Menulis Esai, Sejarah dan Klasifikasi Jenisnya Beserta Contoh

0

Di tulisan sebelumnya, sudah terdapat pengertian dan jenis-jenis dari tulisan sesuai dengan klasifikasinya, yaitu fiksi dan nonfiksi. Kali ini Fin akan membahas mengenai esai, dari ragam tulisan nonfiksi.

Esai, tulisan yang berisi gagasan dari sudut pandang penulis secara pribadi berlandaskan logika dan data yang ada. Esai sendiri bertujuan untuk memberikan pendapat atau menanggapi mengenai suatu permasalahan atau satu fenomena. Dalam penulisannya, esai terdiri dari 450 kata – 5000 kata. Biasanya, untuk mendukung pendapat penulis, dalam esai juga terdapat kutipan dari beberapa sumber.

Baca juga: Kutipan Terkenal Pramoedya Ananta Tour

Menurut catatan sejarah, esai mulai dikenal pada tahun 1500-an, diawali dengan adanya buku karya Montaigne, seorang filsuf Prancis, yang berisi catatan observasinya. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 1580, berjudul Essais. Dan disusul oleh Sir Francis Bacon pada tahun 1600-an yang menerbitkan buku berjudul Essay. Dan, setelahnya H.B. Jassin mempopulerkan bentuk esai di Indonesia, melalui buku empat jilid-nya berjudul Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai pada tahun 1985.

Baca juga: Penulis Tidak Harus Hidup Menyendiri

Menurut Mudrajad Kuncoro dalam bukunya, esai diklasifikasikan menjadi empat jenis, yakni:

  1. Esai Deskripif, mencakup rincian nyata untuk membawa pembaca pada visualisasi sebuah objek, dengan pola penyajian mencerminkan urutan rincian yang dirasakan melalui penginderaan.
  2. Esai Ekpositori, menjelaskan subjek ke pembaca yang dilengkapi dengan penjelasan tentang proses dan membandingkan dua hal, melalui identifikasi hubungan sebab akibat, lalu menjelaskan dengan contoh, dan mengklasifikasikannya atau mendefinisikannya.
  3. Esai Naratif, menggambarkan suatu ide dengan cara bertutur dan disampaikan sesuai urutan waktu. Jenis esai ini juga dapat menyatakan suatu emosi atau tampak emosional.
  4. Esai Dokumentatif, berisi informasi berdasarkan suatu penelitian di bawah naungan sebuah organisasi atau otoritas tertentu.

Baca juga: Jadilah Penulis Tahan Banting!

Beberapa contoh buku kumpulan esai di Indonesia, ialah: Linda Christanty, dengan Jangan Tulis Kami Teroris, dan Dari Aceh sampai Jawa. J. Sumardianta dengan esai pendidikanya, buku esai kenegaraan karya Yudi Latif, buku esai keIslaman karya Azyumardi Azra, dan Goenawan Mohamad dengan Catatan Pinggir juga beberapa esainya yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here