Apa Enaknya jadi Penulis? Dijamin Kamu Langsung Pengin Menulis

0

Kegiatan menulis sendiri bukanlah kegiatan asing yang tidak pernah dilakukan, bukan? Semua orang pasti pernah menulis, meskipun itu hanya kegiatan menulis status di Facebook, atau menulis caption sederhana di Instagram, atau ikutan nimbrung dengan segala macam curhatan singkat di Twitter atau kegiatan menulis di media sosial yang lain.

Hal yang kamu lakukan bukanlah hal yang sia-sia, loh! Coba bayangkan jika semua status kamu itu dikumpulkan sejak pertama kali kamu membuat akun? Bisa jadi buku itu, andaikata kamu menuliskannya dengan cara yang lebih manis.
Cara lebih manis seperti apa?

  • Kamu pernah nggak, sih, mendadak merasa risih dengan teman satu bangku kamu yang selalu bau keringat padahal sedang musim hujan dengan suhu hingga 20 derajat celsius? Dan kamu pasti berada dalam posisi nggak enak, kalau mau langsung bilang ke teman kamu itu yang andaikata dia mudah tersinggung. Kamu nggak mungkin, kan, bilang ke teman satu bangku kamu itu langsung, hey! Bau, minggir! Kalau kamu lakukan itu? Apa yang kamu lakukan kepadanya itu jahat!Padahal kamu bisa saja, menuliskan tips dan trik dari mengatasi bau keringat berlebih pada badan. Terus kamu posting di blog pribadi kamu, atau di media sosial kamu, lalu kamu kasih tahu ke teman satu bangku kamu kalau kamu punya karya yang bisa dia baca. Kamu bisa kasih tips ke dia, tapi jangan dikerjain, ya. Lalu dia bisa menerapkan tips itu, tanpa kamu harus menyakiti perasaan dia.
  • Mengabadikan nama orang spesial, di tempat yang nggak akan dicurigai oleh siapa pun. Kamu pasti pernah naksir sama seseorang, meskipun cuma sekadar kagum. Tapi, kamu pasti pernah merasakan debaran asmara yang sedikit demi sedikit mulai mengganggu kamu. Kamu bisa loh, menuliskan bagaimana perasaan kamu di tulisan. Lalu saat ditanya, “itu kakak yang jago silat, itu, ya?” Kamu bisa dengan santai jawab,” kan itu cerita fiksi, gengs.” Ini adalah tips sederhana, kan?
  • Tempat pelampiasan rasa untuk media halu. Menulis cerita juga bisa membuat kamu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak menulis. Misalnya saat kamu nge-fans sama Oppa-Oppa Korea atau Unnie-Unnie kece. Dan misalnya saja, kamu merasa malu untuk secara terang-terangan menunjukan bahwa kamu menyukai mereka. Atau kamu punya imajinasi tentang kisah percintaan kamu dengan mereka yang disebut bias kamu itu. Tuliskan saja apa yang muncul dari dalam kepala kamu, dan mulai merangkainya perlahan. Jangan pedulikan dulu PUEBI dan segala macam tata kebahasaan. Yang penting, mulai saja dulu.
  • Jadi orang yang malas cari gara-gara dengan para pendukung partai, tapi pengin komentar soal politik. Mudah! Kamu buat saja cerita tentang kehidupan para politikus yang sedang tren, lagipula kalau ceritanya jadi, kan kamu bisa numpang promosi karya. Meskipun, ada saja pihak yang nggak setuju dengan apa yang kamu lakukan.
  • Abadi. Kamu pernah kan mendengar kutipan dari kalimat Pramoedya Ananta Tour? “Menulis adalah pekerjaan untuk keabadian.” Atau kamu pernah menonton film The Fault in Our Stars dari novel fenomenal John Green? Yang dimana si Augustus Water menyatakan bahwa, “hal yang paling aku takutkan dari kematian adalah terlupakan.” Kamu pun pasti pernah terlintas dalam pikiran kamu, apa yang akan kamu tinggalkan untuk orang-orang yang mengenal kamu? Stop! Jangan mikir terlalu jauh. Kamu bisa mulai menulis dan menjadi seseorang yang mengukir jejaknya di Bumi, kalau bukan kamu yang mengabadikan diri kamu sendiri. Lalu siapa lagi? Meskipun tidak semua orang mengenali kamu, tapi pasti ada beberapa orang atau setidaknya satu orang yang mengingat kamu. Bahwa kamu pernah berada di Bumi dan menulis sebuah kebaikan.
  • Ibadah. Ini adalah hal terpenting yang akan kamu dapatkan dari menulis. Setelah menulis membuat kamu tidak akan hilang dari peradaban, kamu juga bisa melakukan ibadah dengan menjadi penulis. Kamu tahu? Dengan membagikan sebuah amanat dalam cerita yang kamu tulis, hal tersebut, pasti bermanfaat untuk orang lain. Yakinlah, bahwa di luar sana karya kamu pasti menjadi inspirasi bagi orang lain. Dan hal itu juga menjadi tanggung jawab kamu sebagai penulis untuk selalu mengingatkan orang terhadap kebaikan. Bahwa kamu sebagai penulis adalah ada untuk memberikan amanat dari literasi yang berkeadaban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here