Camkan 7 Hal Penting Ini Sebelum Berlatih Menulis!

17

Di zaman sekarang ini, seorang penulis seperti telah mendapat posisi tersendiri sebagai profesi. Banyak sekali penulis-penulis yang telah mendapatkan honor yang cukup untuk menghidupi keluarganya hanya dari hasil menulis. Meskipun, tidak banyak, tetapi tentunya perlu dicoba. Kamu hanya perlu terus mencoba dan berusaha untuk mencapai titik yang kamu inginkan. Karena Gere (1985) telah mengatakan bahwa menulis adalah berkomunikasi, menulis adalah mengekspresikan diri, menulis adalah menginstruksikan, dan menulis adalah usaha untuk belajar.

Baca juga: Keterampilan dalam Bahasa Indonesia

Sebuah ungkapan dari Pramoedya Ananta Tour ini juga akan membuat kamu bersemangat dalam menulis, “Menulis adalah pekerjaan untuk keabadian. Maka menulislah agar kamu tidak hilang oleh zaman dan akibat terlupakan.”

1. Jangan takut salah saat akan menulis
Kebiasaan buruk yang akan menghambat kamu dalam proses menulis adalah memiliki rasa takut salah. Justru kamu akan menjadi salah saat kamu takut salah. Cobalah untuk rileks dan tenang, beranikan diri dan kuatkan motivasi untuk memulai. Terkadang, memulai sesuatu itu harus dengan nekat dan tekad. Melangkah terlalu hati-hati akan membuat kamu tidak memiliki kemampuan yang progresif. Kamu akan tetap berjalan sangat lambat, atau bahkan hanya berjalan di tempat. Alias tidak berkembang sama sekali.

Baca juga:Ngeri! Baca Novel Psikopat Traumatizing Chocolate

2. Pastikan apa yang kamu sampaikan bermanfaat
Sebuah tulisan, disadari atau tidak, pasti ada manfaat yang dapat dipetik. Hanya saja, terkadang pembaca dapat salah menafsirkan bacaan sehingga menjadi salah kaprah. Jadi, tetaplah menulis, karena sekecil apa pun, manfaat itu pasti ada dalam tulisan kamu.

3. Pastikan kamu memahami apa yang kamu tulis
Tulisan kamu akan menjadi sangat konyol apabila kamu menulisnya tanpa pengetahuan dan dasar pemahaman yang kuat. Kamu akan kehilangan alur untuk melanjutkan tulisan tersebut akibat banyaknya kerancuan dan sisi informasi yang bolong, apabila kamu tidak memahami betul tulisan kamu.

4. Jangan pikirkan judul
Meskipun, sebagian penulis akan lebih dulu menemukan judul. Tetapi, sebagian lain juga menulis cerita terlebih dulu, kemudian menuliskan judulnya di akhir. Namun, kamu janganlah khawatir dalam menentukan judul, sehingga membuat kamu justru mengabaikan isi tulisan yang juga sangat penting. Jika tulisan sudah selesai, kamu bisa menentukan topik bahasan sebagai kata kunci kemudian menentukan judul.

5. Hindari pikiran yang iri terhadap orang lain dan cemooh orang
Jangan terlalu memikirkan hal ini, karena kamu akan hanya berpusat pada orang lain. Raditya Dika, pada sebuah meet and greet beberapa tahun silam mengatakan, jadilah penulis yang lebih beda. Karena setiap penulis punya ciri khas masing-masing, ide yang sama bisa dieksekusi dengan cara yang jauh berbeda. Jangan takut orang lain mencemoohmu karena tulisan kamu. Karena setiap tulisan yang sudah dipublikasikan, maka selamanya tulisan tersebut telah menjadi milik publik. Biarkan orang lain berkomentar, ambil sisi positifnya dan jangan terfokus pada cemoohan mereka. Setidaknya, pembaca yang mencemooh tulisanmu, biasanya akan berubah menjadi penggemar beratmu. Karena dia tidak akan mencemooh tanpa membaca karyamu.

Baca juga:Makna dan Sifat Bahasa Indonesia

6. Tuliskan secara detail
Menuliskan premis ataupun outline sebuah tulisan, dapat memudahkan kamu apabila mendadak kamu kehabisan ide. Atau kamu harus meninggalkan tulisan kamu dalam waktu yang cukup lama. Karena biasanya, ketika ide muncul dengan lancar, sekali saja kamu mengalihkan pandangan, maka semua ide itu akan hilang dan meskipun muncul pasti memiliki rasa yang berbeda.

7. TIPS PALING AMPUH: JANGAN MENUNDA

Setelah membaca keenam tips di atas, kamu masih saja berdiam diri? Ayo! Segera ambil alat tulis, dalam bentuk apa pun dan segera menulis. Karena seperti di poin keenam, ide itu mudah datang dan juga mudah pergi. Lakukan segera, tulis saja sesederhana ide tersebut muncul. Kamu bisa menyuntingnya setelah semua ide tertuang dengan jelas dan bebas. Karena, kamu tidak akan mendapatkan ide dan rasa yang sama di waktu selanjutnya. Tulis saja apa yang ada di kepalamu. Dan terus berusaha! Kuncinya adalah menulis, menulis, dan menulis.

Baca juga:Karya Finaira soal Esai Kepenulisan Sederhana

Itu dia 7 tips yang dapat kamu terapkan dalam menghadapi kegalauan menulis. Banyak sekali orang yang ingin menjadi penulis, tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Mulailah menulis dari hal-hal yang terdekat dengan kamu. Karena itu akan membantumu membaca setiap situasi dan seluk beluk tulisan kamu. Misalnya, kamu bisa menuliskan pengalaman pribadi sehari-hari secara rutin.

17 COMMENTS

  1. Saya kalau menulis blog, setelah tulisan jadi bahkan judul masih belum dapat. Alhamdulillah jadi nggak stuck nungguin judul kelar.

  2. Setuju banget deh terutama pada poin jangan menunda, nggak bakal jadi buku kalau kita terus menunda mengerjakan, memulai itu sulit tapi kudu dipaksa..

  3. Nah tips jangan menunda ini sangat cocok untukku. Sebagai penulis pemula, menerapkan semua tips di atas tentu sangat ampuh untuk menjadikanku yerbiasa menulis.

  4. ini tiap point nya aku bgt, mba. ada aja alesan ga bisa nulis. malah kadang kepentok mikirin judul ketje, atau mandek nulis karena keabisan ide. makasih tulisannya sangat inspiratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here