Perut Bisa Flu? Gastroenteritis adalah Infeksi Usus karena Virus

0
Gastroenteritis adalah infeksi saluran pencernaan

Gastroenteritis adalah flu perut atau muntaber yang menyerang karena infeksi pada saluran sistem pencernaan. Meskipun gejalanya cukup mirip dengan diare, karena keduanya memang menyerang sistem pencernaan dalam tubuh, tetapi seseorang yang menderita diare bukan berarti dia mengalami gastroenteritis.

Karena gastroenteritis adalah peradangan di sistem pencernaan, yang utama pada lambung dan usus serta menyebabkan diare dan muntah. Bahkan bisa menyebabkan dehidrasi, jika tidak segera ditangani akan berakibat fatal tentunya. Gastroenteritis sendiri biasa disebut juga dengan gastro, stomach bug, dan stomach virus.

Mungkin bagi pemilik tubuh yang fit, gastroenteritis ini tidak berakibat fatal, tetapi lain halnya jika yang mengalaminya adalah lansia, bayi, atau yang sistem imunnya kurang baik. Terlebih lagi, gastroenteritis ini seringkali menyerang anak-anak. Lalu apa saja gejalanya? Segera periksakan ke dokter jika mengalami hal-hal berikut ini:
– Diare (disertai darah) dan muntah, biasanya berlangsung selama 1-2 hari, namun juga bisa hingga 10 hari
– Demam di atas 38 derajat dan menggigil
– Mual
– Sakit kepala
– Tidak nafsu makan atau sakit perut
– Nyeri otot dan sendi
– Gelisah dan uring-uringan

Muntaber atau gastroenteritis ini disebabkan oleh beberapa jenis virus dan faktor lainnya. Virus utama penyebab gastroenteritis adalah rotavirus dan norovirus, lalu ada si astrovirus dan adenovirus. Faktor penyebab lainnya bisa jadi karena infeksi bakteri seperti Campylobacter bacterium, atau karena efek samping obat-obatan tertentu, parasit seperti Crystosporidium, juga bisa karena logam berat seperti arsen atau merkuri.

Istilah gastroenteritis ini sendiri digunakan pertama kali pada 1825. Dan penyakit ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan seperti kucing dan anjing dengan penyebab yang sama. Paling umum disebabkan oleh Salmonella, Closrtridium perfingens, Clostridium difficile, dan Campylobacter. Gastroenteritis sendiri menjadi alasan utama dari 3,7 juta kunjungan dokter di AS setiap tahunnya. Infeksi ini di AS menjadi infeksi paling umum kedua (setelah selesma) dan menyebabkan 200 juta sampai 375 juta kasus diare akun. Di mana ada 10.000 kematian setiap tahun.

Pada umumnya, gastroenteritis bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu penanganan pertama yang tepat agar tidak semakin parah dan mencegah terjadinya dehidrasi. Gastroenteritis sendiri termasuk penyakit yang mudah menyebar, penyebarannya bisa melalui makanan, air, juga benda yang terkontaminasi. Bisa juga melalui cipratan air liur (droplets) saat penderita bersin.

Ngeri, kan? Namanya juga virus, karna penyebarannya cukup mengkhawatirkan. Bagaimana, sih, penanganan pertama bagi pengidap gastroenteritis terutama pada anak-anak?

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menangani gastroenteritis adalah dengan memperbanyak minum air putih dan makanan bernutrisi. Hal ini untuk menjaga tubuh kembali fit dan mengurangi risiko dehidrasi dan kekurangan vitamin yang dibutuhkan. Selama gejala masih ada, hindari dulu minum susu, kopi, alkohol, yogurt, dan makanan-makanan yang pedas atau berlemak, berserat tinggi.

Minum oralit sesuai aturan pakai, oralit sendiri dikemas dalam bentuk serbuk 4,1 gram/ sachet yang mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat. Oralit akan membantu rehidrasi dalam 8-12 jam setelah dikonsumsi. Jika memang tidak ada, bisa diganti dengan oralit buatan sendiri. Iya, biasanya kalau diare suka dibuatkan air gula dan garam sendiri di rumah, kan? Pada panduan Lintas Diare Kemenkes, takarannya adalah: 1/2 sendok teh garam, 6 sendok teh gulam dan 1 liter air.

Kalau sama anak-anak, penanganan pertama yang perlu dilakukan jika mengalami gejala gastroenteritis adalah:
Langkah pertama dengan mengistirahatkan pencernaan selama 15-20 menit, lalu berikan minum secara bertahap. Bisa air putih, oralit, atau ASI. Kemudian bisa juga melakukan penanganan lainnya, seperti memberikan makanan yang mudah dicerna dan bertekstur halus.

Jika gejala muntah dan diare yang ada semakin memburuk dan penanganan pertama yang diberikan tidak cukup membantu, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis sebelum kondisinya kian parah. Karena penyebab gastroenteritis adalah virus yang bisa menular, maka perlu banget dilakukan pencegahan agar tidak tertular dan/atau menularkan. Hal utama yang dapat dilakukan adalah dengan rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan, setelah buang air kecil dan/atau buang air besar, juga setelah beraktivitas outdoor.

Jika sedang traveling, nih, pastikan untuk menggunakan air kemasan untuk menggosok gigi dan minum. Dan sementara hindari juga es batu. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan dan rajin cuci tangan.

“Kebersihan dan kerapian bukanlah masalah naluri, itu adalah masalah pendidikan, dan seperti hal-hal besar lainnya, kamu harus menanamkannya padanya.”
Benjamin Disraeli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here