Review Film Bangkit: Film Disaster Pertama, Gebrak Keluarga Indonesia dengan Penuh Cinta

3

Judul film: Bangkit!
Rilis di Bioskop: 28 Juli 2016
Produser: Reza Hidayat
Sutradara: Rako Prijanto
Pemeran: Vino G. Bastian, Putri Ayudya, Deva Mahendra, Acha Septriasa, Ferry Salim, Donny Damara, Yayu Unru
Produksi: Suryanation, Oreima Films, Kaninga Pictures

Sebuah kisah dari kejadian yang sangat dekat dengan masyarakat dan sering terjadi di Ibukota Jakarta, apalagi kalau bukan banjir. Rasanya, banjir dan macet adalah dua kata yang melekat di nama Jakarta. Karena keduanya adalah hal yang biasa terjadi.

Film ini sendiri menceritakan tentang bagaimana bencana itu terjadi, penanganan dari pihak pemerintah dan tim penyelamat gabungan, bahkan badan pengamat cuaca yang juga turut diperankan sebagai kuantitas ciamik dalam Bangkit. Tidak hanya itu, film ini juga merupakan sebuah gebrakan baru bagi industri perfilman Indonesia pada masa rilisnya. Karena hampir 75 persen dari keseluruhan film ini merupakan hasil dari animasi dengan CGI dan merupakan film yang menghabiskan sekitar 12 miliar dalam produksinya.

Karena Menyerah Bukan Pilihan.
Bintang utama film ini, Addri (Vino G. Bastian) yakni seorang anggota BASARNAS yang dituntut selalu waspada dan siaga terhadap segala kondisi yang membutuhkan perannya dalam penyelamatan. Addri seolah menjadi pahlawan dalam film ini bagi orang-orang kebanyakan. Diawali dengan scene heroiknya yang menjadi penyelamat dari kecelakaan bus di sebuah jurang, film ini benar-benar memanjakan penonton dengan editing animasi CGI (Computer Generated Imagery)yang belum banyak atau bahkan bisa dibilang sangat jarang digunakan di film-film Indonesia. Terhitung hingga 1.330 shoot yang terus diulangi untuk mendapatkan efek bencana yang terlihat nyata.

Baca juga: Film-film Populer Indonesia, Temukan Dilan di Dalamnya!

Addri dan tim yang optimis untuk menjadi penyelamat, dan sikapnya yang tegas serta bertindak cepat, benar-benar terasa nyata. Terlebih, berita mengabarkan bahwa Vino G. Bastian sendiri dilatih khusus oleh Korps Pasukan Khas TNI-AU sebagai instruktur BASARNAS, demi mendalami perannya.

Tidak hanya itu, seorang anggota badan pengamat cuaca, Arifin (Deva Mahendra), juga bermain piawai dalam film ini. Bermain peran dengan Denada (Acha Septriasa) sebagai dokter yang mampu mengerti dan mengendalikan keadaan genting, serta berjiwa sosial tinggi. Tidak hanya pantang menyerah, Arifin juga memiliki karakter yang cerdas dan mempunyai reaksi sensitif terhadap perubahan cuaca. Meskipun, ceroboh, hingga beberapa saat sebelum pernikahan saja, dia baru saja mengambil cincin pernikahan. Yang akhirnya membuat dia bertemu karena diselamatkan dalam bencana banjir yang merendam gedung kirana, sebagai awal bencana besar dalam film.

Baca juga: Mantan itu Menurutmu, Layak Diperlakukan Macam Apa?

Di mata orang lain, suami saya memang pahlawan. Tapi, di mata saya .…”

Film ini mengisahkan tentang keluarga dari para penyelamat, hubungan mereka yang jarang diperhatikan dalam perfilm-an dan sangat menarik untuk dikulik. Seperti mendapatkan tugas dadakan yang mengharuskan para penyelemat meninggalkan keluarga. Tidak jarang memang, hubungan asmara para anggota ketentaraan, dinas penyelamatan, yang dituntut selalu siaga, menjadi sebuah hal menarik untuk dikulik.

Karena Mereka Mencintai dengan Caranya Sendiri
Peran istri Addri, Indri (Putri Ayudya) juga menggambarkan bagaimana sosok ibu sebenarnya. Menghibur dan menjadi seorang penengah di antara kemelut antara Eka (Yasamin Jasem), Dwi (Adiyan Bima), dengan sang Ayah. Sebuah pertengkaran dalam rumah tangga, cinta keluarga benar-benar tergambar berbeda di antara kedua orang ini. Bagaimanapun setia dan kuatnya, pasti ada masa di mana keduanya terlibat perselisihan dan kehilangan krisis kepercayaan. Namun, di akhir film ini juga menjawab permasalahan tersebut dengan solusi.

Baca juga: Film Konyol si Reza Rahadian

Setiap adegan tersusun dengan rapi dan apik, mampu menggetarkan dan saling berhubungan satu sama lain. Di mana scene yang dirasa hanya sebagai selingan pun, ternyata menjawab solusi dari penyelamatan yang harus dilakukan saat Jakarta diramalkan akan tenggelam akibat badai. Dihubungkan dengan situasi cuaca dan kecakapan Arifin dalam membicarakan setiap analisanya, bahkan rumor dalam sejarah yang dihidupkan perlahan dari putri sulung Addri. Film ini terasa sangat nyata. Lagi-lagi dengan efek luar biasa yang disajikan dalam film ini benar-benar memanjakan penonton.

Apa rasa kesedihan harus diukur dengan air mata?”

3 COMMENTS

  1. Jadi pengen lihat mbak….

    Pengen tahu ending dan solusi suami dan istri itu.

    Soalnya hubungan suami istri kadang tkd harmonis gara2 pekerjaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here