Pengucapan dalam Bahasa Jerman kurang lebih sama dengan Bahasa Indonesia.

Adapun beberapa petunjuk pengucapan hurufnya adalah :

HURUF TUNGGAL

Umlaut ( ä,ü, dan ö )
Ä : Sama dengan huruf ‘e’ dalam kata necis.

Ü : Sama dengan huruf ‘iu’ yang diucapkan
bersamaan, atau seperti huruf ‘u’ dalam
Bahasa Perancis ‘Curie’

Ö : Sama dengan huruf ‘eu’ yang ada dalam kata ‘geulis’ dari Bahasa Sunda

C : Diucapkan seperti huruf ‘k’. Jika mendahului huruf vokal o,u, atau a. Jika tidak maka dibaca seperri huruf ‘ts’.

J : Diucapkan sama seperti huruf ‘y’ dalam Bahasa Indonesia.

S : Diucapkan seperti huruf ‘z’ dalam Bahasa Indonesia. Kecuali kalau letaknya pada awal kata yang huruf keduanya adalah ‘p’ atau ‘t’, pengucapannya sama dengan ‘sch’.
Sedangkan ‘sch’ diucapkan seperti ‘sh’ dalam Bahasa Inggris. ( Short )

Z : Diucapkam seperti ‘ts’

Bahasa Jerman juga punya huruf khusus yaitu ß (eszett) yang pengucapannya sama dengan huruf ‘s’ dalam Bahasa Indonesia. Dalam tulisan dapat diganti dengan SS.

Baca juga: Tradisi Unik Pernikahan di Jerman yang Buat Kamu Melting

Huruf Gabungan

äu dan eu : diucapkan seperti gabungan vokal
‘oi’ dalam kata ‘sepoi’
ei : diucapkan seperti ‘ai’
au : diucapkan seperti ‘ow’
ie : diucapkan seperti huruf ‘i’, namun
dengan pengucapan lebih panjang.
Seperti dalam kata ‘mitra’

Huruf ‘h’ yang ada dibelakang vokal. Sebagai contoh dalam kata Mahl diucapkan sama seperti ‘Mal’ dalam kata ‘malu’ Bahasa Indonesia.

NB :
Ejaan bahasa Jerman telah disesuaikan dengan peraturan Ejaan Baku yang Diperbarui. Berlaku secara resmi mulai tanggal 1 Agustus 1998.


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here