Hal yang Harus Kamu Lakukan untuk Optimalisasi Kepenulisan

0

Ada banyak penulis potensial yang telah mengetahui segala tata kebahasaan, tapi dia justru belum lekas punya buku juga. Karena naskahnya tidak pernah selesai. Ada penulis yang baru mengenal seluk beluk tata kebahasaan yang baik, tapi naskahnya tak lekas naik cetak juga. Karena naskahnya tidak pernah selesai. Tetapi, saat beradu curhat, dia malah bilang bahwa sebenarnya ingin bukunya lekas selesai. Dari semuanya, apabila ditanya, jawabannya pasti selalu, “aku sibuk sama yang lain.”

Aku tanya, nih, memangnya kamu mau diperlakukan begitu?

Kamu ingin menjadi penulis sukses, lalu kegiatan menulis itu juga merupakan hal penting bagi kamu, lalu kenapa kamu tidak menyediakan waktu khusus untuk menulis? Padahal kamu bisa melakukannya untuk kegiatan yang lain. Menulis juga perlu konsentrasi waktu yang harus dipaksakan sejak awal. Sebagai orang yang berkeinginan dan beranggapan bahwa menulis itu penting, ingin menerbitkan minimal satu buku saja. Kamu harus memiliki komitmen kuat untuk menambahkan jam menulis di antara jadwal kesibukan kamu yang lain. Karena, jika kamu tidak memiliki komitmen untuk selalu berusaha menulis atau membiasakan diri untuk menulis. Kamu tidak akan pernah punya kecintaan terhadap dunia menulis, dan jangan berharap tinggi bahwa karya kamu akan terbit—terselesaikan dengan baik.

Nah, aku sudah merangkum hal-hal yang perlu dilakukan supaya kamu bisa meningkatkan imun diri terhadap komitmen memperbaiki dan meningkatkan produktivitas menulis.

  • Writing Time. Buatlah jam-jam khusus dimana kamu bisa berpikir tenang, sebagai jam menulis. Jadikan menulis sebagai kegiatan menyenangkan yang dapat menjadi proses terapi pemulihan diri dari segala kelelahan selama beraktivitas seharian. Kamu juga harus menyusun jadwal untuk mengetahui pola pergerakan kamu dalam beraktivitas sehari-hari. Nggak ada salahnya juga, kalau kegiatan menulis itu justru mengurangi waktu tidur kamu. Tapi, kamu harus tetap jaga kesehatan juga. Karena saat kamu sakit juga pasti akan membuat semua tugas kamu terbengkalai. Tips-nya, jaga pola makan dan pola istirahat secara teratur.

  • Disiplin. Dalam segala profesi, kalau kamu tidak disiplin, kamu tidak bisa menghasilkan hasil yang fenomenal. Begitu pun halnya dengan kegiatan menulis. Karena hal ini merupakan kegiatan yang harus diasah melalui kedisiplinan diri dalam menepati komitmennya. Untuk melakukannya, kamu bisa mulai dengan menuliskan jadwal, semisal kamu ingin menulis tiap hari minimal 300 kata. Atau hal-hal yang kamu harus lakukan untuk mendisiplinkan diri dengan kebiasaan menulis.
  • Jangan menunda. Hal ini merupakan hal yang sangat krusial. Kamu tahu, bahwa menunda adalah pekerjaan yang merugikan. Kenapa? Pada saat kamu mendadak memiliki ide yang kamu rasa adalah ide cemerlang, ide brilian. Tetapi, saat itu kamu sedang malas melakukan apa pun, dan hanya berguling-guling tidak jelas di atas kasur dengan men-stalking akun instagram gebetan. Lalu, kamu memustukan untuk tidak segera menuliskan ide itu, dan tetap melanjutkan kegiatan bermalas-malasan kamu itu. Itu adalah hal buruk. Karena kamu bisa saja kehilangan ingatan akan kemunculan ide brilian itu. Dengan tidak menunda, semisal kamu ada dalam perjalanan, kamu bisa memanfaatkan juga waktu-waktu yang akan terbuang begitu saja tanpa berkarya kalau kamu tidak memanfaatkannya.

  • Prioritas. Semua orang pastinya memiliki beragam kegiatan yang dilakukan, di waktu yang berdekatan. Nggak salah, kok, itu hal luar biasa malahan. Kamu harusnya mulai mengeja satu per satu dari segala kegiatan kamu, kamu harus bisa mengelola waktu kamu dengan baik. Dan aku yakin, bahwa kamu merupakan orang yang beruntung, karena dapat memilih sesuatunya yang baik atau buruk menurut kamu. Gunakan beragam pertimbangan, mulai dari penting atau tidaknya kegiatan lain dibandingkan menulis. Selain itu, kamu juga harus bersikap tegas terhadap skala prioritas yang telah kamu tetapkan sejak awal. Karena itu, cukup hindari hal-hal yang tidak perlu. Atau respon sesingkat-singkatnya.
  • Motivasi. Tiada hati yang tidak membutuhkan perasaan. Dan seorang penulis juga membutuhkan apa yang ditulisnya. Percayalah, bahwa dengan mendengar komentar pembaca terhadap karya yang kamu buat, akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi tiap orang yang mengetahuinya. Tetaplah semangat mengasah keterampilan menulis, dan pikirkan hal yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here