat berpikir buat berhenti saja. Terlebih tren penilaian client saat ini berubah, harus berdasarkan DA/PA juga DR, SEO, dsb. Aku mulai tidak merasakan kenikmatan ngeblog seperti awalnya, ini karena keserakahanku yang membuatku jadi malas, kan.

Tapi, setelah ingat biaya hosting dan domain termahal di Indonesia ini sudah kusandang, aku berpikir kayaknya nggak apa dicoba belajar lagi, ikut kelas dan rajin lagi. Aku mulai optimasi YouTube channel-ku yang mendadak viral 😂, ikut kelas Instagram dan support grup Tiktok. Lalu mulai membelokkan prinsip bahwa prioritasku menulis untuk cuan. Maklum, sebagai anak satu-satunya yang sudah bekerja, secara nggak langsung aku jadi bertanggung jawab menafkahi anggota keluarga lainnya.

Alasan mulai ngeblog dari awal memang hanya untuk congkak portofolio. Meski mulai goyah dan bosan, aku coba kembali ingat kalau blog ini pernah menghidupiku selama beberapa tahun belakangan meski nggak banyak. 

Sebenarnya kalau diteroka lebih jauh, aku masih mau meneruskannya, mungkin karena kekhawatiran berlebihan tentang bagaimana aku menafkahi keluargaku nanti … rasanya jadi pengin punya suami yang bisa kumintai 😂. Maafkan aku karena aku punya keinginan untuk hidup sebagai pengangguran kaya raya, yang bisa baca komik dan buku sepuasnya, nonton drakor semaunya, nulis kapan pun seenaknya, dan masak apa saja sesukanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here