Muslimah Bisa Olahraga? Pakai Baju Syar’i Mau Olahraga?

16

Kok dari judul saja, kesannya seperti judgement terhadap muslimah yang berpakaian syari, ya? Cerita sedikit tentang muslimah yang sudah memutuskan untuk berpakaian serba longgar nan lebar, juga yang ingin atau sudah bercadar. Jangan karena cadar dan pakaian, ukhti tidak menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, loh. Bisa remuk nanti kalau harus melakukan pekerjaan rumah dan qadarullah, tubuh jadi terasa lesu tanpa tenaga. Apalagi yang sudah berkeluarga, kan aktivitasnya jadi lebih banyak mulai dari mengurus pekerjaan rumah, sampai mengurus anak, juga mungkin yang beraktivitas di luarkerja semisal.

Ribuan aktivitas harian tersebut apakah nggak menghasilkan keringat? Oh, tentu saja. Tapi, beda sama olahraga. Karena geraknya teratur bersama hitungan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh. Apa saja manfaatnya olahraga? Banyak sekali, mulai dari tubuh jadi segar dan bugar, pikiran terus segar dan senantiasa berpikir positif, tidak mudah terserang penyakit lelah, letih, lesu, lunglai, dan tak berdaya. Dan satu lagi, bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi anak-anak, loh. Jadi jangan malas-malas berolahraga.

Nah, cerita sedikit soal malas berolahraga, beberapa waktu lalu sempat baca tulisan di blog Mbak Rindang Yuliani yang bercerita soal alasan malas berolahraga, salah satunya karena malu. Olahraga kok malu? Iya, karena bagi masyarakat di desa yang masih jarang melihat aktivitas kebugaran semacam lari sore atau senam aerobik barengan Ibu-Ibu PKK, pasti akan menengok dari ujung kaki ke ujung kepala.

“Ini orang mau ngapain, sih?”

Well, hal tersebut juga sering banget Fin alami di rumah, secara gitu, ya, Fin juga tinggalnya di desa. Terlebih ketika sekarang Fin sudah bercadar dan berpakaian serba longgar, orang-orang pada tanya itu nggak salah kostum, ya? Kalau sebelum Fin bercadar, pandangan mereka masih okelah meski tetap saja seperti melubangi punggung. Tapi, ya karena Fin keseringan bodo amat sama tanggapan tetangga, selama Fin olahraganya nggak menghancurkan rumah mereka. Beberapa waktu ini, Fin masih sering lari tiap sore dan pagi hari, malu sama pelatih silat kalau nggak olah tubuh. Sudah jarang ikut latihan wajib, jarang olahraga pula. Hahha.

Dari omongan tetangga yang sering melirik aneh sama Fin, pada akhirnya risih juga, kan, ya? Meskipun tetangga lama kelamaan juga akan berpikir biasa saja, kalau Fin tiap hari lari. Nah, akhirnya Fin mencari solusi lainnya untuk menggantikan aktivitas olahraga yang rutin Fin lakukan di pagi dan sore hari. Bagaimana caranya, supaya keringat dari kolesterol dan lemak yang dibakar dalam tubuh saat rutin lari pagi dan sore tetap bisa keluar dengan jumlah yang sama, meski aktivitas olahraganya berbeda. Apa saja solusinya?

1. Lakukan gerakan gymnastik di rumah
Gerakan-gerakan yang biasa dilakukan saat pemanasan sebelum latihan silat, jadi pilihan Fin. Hal ini berfungsi untuk membakar lemak dalam tubuh dan tentu saja meregangkan otot-otot di pagi hari. Biasanya Fin lakukan gerakan sederhana ini di pagi hari, sekitar pukul 6 pagi. Gerakannya sederhana, seperti plank, push-up, sit-up, pasang kuda-kuda (posisi siap dalam silat), dan beragam gerakan sederhana lainnya.

Dalam sehari nggak harus rutin dilakukan pada jam yang sama, kok. Hanya saja, bagi yang pertama kali mencoba memang biasanya seluruh tubuh rasanya akan nyeri dan ngilu. Namun, harus dilakukan rutin setiap hari, meski badan sedang ngilu-ngilu, karena rasa ngilunya akan lebih cepat hilang kalau dilanjutkan.2. Bersepeda
Olahraga satu ini memang mudah sekali dilakukan, meskipun Fin masih baru-baru ini coba bersepedakarena baru bisa naik sepeda, hahha. Terlihat sepele memang, tetapi saat rutin dilakukan pasti akan membuahkan hasil di tubuh. Awal bersepeda mulai dari jarak yang dekat dulu, keliling lapangan terdekat semisal. Kalau di desa Fin ada sekitar 5 lapangan terdekat yang bisa dikunjungi, banyak juga, ya.3. Aerobik
Nah, untuk mengganti rutinitas olahraga yang kesannya berkutat di rumah dan lingkungan sekitar. Supaya tidak bosan dalam melakukan olahraga, biasanya Fin ikutan senan aerobik khusus Ibu-Ibu di berbagai tempat. Meskipun Fin masih belum berstatus sebagai Ibu-Ibu, ikutan sehat boleh, kan. Kegiatan senam aerobik ini sering diadakan di dekat lokasi Fin tinggal, mulai dari di kantor desa yang biasanya diikuti Ibu-Ibu PKK dan sekitarnya. Nggak selalu senam aerobik yang diadakan, akhir-akhir Zumba sedang populer di masyarakat Tumpang.

Lalu di lapangan Rampal, ini termasuk jauh dari lokasi tinggal Fin, tetapi dalam sekali sebulan biasanya Fin selalu menyempatkan untuk hadir. Untuk jadwalnya sendiri, yang selalu ramai di hari Sabtu dan Minggu pagi. Kalau sore nanti ketemu sama Pak Tentara lagi latihan, dong.

Ada lagi di lapangan kanjuruhan, meski terbilang jauh, Fin lebih sering ke lapangan kanjuruhan daripada ke lapangan rampal, sekalian update info Arema dan cari inspirasi untuk jalan-jalan kuliner di daerah Malang. Yang selalu ramai saat hari Minggu pagi.4. Jelajah
Psst! Ini benar-benar jelajah, loh. Fin itu termasuk orang-orang yang suka jalan-jalan, apa pun medannya pasti go ahead. Jelajah juga termasuk olahraga, loh. Dari sekian banyak rutinitas Fin mulai kuliah sampai nulis, Fin selalu menyempatkan diri untuk mengajak adik Fin untuk eksplorasi lingkungan tempat tinggal kami. Biasanya, kami pergi ke lokasi wisata dengan jalan kaki melalui wilayah perkampungan, persawahan, sampai yang loncat-loncat sungai. Mbolang beneran ini, mah, mbocah ngilang.

Bukan hanya untuk refreshing, tetapi sebagai Google Local Guide yang sedang ingin meningkatkan poin, akhirnya dapat dimanfaatkan untuk selalu update dengan lingkungan terdekat. Kegiatan ini juga bisa dibarengi dengan mengikuti event-event seperti jalan sehat bersama. Meski jauh, nggak bakalan kerasa capeknya, walau pas malam baru kerasa.Dari empat opsi yang Fin lakoni untuk mengganti lari di lingkungan sekitar, yang paling sering Fin jalankan secara rutin yaitu di opsi nomor satu dan dua. Karena yang pertama, tidak perlu keluar rumah atau keluar kamar bahkan. Dan lagi, itu merupakan olahraga yang sederhana dan hemat duit banget—kalau haus tinggal minum, tanpa harus menjaga kesehatan mata saat berkeliling tengok makanan yang dijual sepanjang jalan. Jadi, bisa sekalian menerapkan anjuran Rasulullah bahwa perempuan selayaknya tetaplah di rumah, menjaga iffah dan izzah.

16 COMMENTS

  1. Kebanyakan masyarakat kita pada umumnya memang masih blm terbuka pola pikirnya, hanya karena melihat tampilan org lain berbeda pasti auto nyinyir…. Saya juga punya teman bercadar malah dikatain si ninja, kan lucu…. Hehehee yg smngat terus olahraga nya ya fin, semoga artikelnya dapat menginspirasi kaum wanita yg berpakaian syar’i agar tidak malu berolahraga. Bravo

  2. Tak ada masalah sih sebenarnya menurut saya berolah raga di luar, pakaian olahraga untuk akhwat juga sudah banyak. Tapi kayaknya lebih asyik kalau olahraganya ramai-ramai, atau ditemani mahram, kalau sendirian lebih baik muslimah olahraga di rumah aja *IMHO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here