Gara-gara Gelas, Romantisme Si Tukang Ngupil

0

Judul : Gara-gara Gelas
Penulis : Fitrah Ilhami
Penerbit : Lovrinz Publishing
Tahun : 2017
Halaman : 180 hlm.; 14×20 cm
ISBN : 978-602-6526-68-7

Buku komedi satu ini benar-benar layak disebut sebagai buku komedi, karena dari ketika aku melihat sampulnya saja, sudah tertawa. Bukan karena aku gila, tetapi karena judulnya yang manis dan ditulis penuh cinta—katanya—oleh penulis cungkring kelahiran Surabaya dari Ibu yang seringkali geram karena dia tidak pernah berhasil membuat anaknya gemuk hingga sekarang. Sosok Fitrah Ilhami ini melekat dengan nuansa tulisan yang renyah dan bahasa yang sederhana, bahasa yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Suami yang Romantis kepada Istri, dengan Caranya Sendiri

“Mengenalmu adalah salah satu episode terindah dalam hidupku. Dan, menikah denganmu adalah takdir yang tak akan pernah habis kusyukuri di sepanjang waktu.”— halaman 6.

Menengok buku-buku Fitrah Ilhami sebelumnya: Curhat Orang Cungkringyang aku bingung kenapa bisa sampai dua espisode kekonyolan itu tetap adadua episode; Nasib Orang Baik; Ketika Deritaku Jadi Bahagiamu; Tentang Cinta Tentang Keluarga; dan yang terbaru yakni Cinta yang Tembus Ke Langit—meskipun aku belum beli bukunya, berharap dapat buku gratisan nyasar ke rumah (ini bukan kode, ya, Pak)—dari semua bukunya, selalu ada sisi romantisme yang nyata. Namun, ditulis dengan nuansa yang berbeda.

Dalam buku Gara-Gara Gelas yang bersampul hijau, seperti mengesankan sebuah doa bahwa dalam keluarga yang diharapkan adalah kesejukan dan kedamaian. Entahlah, itu yang aku rasakan dari 54 curhatan konyol penulisdalam buku yang awalanya aku kira novel romantisyang selalu setia mencintai istri berkaca matanya itu dengan cara tersendiri. Ya, buku komedi ini salah satunya.

Karena di Setiap Serpihnya Ada Cinta

Buku ini bisa hadir dengan segala lawakan yang sebenarnya berisi kekonyolan dalam kehidupan rumah tangga si penulis, menanggapi segala permasalahan pada awal pernikahan dengan segala bumbu tawa sepertinya mampu membuat buku sebagai pembelajaran bagi pasangan lain. Namun, setiap pasangan tentu saja berhak menjalankan dan menikmati sesi romantis dalam perjalanannya masing-masing. Karakter penulis yang memang dikenal di laman media sosial Facebook itu, membuat buku ini laris di pasaran, selain dari sisi bagusnya buku ini sebagai alas mouse komputerah, maksudnya penghibur hati di kala ingin hiburan.

Meskipun begitu, beberapa sisi teknis kepenulisan yang cukup mengganggu seperti penggunaan tanda baca yang kurang tepat, agaknya tidak terlalu dipermasalahkan. Meskipun, hal itu menjadi sorotan bagi para pereview buku. Termasuk hal lain yang mengganggu adalah kosakata yang digunakan, tidak baku dan benar-benar bahasa yang dekat dengan warga, meskipun hal itu dianggap biasa saja oleh sebagian pembaca. Namun, tidak untukku dan juga pembaca sebagian yang lain.

Buku kumpulan cerita konyol ini memiliki bahasa sederhana yang dapat ditemukan dalam obrolan emak-emak yang mengantri membeli petai di tukang sayur tiap pagi hari. Biasa, tetapi memiliki efek komedi yang juga terasa dekat dengan pembaca. Meskipun saat membaca beberapa bagiannya, aku terasa menemukan sebuah celah dan berpikir, apakah kisah ini memang merupakan kisah nyata si penulis dan keluarga kecilnya, itu?

Namun, berhenti di sana, aku kembali terbahak karena hal gila yang ada di buku ini. Bagaimanapun, setiap penulis punya caranya sendiri untuk bertutur kata dalam menyampaikan setiap cuil rasa dan apa yang dialaminya. Hal ini juga diabadikan dalam kumpulan kisah konyol suami yang ingin mengabadikan ke-khilaf-an Bunda Millie Holmez yang menikahinya. Aku cukup percaya, bahwa keluarga serba komedi juga nyata di dunia, menanggapi segala permasalahan menjadi sebuah hal yang sederhana. Akan membuat masalah itu terselesaikan dengan kepala dingin dan berlalu begitu saja.

“Aku membayangkan, satu istri saja sudah ngelarang beol, apalagi niat punya istri lagi. Bisa-bisa gak dibolehin buang angin juga nantinya.” —halaman 141.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here