Novel Finaira – Mengapa Cinta Harus Jatuh Bagian Tiga

0

Tiga: Mimpi dan Dia

Terlihat di gerbang Denna masuk dan berjalan setelah ada deru mesin sepeda matic terdengar halus di keheningan dini hari pukul 04.00 WIB. Suara derekan gerbang terdengar sedikit membuka, lalu disambut dengan dinginnya udara dini hari. Seharusnya masih berada di rumah dan mendekam di balik selimut tebal.

Kasur empuk yang berasa roti berbalut keju berisi daging manusia.

Pagi ini terasa begitu dingin hingga membuat Denna merasakan kedinginan di Ruang OSIS ia duduk dan mendekat dengan seorang teman lawan jenisnya, Rio. Ia cukup dekat dengan Denna, ya jika dibandingkan dengan teman yang lain. Rio memang dinilai cukup mengenal Denna.

Meskipun pada akhirnya Denna tidak merasa dekat dengan siapapun.

Denna terlihat kedinginan dan tingkahnya dilihat oleh Firman. Tidak membuat waktu mengisi kekosongan hati dan suasana, Firman pun mendekati Denna dan bersandar di sofa Denna bersandar. Firman mencoba untuk mendekati Denna secara diam-diam. Denna tidak menggubris apa yang dilakukan Firman di sisinya. Denna hanya sedang kedinginan dan mencoba menghangatkan dirinya di samping Rio. Entah kesepakatan apa yang dibuat oleh Faqih dan Rio, saat Faqih masuk ke Ruang OSIS Rio tiba-tiba bergegas dari tempatnya dan membiarkan Denna bersandar di sofa dengan Firman.

5 menit berlalu.

10 menit berlalu dengan hal yang sama.

Hingga Mekky datang dan membuat pengumuman untuk segera melakukan tugasnya masing-masing sesuai brieving pada sore hari kemarin. Tapi Denna masih merasa nyaman dengan apa yang dilakukanya dini hari ini. Firman pun tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya saat ini.

Seakan ada malaikat yang menahan mereka untuk beranjak.

Seperti para makhluk tak kasat mata dengan berbagai bentuk pun ikut menahan mereka bersama para malaikat dan dewa yang diurus para bidadari pembuat pelangi. Hingga waktu pun berjalan begitu lambat membuat mata mereka tidak bergeming sedikitpun. Rio mengejutkan mereka berdua dibantu Faqih. Mereka berdua hanya mengedipkan kelopak mata mereka dan kembali meneruskan mimpi-mimpi pelangi mereka berdua di bantalan yang sama dengan mimpi yang berbeda tetapi satu tema.

Mereka hanya bercerita dalam dunia bawah sadar mereka.

Bahwa mereka tengah bersama.

04.45 WIB

Mereka pun terbangun dengan sendirinya, entah itu karena para malaikat sudah menyadari bahwa mereka seharusnya tidak bekerja sama dengan para tak kasat mata. Para dewa mungkin sudah mulai lelah atau memang waktunya mereka untuk beristirahat dan membiarkan para bidadari merawat tubuh renta mereka.

Waktu pun sudah mulai letih untuk terus berjalan lambat, karena akan mengubah sejarah apabila waktu terus berjalan lambat dan tidak memperdulikan semua hal di sekitarnya. Sementara itu para peserta sudah mulai berbaris rapi di lapangan untuk melaksanakan apel pagi di hari terakhir pelaksanaan MOS tahun ini.

Firman terbangun dari mimpi indahnya, lalu ia mengguncangkan tubuh Denna. Isyarat untuk membangunkannya. Denna pun tersadar dari mimpi-mimpi yang ia bangun dengan seorang lelaki tanpa ia jelas ingat bagaimana rupanya.

“De, sudah pada datang pesertanya, ayo bangun,” sapanya lembut.

Tiada disangka orang pertama yang akan dilihat Denna adalah Firman setelah mimpi indahnya. Entahlah apa yang dipikirkan oleh Denna saat itu yang jelas ia ingin segera beranjak dan terlihat rapi di depan peserta MOS. Denna segera bersiap begitu juga dengan Firman, hari ini Denna beralih dari tugas utamanya. Hari ini Denna sedang menjalankan tugasnya sebagai seorang kru majalah sekolah yang lebih dikenal sebagai fotografer di sekolahnya.

Hasil foto dari Denna memang luar biasa dan memikat hati, seperti foto itu bercerita. Memang, dunia Denna adalah sebagai seorang jurnalist. Terbukti dengan prestasinya di bidang jurnalist yang membuat namanya cukup melambung di sekolahnya dan di kalangan jurnalist kota madya tempat Denna tinggal. Saat ini Denna sedang populer dengan profesinya sebagai pengisi content website yang sedang booming di pasaran. Denna juga sedang menyelesaikan sebuah novel keduanya setelah sukses di novel pertamanya.

Tetapi Denna tidak pernah mendengarkan gumaman orang-orang disekitarnya. Apalagi saat Denna sedang bekerja, maka apapun yang mengganggunya akan menerima bagaimana suhu yang lebih dingin dari kutub selatan.

Ia adalah manusia sedingin es dan sekeras batu baja.

Denna selalu serius dengan apa yang ia kerjakan termasuk saat ia berkata kepada siapapun ia selalu serius dan tak pernah bercanda. Karena Denna menganggap waktu itu adalah hal yang tak boleh dia sia-siakan.

Denna menjadi kebanggaan sekolahnya, ia sudah menjadi jurnalist muda yang mampu menjadi news angker di salah satu televisi nasional dengan budget yang tidak sedikit setiap ia mengudara dengan berita luar biasa yang ia tulis sendiri tentunya. Denna mempunyai jam terbang yang padat namun ia tetap memenuhi jam-jam pelajaran di sekolahnya tanpa kurang suatu apapun. Nilai-nilainya pun selalu memuaskan.

Mungkin karena ia terbiasa bersikap formal di depan layar kaca dan berita yang ia liput selalu bersifat serius maka Denna bersifat sama seperti beritanya.

Serius. Fakta. Dingin. Cepat. Luar Biasa.

Apalagi jika menyangkut hal-hal mengerikan seperti pembunuhan.

Entah mantra apa yang diberikan oleh orangtuanya, sehingga membuat Denna bisa membuat berita dan tulisan-tulisan yang luar biasa setiap saatnya meskipun dalam waktu yang singkat. Apalagi saat ia mengikuti lomba di bidang itu, misal saja ia pernah menjuarai Lomba Mading Tingkat Nasional. Denna juga pernah menjadi the best of public speaker, ia juga dilantik sebagai Duta Pers. Denna selalu saja menghasilkan hal yang luar biasa, setiap karya yang dihasilkan pasti selalu dihargai mahal oleh penikmatnya.

Multi talenta.

Tapi, siapa yang mengetahui setiap misteri yang sebenarnya terjadi di setiap berita disampaikan. Publik bebas beropini bukan? Meskipun terkadang berita yang disampaikan, jauh dari kenyataan.

Bahkan saat diketahui, kenyataan itu sangat mencengangkan.

Denna terlihat tenang saat menjadi fotografer di hari terakhir MOS, di acara demonstrasi ekstrakurikuler sekolahnya. Semua ekstrakurikuler mendemonstrasikan bidangnya masing – masing. Termasuk ekstrakurikuler yang diikuti Denna. Jurnalistik. Mereka sengaja tidak mengikutkan Denna kedalamnya, karena Denna pasti menolak tawaran itu. Denna tak pernah mau menyapa atau sekadar bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Dingin.

“Ehh, itu Kak Denna kan? Yang pegang kamera tuhh?” tanya salah seorang peserta MOS kepada rekannya.

“Iya, kenapa?”

“Cantik iya? Pinter, berwibawa lagi.”

“Dingin dia, sombong, nggak pernah bercanda.”

“Emang dia kayak gitu?”

“Sayangnya…iya.”

“Coba dia murah senyum, ramah, pasti banyak banget yang naksir dia.”

“Dia begitu saja udah banyak yang naksir.”

“Aku nggak jadi, deh.” Obrolan mereka dikagetkan dengan hadirnya Johan di antara mereka.

“Ssstt…! Ngomongin kak Denna iya?!!”

“Eh! Ada kak Johan, hehhe iya kak.”

“Jangan pernah kalian ngomongin yang jelek tentang Denna.”

“Iya, iya kak Jo … Maaf.”

Mereka pun menikmati persembahan dari ekstrakurikuler yang sedang menyajikan demonstrasi mereka. Johan memang selalu menjaga nama baik Denna di mana pun ia berada, jika ia mendengar ada omongan yang kurang baik tentang Denna, ia pasti langsung marah dan menghentikan obrolan buruk itu. Hal itu dilakukan Johan bukan karena Johan adalah saudaranya yang berusaha menjaga nama baik Denna.

Johan juga bukan pacarnya, bahkan ia pun tak pernah menggubris keberadaan Johan.

Johan kakak kelas Denna, sekaligus berkeinginan untuk menjadi orang yang terdekat dengan Denna, meskipun hanya sebatas sahabat. Tetapi keinginan itu rupanya harus ditepis jauh-jauh oleh Johan karena hal itu akan sangat sulit terwujud, karena Johan sendiri tahu bagaimana sifat dari Denna yang seperti tidak ingin berteman dengan siapapun.

Selama satu tahun Johan berusaha mendekatkan diri kepada Denna, tapi yang diperoleh Johan hanya sapaan ,“hai? Kak.” Saat bertemu di jalan, hal itu sudah menunjukan kepedulian Denna terhadap Johan.

Setiap hari Johan membuatkan sarapan untuknya, menebarkan cinta dihati Denna. Hati wanita pasti luluh saat ada lelaki berlaku seperti itu, tapi Denna tak bergeming sama sekali dengan hal-hal yang dilakukan kepadanya oleh Johan.

Waktu benar-benar mempertemukan segalanya, Denna mulai membuka hati kepada Firman dan Johan. Denna mulai tersenyum kepada dua makhluk Tuhan itu saja, hingga Denna menghitung seberapa banyak ia tersenyum dan tetap fokus pada pekerjaan yang ia geluti saat ini.

Denna mencoba membuka hati, hingga ada satu lelaki lain yang mulai mendekatinya dengan senyuman tiap paginya di sekolah, setiap saat dia melihat Denna. Dimanapun Denna, dan sedang apapun, setiap tempat seperti selalu ada dirinya. Seperti memang waktu telah mempertemukan keduanya.

Bukan!

Tapi Tuhan telah membuat Denna bertemu dengan waktu yang membawa seseorang untuknya.

Meskipun, hatinya telah terikat sejak lama.

Untuk selamanya.

_finaira_

Chapter Sebelumnya:

Mengapa Cinta Harus Jatuh Bagian Satu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here