Alasan Kulit Mengalami Keriput di Usia Muda, Atasi Sekarang Juga

1

Kulit mengalami keriput di usia senja memang sebuah hukum alam, karena kulit mulai kehilangan elastisitas alaminya, sel-sel yang beregenerasi lambat dan membuat kulit mengalami penipisan. Selain itu, kulit mengalami keriput ini nggak hanya bisa dialami ketika kamu mulai menua saja.

Seperti yang kualami di daerah mata yang kering, tipis, dan terdapat beberapa kerutan halus sebagai tanda penuaan dini. Loh, memangnya Fin usia berapa? Aku baru saja menginjak usia 21 tahun, jadi bukan usia menua yang menyebabkan kerutan di wajahku, meskipun tak ayal bahwa usiaku kian bertambah angkanya. Rasanya menakutkan jika dibayangkan. Tapi, terlepas dari itu, yuk kita telusuri apa saja yang menyebabkan kulit mengalami keriput di usia muda?

  1. Diet yang tidak konsisten

Kulit bisa kehilangan elastisitasnya karena pola diet kamu yang nggak teratur, karena beberapa ahli percaya kalau kulit akan melebar dan mengecil seiring dengan perubahan berat badan. Selain itu, dengan pola diet kamu itu, bisa saja menyebabkan kulit kering dan kusam, karena pola makan yang tidak teratur juga. Pastikan asupan nutrisi kamu selama diet atau tidak dalam kondisi yang cukup, ya.

  1. Gangguan psikologis

Saat kamu stress, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol atau hormon penuaan yang kuat ke dalam darah. Hal ini bisa memicu kulit mengalami keriput lebih cepat dari usia seharusnya. Jadi, saat kamu mengalami stress atau mengalami gangguan psikologis lainnya, usahakan untuk melakukan meditasi dan apabila parah dapat berkonsultasi dengan ahli jiwa di fasilitas kesehatan terdekat. Kamu harus tahu, bahwa kamu berharga, jadi lindungi jiwamu agar tetap sehat sehingga tubuh kamu juga punya mindset sehat dan memproduksi hormon kebahagiaan. Jaga hatimu tetap bahagia dan tenang, ya, karena sakit hati itu bisa menyebabkan kondisi serius dan merambat ke kesehatan fisik kamu juga.

  1. Kurang istirahat

Buat yang seringkali bergadang demi hal-hal yang sebenarnya bisa dikerjakan keesokan hari, atau justru sibuk scrolling sosial media demi menunggu do’i ngechat. Hal ini bisa berakibat buruk buat kesehatan tubuh kamu, juga kulit kamu. Mengutip kalimat teman berhargaku, bahwa fisik kita juga punya hak untuk istirahat. Jadi, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas ngalong ini sering-seiring, biasakan dengan menerapkan jam malam.

  1. Sering terpapar sinar UV

Sinar UV ini bisa merusak struktur pendukung dalam kulit, dapat dari sinar matahari atau juga sinar blue light dari ponsel, PC, atau laptop. Ini menyebabkan jaringan kulit jadi kusam dan kulit mengalami keriput, karena merusak elastin dan kolagen dalam lapisan dermins kulit. Nggak cuma sinar UV rupanya, tetapi juga polusi udara yang terus menerus memaparkan diri ke kulit kita. Terlalu sering di bawah sinar matahari juga nggak bagus, terlebih tanpa adanya perlindungan.

  1. Posisi tidur

Ini terdengar agak konyol, ya, tetapi posisi tidur kamu pasti ikut andil dalam memunculkan kerutan. Karena sehalus apa pun bantal yang kamu pakai, nggak menutup kemungkinan akan memberikan tekanan pada wajah. Jika tidur menghadap kanan, pastikan untuk menempatkan tangan di bawah pipi, jadi kulit wajah tidak bersentuhan langsung dengan lapisan bantal.

  1. Ekspresi Wajah

Jangan cemberut terus, kulit mengalami keriput lebih cepat. Kalimat itu tepat rupanya, karena kontraksi kecil dari otot-otot wajah ini selalu kita alami. Misalnya menangis, cemberut, tertawa, menyipitkan mata, dan mengerutkan kening, ini akan meninggalkan tanda keriput di kulit wajah.

  1. Merokok

Dalam rokok memang mengandung banyak zat berbahaya bagi tubuh, termasuk kulit kamu. Di mana kandungan nikotinnya bisa menyebabkan pembuluh darah di lapisan luar kulit menyempit. Selain itu, tembakau sendiri bisa membuat warna kulit menjadi terlihat kusam dan bertekstur kasar.

Selain itu, kulit mengalami keriput juga bisa disebabkan faktor genetik, kekurangan melanin, penurunan berat badan, atau perubahan hormon.

Lalu cara mengatasinya bagaimana?

Yang jelas untuk mengatasinya adalah dengan mencegah faktor penyebabnya, hindari, jika bisa tinggalkan. Selain itu, kamu bisa melakukan hal-hal di bawah ini untuk mencegah kulit mengalami keriput:

– Menggunakan tabir surya dan pelembap setiap saat

– Olahraga teratur

– Konsumsi makanan sehat

– Hindari stress

– Istirahat yang cukup

– Berhenti merokok

Kalau kulit mengalami keriput, apa yang harus dilakukan? Kamu bisa melakukan prosedur medis jika diperlukan, tetapi jangan sampai berpikir bahwa dengan itu kamu bisa menghentikan proses penuaan kulit, ya. Karena bagaimana pun, kita pasti menua. Lakukan prosedur medis di bawah ini dengan berkonsultasi ke ahlinya, ya, dan tentu saja sesuaikan dengan kebutuhan kamu.

  1. Mikrodermabrasi, bertujuan meremajakan kulit dan bisa digunakan oleh semua jenis kulit.
  2. Dermabrasi, hampir sama dengan mikrodermabrasi, tetapi dermabrasi ini menimbulkan efek memerah dan sensitif setelah penanganan, meskipun setelahnya akan tumbuh kulit baru.
  3. Peeling, atau membuang lapisan kulit atas dan menumbuhkan kulit baru yang terlihat muda. Kamu bisa melakukan home peeling dan pastikan menggunakan produk terpercaya, atau kamu bisa pergi ke klinik untuk melakukannya.
  4. Laser resurfacing, bertujuan untuk merangsang produksi kolagen dalam tubuh
  5. Terapi ultrasound atau ultherapy ini bisa menangani keriput di wajah, dagu, leher, dan dada.
  6. Suntik botoks tipe A, botoks bisa menghilangkan keriput dan hasilnya akan bertahan di antara 3 – 4 bulan saja, jadi perlu ada penyuntikan ulang untuk mempertahankan hasilnya

Operasi plastik, hasilnya bisa bertahan antara 5 – 10 tahun. Salah satunya adalah dengan melakukan operasi tarik wajah atau facelift.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here