Balada Aku dan Nama Blog aka Nama Pena

3

Sejak awal bergelut di dunia kepenulisan hingga kini, aku masih belum yakin tentang dua hal, yaitu: genre kesukaanku dan nama pena aka nama blog. Karena dua hal itu bukanlah hal yang bisa ditemukan begitu saja, kan, jadi aku memilih untuk mencoba segala yang kusuka pada tiap masanya. Pada saat SD aku menggunakan nama pena Ellozhavetha Tyeaanze. Lalu waktu SMP, nama penaku berganti lagi karena kuanggap nama saat SD adalah alay, menjadi Tyeanetha Casandra dan berlanjut hingga awal SMA.

Di masa SMA inilah aku mulai membuat blog karena Raditya Dika berkata, “hari gini nggak tahu blog itu apa?”

Beberapa nama yang kugunakan seiring berjalannya waktu di SMA cenderung tidak berlebihan dan sederhana. Mungkin karena jiwa dan tren nama berhuruf kecil besar sudah nggak hot lagi. Jadi aku lebih memilih nama yang kusukai dan mudah pelafalannya, tetapi juga punya arti di baliknya. Lihat, kan, aku mulai dewasa … Hahaha 😂

1. Nama Blog – Dean Septian

Ini dia nama blog sekaligus nama pena pertamaku. Mengambil dari nama panggilan di rumah ‘Dean’ dan sepenggal nama asliku ‘Septian’. Kurasa ini nama paling normal dan bisa kuterima dengan akal sehat. Dean sendiri panggilan rumah yang berasal dari kata Adek Ian. Blog pertamaku masih menggunakan domain publik dan sekarang sudah tiada lagi peredarannya. Selain itu, nama Dean Septian ini juga jadi awal mula aku menerbitkan buku secara cetak berjudul Kamboja Cendana

2. Nama Blog – Deekamisama

Nama pena kali ini muncul karena aku sedang suka-sukanya menonton anime, terutama si Kamisama Hajimemashita dan anime bertokoh dewa atau iblis lainnya: No Game No Life, Noragami, Nanatsu No Taizai, Zero, Tokyou Ravens, Black Butler, Mahoutsukai no Yome, dan sebagainya. Munculah nama ‘Kamisama’, lalu nama ‘Dee’ adalah panggilan rekan-rekan saat itu yang berasal dari nama Dean.

3. Nama Pena – Dee Fin

Nama pena satu ini nggak kugunakan dalam nama blog, tetapi kugunakan sebagai nama pena keduaku dalam 2 buku cetak: Ambilkan Bulan, My Beloved Niqobi (AT Press version), dan Anomali Cinta. Nama pena ini kugunakan kurang lebih selama 1 setengah tahun sejak SMA sampai akhir tahun pertama kuliah, sekitar antara awal tahun 2017-awal 2018.

Kata ‘Fin’ sendiri muncul karena anime juga, yaitu dalam bahasa Prancis dan beberapa bahasa Latin lainnya yang berarti ‘selesai/akhir/tamat’. Kata Fin sendiri digunakan di akhir film buat menunjukkan kalau film itu sudah selesai. Tradisi ini muncul di eranya film bisu di setiap film di Prancis. Lalu karena aku juga menyukai negara bernama Finlandia (beberapa buku menyebutkan itu berarti Tanah Terakhir), akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan nama itu.

4. Nama Blog – Finaira

Nama ini kemudian muncul di awal 2018 menggantikan nama Dee Fin, agak sayang sebenarnya. Setelah bergabung di FLP Malang, aku memutuskan mengganti nama penaku. Bukan, bukan karena FLP. Tetapi, aku adalah pribadi yang cenderung tidak mau ada orang dengan nama serupa di bidang serupa. I mean, siapa yang nggak kenal nama Dee? Iyap, Dee Lestari. Meskipun beliau adalah penulis yang kukenal sejak 2018, rasanya aku seperti berat menyandang nama serupa itu. Hahaha, tanpa prestasi gemilang pula.

Akhirnya kumenemukan nama Aira, yang sebenarnya itu adalah nama orang yang menginspirasiku. Hm, kalau kamu stalking akun Instagramku, pasti akan menemukan puisi berjudul ARA. Iya, itu dia. Nama pena kali ini juga kugunakan dalam blog baruku, dengan domain publik di WordPress. Aku mulai aktif di dunia blogging dan mulai berkenalan dengan para blogger di Malang.

Berkat Mbak Zie dari FLP Malang pula aku akhirnya memutuskan membeli private domain yang kugunakan hingga saat ini. Ini merupakan titik balik di kehidupanku, hahaha, karena akhirnya kupaham bahwa jadi blogger bisa dapat duit. Nama ini juga akhirnya kugunakan dalam satu buku berjudul My Beloved Niqobi (Cabaca version). Kamu bisa membaca novelnya di sini.

5. Nama Pena – Finaira Kara

Aku akan melupakan sebap apa yang membuatku kembali mengganti nama, itu cukup memalukan. Aku akhirnya menemukan arti dari kata ‘Aira’, yaitu berasal dari bahasa Sansekerta (ऐरा) yang berarti makanan berlimpah/rezeki berlimpah dan seseorang yang tidak dimiliki siapa-siapa (bukankah sangat cocok dengan kata Blogger Jomlo? Hahaha, ini sangat kebetulan sampai aku mau menyebutnya takdir).

Sedangkan dalam bahasa Arab, Aira (آيرا) berarti berhasil dengan baik. Kemudian, kata ‘Kara’ sebenarnya tidak sengaja kutambahkan karena sedang belajar bahasa Turki. Kata ‘Kara’ sendiri punya banyak arti di berbagai bahasa. Tetapi, aku menyukainya dalam bahasa Turki, karena harapanku yang ingin tulisanku, blog-ku, dan media sosialku menjadi teman bagi semua orang.

Berikut arti nama Kara dalam berbagai bahasa: 1) Bahasa Denmark dan Yunani, artinya murni. 2) Bahasa Turki, artinya teman. 3) Bahasa Sansekerta, artinya sinar cahaya.

Yah, itulah arti nama blog aka nama pena yang kugunakan dari waktu ke waktu. Hari di saat aku menulis tulisan ini, sebenarnya sudah cukup kuat untuk mengganti nama pena lagi karena nama ‘Finaira’ yang sulit diucapkan bagi banyak orang (red. Pak Ojol yang sering dikebut waktu) menjadi Fanara, Finara, Fainara, dsb.

Namun, akhirnya kuputuskan untuk tetap menggunakan nama ini karena sangat merepotkan buat mengganti semua akun media sosial, email, dan link media sosial yang tersebar di banyak plattform blogger. Jadi, kutahan menggunakannya seperti aku mensyukuri nama ini di awal. Aku selalu berpikir bahwa nama blog kali ini bukankah sangat indah?

Jadi, aku harus menjadikannya lebih indah, karena nama blog itu milikku dan nama yang akan diucapkan olehmu. Kyaa!

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here