Jaga Kesehatan Paling Simpel, Jangan Sampai Sakit!

1

Sugeng siang, sedulur!

Beberapa waktu lalu, sepulang Fin dari explore Kota Gudeg selama satu pekan, tiba di Malang pukul 3.45 am. Di mana keesokan harinya langsung disusul dengan agenda tadabbur alam bersama FLP Malang yang memang sudah diagendakan dari waktu yang lama. Acara tersebut berlangsung di Coban Putri, jadi, tracking tuh bakalan kerasa banget capeknya, berasa nabung pegel di kaki. Padahal sebelum berangkat, badan sudah terasa seperti jadi mumi. Bedanya bukan dibalut perban, tetapi tempelan koyo di bagian sana dan sini. Demi mencari kehangatan.

Tapi, setelah kegiatan tersebut selesai, Fin masih bisa lari-larian di bawah curugnya langsung. Alias main-main air yang mana seharusnya hal itu nggak dilakukan oleh Fin karena cuaca sedang dalam masa pancaroba dan badan Fin yang gampang banget jatuh sakit. Terlebih karena udara dingin, walaupun Fin adalah manusia Malang yang lahir, tumbuh, dan besar di kota dingin ini. Tiap kali udara dingin menyerang, Fin bisa langsung flu dan bersin-bersin hingga capek sendiri. Nggak cuma itu, Fin juga termasuk orang yang sering sakit, sekalinya sakit bisa langsung parah dan absen sekolah beberapa hari. Wkwkwk, ketawain, aja, lah, ya.

Badan gampang sakit akhirnya gimana Fin?

Menyadari kebutuhan diri yang gampang sakit ini, Fin alhamdulillah sudah menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan harapan bahwa dinginnya Malang yang sama sekali nggak sebanding dengan dinginnya sikap do’i ini dapat teratasi separuh bagiannya. Alias, ketika sakit, Fin nggak bakalan sampai parah walau tetap menunjukkan gejala sedang kurang sehat. Ditambah dengan aktivitas seabrek yang semakin ke sini semakin penuh jadwalnya, sampai nggak ada quality time untuk diri sendiri.

Padatnya jadwal itu sebenarnya faktor apa, Fin? Kan masih kuliah. Nah, kesibukan Fin itu sesungguhnya adalah rebahan, nugas, kuliah, nulis, rebahan, nugas, kuliah, nulis, terus aja begitu sampai monyet tetap jadi monyet.

Nggak, lah, ya, sebagai penulis nggak terkenal yang masih sibuk branding diri dengan upaya segera menyelesaikan tulisannya, blogger yang keseringan ngerjain tulisan job di hari deadline, mahasiswi yang lebih memilih untuk mengerjakan tugas sehari sebelum dikumpulkan. Dari seluruh aktivitas itu belum ditambahkan dengan agenda ikut lomba blog, maraton, nonton, kencan sama truk tronton, eh. Akhirnya Fin harus menemukan metode untuk tetap sehat, hangat, dan cermat dalam mengelola kesehatan diri.

Bisa diminum di temperatur apa pun

Jangan cuma kerja, Jomblo Juga Butuh Istirahat

Seabrek aktivitas yang terbaca menyesakkan, padahal itu cuma biar Fin kelihatan sibuk saja, agar pembaca blog merasa bahwa tulisan yang dibacanya itu ditulis oleh perempuan berpengalaman tinggi. Padahal masih remah rempeyek di toples hari raya tahun lalu.

Caranya gimana jaga kesehatan sembari memanajemen waktunya, Fin?

  1. Istirahat, ketika waktunya istirahat. Keseringan stalking doi, sih, makanya selalu telat tidur, padahal ketika kita semakin tahu, akan semakin patah hati kita. Karena kita jadi tahu, seberapa muak dirinya dengan diri kita, wkwk.
  2. Makan tepat waktu dan makan makanan bergizi. Biasakan untuk makan di waktu yang kontinyu, alias jadwalnya teratur. Tapi, jangan juga lah kalau tiap hari kita makan mie. Sebagai anak kost yang budiman, Fin nggak menyarankan hal itu.
  3. Prioritaskan apa yang harusnya diprioritaskan. Kita pasti sudah tahu, mana yang akan kita dahulukan dan segala macam bentuk biaya kesempatan pada saat kita memilih prioritas kita. Hal ini dilakukan supaya kamu nggak kebanyakan mikir, biar nggak stress.
  4. Olahraga. Penting banget untuk olahraga setiap harinya, walau hanya olahraga dalam rumah seperti plank, sit-up, push-up, dan lainnya. Hal ini penting supaya otot nggak terlalu tegang dan jadinya dibuat gerak dikit langsung sakit.
  5. Rajin minum air putih, vitamin atau minuman herbal yang bisa membantu menjaga kondisi kesehatan kamu tetap fit. Fin tiap kali mulai muncul tanda-tanda akan flu, pasti langsung melakukan tindakan pencegahan seperti minum vitamin C atau meminum jamu herbal.

    Isi tas ketika pergi kuliah, selain kalkulator juga kadang pasti menyelipkan sebungkus Herbadrink.

Beralih ke Minuman Herbal dengan bahan berkualitas dan alami

Memangnya nggak ribet, ya, kalau harus minum minuman herbal, gitu, Fin? Ribetnya itu di mana Mbak Marimar? Kecuali kalau kamu sengaja numbuk jahe sendiri, bakar sendiri, tuang sendiri, habisin sendiri. Nah, nggak perlu repot, deh, karena Fin baru saja ketemuan sama minuman herbal yang bisa menjaga kesehatan badan Fin yang kalau kata orang Jawa itu gopok’an (gampang sakit). Padahal, Fin butuh banget untuk selalu fit agar bisa always ready ketika diajakin jalan-jalan atau pada saat dosen memberi kabar mendadak untuk datang ke kampus karena ada kelas tambahan dadakan.

Fin mau cerita sedikit, nih, kenapa suka dengan Herbadrink Sari Jahe yang satu ini, padahal dari Herbadrink sendiri ada banyak varian yang nggak kalah bermanfaat dan enak diminum dalam kondisi dingin atau hangat. Fin adalah pecinta wedang jahe, selain kopi, dan kopi jahe.  Jadi, karena di daerah rumah Fin, si Herbadrink ini agak sulit ditemukan, kecuali di apotek, meskipun juga harus berebut dengan orang lain yang suka dengan Herbadrink. Tiap kali beli ke apotek pasti dapat kotak terakhir dan tersisa satu-satunya si Kardus Marun rasa jahe ini. Alhasil, satu rumah lebih sering mengonsumsi yang varian jahe.

#Mau temperatur kayak gimana?

Enaknya Herbadrink ini adalah bisa diminum dalam berbagai temperatur sesuai dengan selera. Nggak menutup kemungkinan untuk dibuat es wedang jahe, wedang jahe hangat, atau bahkan dicampur sama roti biar jadi angsle.

#Praktis, tinggal tuang

Fin itu kaget sebenarnya, karena si Herbadrink ini nggak perlu diaduk, butirannya itu sudah larut sendiri dalam air, bahkan saat dituang dengan air dingin. Hanya tinggal digoyang-goyangkan badan botolnya, untuk mempercepat proses pelarutannya.

#Bisa dibawa ke mana saja

Karena statusnya yang nggak harus dituang dengan air hangat dan kemudahan pelarutan partikelnya, Herbadrink ini sering banget Fin bawa ke kampus pakai tumbler. Kadang, kalau sudah habis, Fin sering banget isi ulang tumbler di lobi kampus dan tuang si merah ini lagi. Nggak cuma pas ke kampus, kadang kalau Fin bepergian dengan kereta, seringkali Fin juga membawa cadangan. Biar nggak masuk angin selama perjalanan.

#Rasa jahenya yang kerasa

Nggak cuma kepraktisan dan manfaatnya yang ditawarkan, soal rasanya … menurut lidah Fin, si merah ini aroma jahenya kerasa begitu pun dengan rasanya yang pas. Nggak cuma si varian jahenya, sih, Fin juga merasakan hal yang sama nendangnya ketika cobain varian Herbadrink Sari Temulawak, juga si Herbadrink Crysanthemum, dan si Herbadrink Wedang Uwuh.

Varian mana yang kamu suka?

Tulisan ini diikutsertakan dalam #KebaikanAlami Blog Competition yang diselenggarakan oleh Herbadrink. Segala bentuk infografis adalah karya Finaira Kara selaku penulis. Seluruh gambar di dalamnya berasal dari dokumentasi pribadi.

#Tabik
Blogger Jomblo

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here