Definisi Pasar Uang dan Pasar Modal? Cek Artikel ini

0

Pengertian Pasar Uang

Disebut juga sebagai pasar likuiditas primer, karena perputaran dalam pasar tersebut amat sangat cepat. Lembaga keuangan, lembaga pemerintah, perusahaan, dapat meminjam dana di pasar uang, untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek. Adalah sebuah wadah tempat pertemuan antara pemilik dana (funder) dengan calon konsumen (consumer) baik bertemu langsung maupun melalui perantara (broker), atas transaksi atas permintaan/penawaran dalam seejumlah dana atau surat berharga jangka pendek umumnya di bawah 270 hari.

Fungsi pasar uang: sebagai perantara atau mediator bagi kreditur dan perusahaan yang membutuhkan modal; fungsi modal, sebagai perantara dalam menghimpun dana; fungsi likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memnuhi kewajibannya seperti membayar hutang; fungsi kesejahteraan, yaitu sebagai pendorong program pemerintahan untuk pemerataan kesejahteraan rakyat; fungsi pengendali, yaitu sebagai pengendali moneter oleh penguasa moneter ketika mengadakan OPT (Operasi Pajak Terbuka); fungsi fasilitas, yaitu memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan dana jangka pendek untk modal maupun keperluan lain.

Baca juga: Resume Artikel – Pengaruh Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Belanja

Instrumen Pasar Uang

Ada beberapa jenis instrumen surat berharga yang diperdagangkan di pasar uang, umumnya yang beredar antara lain:

  1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), adalah surat berharga yang diperjualbelikan dengan cara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga keuangan lainnya yang ditunjuk oleh BI.
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), adalah surat berharga berbentuk hutang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah.
  3. Deposito, adalah instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Bank atas simpanan nasabahnya dengan periode jatuh tempo dan tingkat suku bunga tertentu.
  4. Promissory Notes, adalah surat pernyataan kesanggupan membayar atas transaksi hutang piutang jangka pendek antara kreditur dengan debitur.
  5. Treasury Bills, adalah surat hutang yang diterbitkan oleh negara dimana jangka waktunya dibawah satu tahun.
  6. Banker’s Acceptance, adalah salah satu instrumen pasar uang yang digunakan pada kegiatan eksport dan import barang atau digunakan sebagai transaksi valuta asing (valas).
  7. Commercial Paperadalah Instrumen utang yang diterbitkan oleh perusahaan kepada investordengan tanpa jaminan (collateral), untuk membiayai kewajiban jangka pendeknya.
  8. Call Money, adalah Instrumen yang dipergunakan pada kegiatan transaksi pinjam meminjam sejumlah dana antar Bank untuk periode jangka pendek.
Baca juga: Fakultas, Jurusan, dan Prodi di Universitas Terbuka

Pengertian Pasar Modal

Menurut UU, No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, didefinisikan sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdanganga efek, perusahaan publik, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Efek adalah surat berharaga, yaitu surat pengakuan utang, surat berhgara komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek atas derivative dari efek.

Pasar modal pada dasarnya adalah tempat bertemunya pemilik dana dan pihak yang membutuhkan dana. Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan/inttusi pemerintah melalui perdangan instrumen jangka panjang seperti obligasi, saham, dsb. Transaksi pasar modal di indonesia berada di bawah pengawasan BAPEPAM-LK (Badan Pengawan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Trasaksi di pasar modal melibatkan tiga lebaga, self regulatory organization (SRO) yaitu bursa efek, lembaga kliring dan penjamin serta lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Pasar modal juga melibatkan perusahaan efek, lembaga penunjang, profesi penunjang, emiten, perusahaan publik, reksadana. Intrumen yang paling umum diperjual belikan, melalui BEI saat ini, adalah saham, obligasi, dan instrumen derivative, seperti kontrak opsi saham (KOS) dan kontrak berjangka indeks (KBI).

Baca juga: Kuliner Malang! Queen Apple yang Siap Berbagi Kisah dengan Queen Story

Teori pasar uang dan pasar modal

  1. Teori harga; bertugas untuk melihat terjadinya interaksi antara penawaran dan permintaan atas suatu produk baik barang maupun jasa dalam suatu pasar.
  2. Teori produksi; berfungsi untuk menganalisa biaya yang dibutuhkan untuk produksi dan tingkat produksi optimal yang bisa dilakukan produsen untuk mendapatkan laba yang optimal.
  3. Teori distribusi; membahas tentang tingkat upah atau upah yang harus dibayarkan kepada tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayarkan kepada pemilik modal, serta tingakat kemakmuran yang berasal dari pengusaha.

Contoh dari pasar uang dan pasar modal

Baca juga: Sistem Informasi bagi Kelangsungan Manajemen dalam Revolusi Industri 4.0

Bentoel TBK. Adalah perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai saham 85% pada tahun 2009 yang diakuisisi oleh British American Tobacco. Kemudian, pada awal tahun 2010 Bentoel Group menaikkan kepemilikan sahamnya hingga 99%. Namun, pada 2011, Bentoel Group resmi menjual 13% saham ke pihak UBS cabang London.

Bentoel termasuk ke dalam pasar modal karena, menerbitkan saham sebagai pernyataan modal dalam kepemilikan suatu perseroan terbatas/ emiten (PT). Kemudian pada 3 Januari 2017, PT. Bentoel menerbitkan obligasi senilai Rp. 13,99 triliun untuk membayar hutang kepada Rothmants Far. Sementara itu, sebanyak Rp. 1,98 triliun danan digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha PT. Bentoel Prima. Pinjaman akan digunakan untuk modal kerja dan pembelian bahan baku.Kemudian sisa danan sebanyak, Rp. 15,82 miliyar juga sudah digunakan untuk biaya jasa profesi penunjang pasar modal, biaya jasa keuangan, dan pengikutan kepada regulator. Dalam 9 bulan, Pt. Bentoel meraup pendapatan sebanyak Rp. 14, 3 triliun atau tumbuh sekitar 16,39%/ tahun.

Bentoel TBK, juga termasuk dalam pasar uang, karena PT. Bentoel menekankan pada pemenuhan dana jangka pendeknya, contoh dalam kegiatan produksi dengan produk tidak boleh lebih dari satu tahun. Bentoel juga membantu kesulitan keuangan dari pihak tertentu, contohnya pemberian lapangan pekerjaan.

Baca juga: Organisasi dan Mengapa Teori Organisasi Tak Layak Disebut Teori?

Pada tahun 2014, Bentoel menjual lebih dari 21,7 miliyar batang rokok/ 7% dari pangsa pasar Indonesia. Hal itu mengakibatkan GDP meningkat, yang dijadikan acuan perekonomian nasional. Ada beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan GDP, yaitu permintaan, apabila permintaan naik, maka perusahaan akan menghasilkan barang dan jasa yang banyak, begitu juga sebaliknya. Dan yang memengaruhi permintaan adalah ahrga, bila harga naik maka transakis akan membutuhkan uang lebih banyak. Tetapi, jumlah suplai uang tetap. Karena jumlah uang tetap, maka jumlah produk yang dihasilkan lebih sedikit. Jadi, jika suatu negara mengalami resesi ekonomi maka dipastikan harga yang berlaku di negara itu sedang naik.


Ditulis oleh Finaira dan Fauziaturrochmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here