Novel Finaira – Mengapa Cinta Harus Jatuh Bagian Dua

2

Dua: Perfect Tsundere

Warna-warni pelangi membuat sore terasa cerah bagi insan yang menikmati indahnya pelangi. Tidak terkecuali Denna, ia yang menyukai warna-warni pelangi. Tapi, ia lebih mencintai warna cokelat. Hazel.

Mitosnya yang berkata bahwa pelangi adalah sesosok naga yang meminum air di telaga karena ia lelah berhamburan kesana kemari dan ia ingin merebahkan tubuhnya sejenak di atas telaga dan meminum air telaga yang segar dan tak akan habis meskipun ia meminumnya. Tetapi naga itu berebut dengan berbagai warna bidadari yang turun dari kayangan untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah karena bekerja dan melayani Dewa.

Bidadari itu sangat cantik dengan selendang yang membuat ia bisa turun dan kembali ke kayangan tempat mereka berasal. Lalu mereka menyegerakan membersihkan diri untuk secepatnya bisa kembali ke kayangan melayani Dewa mereka kembali.

Tetapi sang imuwan alam merebut kebahagiaan para bidadari yang sedang membersihkan dirinya karena penat mengurusi Dewa mereka yang meminta banyak sekali permintaan pada mereka. Naga yang lelah dan haus karena berterbangan kesana kemari tak ada habisnya  mencari apa yang tak pernah terkisahkan dalam dongeng manapun.

Bagaimana mungkin ada seekor naga dan beberapa bidadari bukankanhpelangi hanyalah biasan air hujan oleh cahaya matahari saja?

Lalu mengapa para bidadari itu mandi?

Bukankah mereka sudah terlihat sangat cantik meskipun tidak mandi? Bukankah naga mempunyai cadangan air minum di dalam tubuhnya yang panjang itu tanpa harus datang secara bersamaan dengan para bidadari yang membuat air hujan bertabrakan dengan cahaya matahari yang membuat air itu menjadi berjuta partikel warna. Lalu bagaimana bisa si Bidadari itu membawa emas sebanyak sarkofagus di ujung cahaya dari selendang warna-warni mereka?

Semua terdiam tanpa suara saat Denna memasuki aula yang niatnya hanya ingin duduk di belakang dan menyaksikan bagaimana sesi penyuluhan tentang kesehatan bisa berlangsung dengan lancar oleh anggota PMR.

“Adik-adik, hati-hati di jalan iya? Besok adalah hari terakhir kita menjalankan MOS yang menyenangkan ini, jangan terlambat iyaa?” tegur sapa yang ramah dari panitia yang bertugas menutup acara siang hari ini.

Bukan. Bukan karena Denna masuk aula lalu acara langsung selesai.

Ada banyak mata yang memandang ke arah Denna, dan ia merasakan kehadiran berpasang-pasang mata itu. Denna mencoba untuk biasa saja dalam menyikapi segala hal, termasuk orang-orang yag memandangnya.

“De, kamu bener-bener buat peserta MOS takut ya sama kamu, padahal kamu nggak ngapa-ngapain lhoo? Gimana caranya?” tanya Alda

“Ahh, apalah itu?” Mengibaskan tangan seraya menyabet laptop dan tasnya untuk bergegas menuju sebuah tempat yang Denna sukai. Kelas.

Denna cukup menakutkan jika dipandang dari satu sisi tetapi akan mempunyai sudut pandang dan hampir menjadi orang yang benar-benar berbeda di lain sisi. Menjadi dua kepribadian yang berbeda itu cukup menyulitkan, apalagi kepribadian yang sangat bertolak belakang. Tidak ada yang menyadari kehadiran Denna di sekeliling mereka. Mereka hanya mengenal Denna dari satu sisi saja, sisi yang lain? Bagaimana mereka bisa tahu?

Garden Killer: Haruskah aku mengekang waktuku sendiri dengan hal yang tak pernah kuhargai sebelumnya, kak.

Mr. Cappucino:Jangan lakukan apapun yang bisa melukaimu. Aku tidak suka.

Garden Killer: Hmm, selalu saja.

Mr. Cappucino: Ganti display name kamu!

Garden Killer: Datang ke sini.

Mr. Cappucino: Untuk? Hmm, aku tahu. Kamu merindukanku.(Big-Hug)

Garden Killer: Aku akan membunuhmu.

 [Read]

_finaira_

Chapter sebelumnya: Mengapa Cinta Harus Jatuh Bagian Satu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here