Siapkan Masa Depan, Mulai Investasi yang Aman untuk Pemula

0

Baru-baru ini perbincangan soal investasi sepertinya memang menjadi topik yang menarik. Akhirnya, di berandaku isinya hampir membahas terkait investasi semua dan semakin banyak tips-tips mulai dari investasi yang aman untuk pemula sampai perbincangan saham mana yang boleh banget untuk diakuisisi jadi informasi penting buat kamu memulai investasi.

Pasti kamu sering dengar soal investasi kan di media sosial? Terus kamu suka penasaran, nggak sih atau bingung dan bertanya-tanya, apa investasi yang aman untuk pemula. Terus bagaimana caranya memulai investasi? Jenis produk investasi yang aman untuk pemula sebaiknya beli apa? Saham? Reksadana? Emas? Terus IHSG itu apa? Broker?

Kalau kamu penasaran, kamu pas banget datang ke blog aku sekarang, karena aku mau sedikit berbagi tentang cerita investasiku. Tetapi, sebelum itu pasti ada yang bertanya, “bukannya saham menurut Islam itu haram karena ada faktor gambling atau judi?”

Berjudi memanglah haram, tetapi ingatlah sebuah hadist ‘innamal a’malu binniyah.”

Begini gampangnya, dalam produk investasi apa pun, kalau kita niatnya sudah tercampur dengan spekulasi atau menebak-nebak ini pasti naik harganya dan niatan menjual kembali ketika harganya tinggi demi mendapatkan margin harga jual-beli sebagai keuntungan. Maka itu, pahami dulu niatmu dalam memulai investasi, bukan untuk mengambil margin, tetapi untuk menabung jangka panjang. Tentu, kamu punya niatan tersendiri, aku serahkan sepenuhnya kepadamu terkait pilihan itu.

Sebelum kembali ke pembahasan produk investasi yang aman untuk pemula itu apa, kenali dulu nih profil risiko kamu dalam investasi. Profil risiko itu adalah kecenderungan kamu dalam mengambil risiko, karena pastinya dalam setiap keputusan itu diikuti dengan risikonya. Semakin tinggi/besar keputusanmu itu, maka risikonya pun semakin tinggi juga, jadi kalau ada yang menawarkan investasi harga rendah dengan hasil besar dan risiko rendah, jangan percaya. Ingat prinsip ini selalu, “high risk, high return.” Kamu harus membayar risiko yang besar untuk mendapatkan keuntungan besar.

Profil risiko ini ada tiga secara umum:

Konservatif, tipe ini adalah orang yang memiliki toleransi rendah terhadap risiko. Biasanya orangnya mudah panik, misal terjadi sesuatu dengan keputusan investasi yang diambilnya. Nggak salah untuk selalu berhati-hati sebelum mengambil keputusan beli produk investasi, karena yang kamu gunakan adalah uangmu yang berharga. Kenali dulu produknya, risikonya, dan situasinya sebelum memulai investasi. Untuk kamu yang cenderung konservatif, kamu bisa memilih produk investasi low-risk dan ada jaminan keamanan dana. Misalnya deposito, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, obligasi dari pemerintah, dan emas.

Moderat, tipe satu ini cenderung fifthy-fifthy dalam menanggung risiko. Jadi, kamu yang ada di tipe ini sudah melakukan diversifikasi produk investasi yang kamu pilih untuk dua tujuan, yaitu mengambil keuntungan dan meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Jadi kamu khawatir dengan risiko tinggi, tetapi kamu sudah tahu untuk melakukan back-up plan ketika itu terjadi. Produk investasi yang cocok untuk kamu misalnya reksa dana campuran.

Agresif, kalau kamu termasuk orang yang nggak terlalu peduli dengan risiko investasi, kamu termasuk tipe agresif. Kamu orangnya sudah punya rencana finansial jangka panjang dengan menganggarkan uang tersendiri untuk investasi. Misalnya saat harga turun, kamu akan melihat itu sebagai suatu kesempatan menambah portofolio imvestasi kamu. Produk yang cocok untuk kamu di tipe ini, tentu saja saham. Karena fluktuasi harga saham ini perlu analisis fundamental dan teknikal, maka itu biasanya yang ada di tipe ini adalah orang yang memang sudah lama menggeluti dunia persahaman.

Kamu masuk tipe mana? Aku sendiri termasuk orang yang berada di tipe moderat, aku punya anggaran khusus untuk investasi, tetapi produk investasi yang kupilih bukan produk dengan risiko tinggi atau yang menurutku akan mendatangkan risiko besar di kemudian hari. Lebih baik harganya tidak naik, daripada turun. Maka itu aku cenderung memilih produk saham yang perusahaannya dalam kamusku tidak akan mengalami kebangkrutan atau pailid dalam waktu dekat.

Produk investasi yang aman buat pemula, sebenarnya tergantung dari pemulanya kamu ini di tipe apa. Jadi, beberapa produk investasi ini bisa jadi pertimbangan kamu:

  1. Reksa dana

Reksa dana ini cukup mudah dan murah, selain itu risikonya cukup kecil. Kamu juga nggak harus mengatur uang yang kamu belikan reksa dana, karena manajer investasilah yang akan mengatur uang itu. Jadi, reksa sana ini ibaratnya kamu patungan dengan beberapa orang lainnya untuk membeli produk investasi. Jenisnya ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana saham. Pastikan untuk memilih perusahaan reksa dana yang terjamin, kenali dulu bagaimana perusahaan itu akan mengolah uang yang sudah kita setorkan itu.

  1. Emas

Tahu, kan, kalau harga emas dalam periode 2020 ini harganya melangit hingga lebih dari 1 juta rupiah per gramnya. Meski begitu, emas merupakan aset aman (safe haven), karena harganya cenderung naik dari waktu ke waktu, jika tidak maka akan menjadi stabil. Maka itu, banyak investor pemula yang lebih memilih untuk membeli emas, daripada produk investasi lainnya, meski memang tidak memberikan keuntungan sebesar produk investasi lainnya.

  1. Obligasi

Atau dikenal juga denga surat utang, dan diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan tertentu sesuai undang-undang. Ibaratnya, kamu memberikan pinjaman modal kepada perusahaan/pemerintah, kemudian pinjaman kamu ini akan dikembalikan sesuai jangka waktunya beserta dengan bunganya, yang kemudian disebut kupon. Investasi di obligasi ini terbilang cukup aman dengan hasil yang nggak terlalu besar. Soal bunga, nggak perlu khawatir, karena obligasi ada yang syariah dan disebut sebagai sukuk.

  1. Sektor real

Investasi jenis ini cocok untuk kamu yang menghindari produk investasi berjenis surat utang atau yang bisa dibilang ‘nggak tampak’ wujud fisiknya, tetapi modal yang kamu keluarkan juga besar. Sekarang ini banyak perusahaan yang mewadahi fasilitas investasi sektor real ini, seperti kepada para petani, peternak, dan lain sebagainya. Selain itu, jenis investasi ini biasanya punya jangka waktu yang panjang. Investasi rumah atau apartemen juga termasuk, loh. Cocok buat kamu yang punya budget nganggur super besar.

  1. Peer to Peer Lending (P2P)

Produk investasi satu ini dalam beberapa waktu belakangan cukup populer meski masih baru. Kurang lebih sama seperti obligasi, tetapi bedanya P2P ini hanya berlaku untuk investasi jangka pendek (6-12 bulan) dan bunga pendapatannya terbilang lebih besar dari obligasi, tapi tentu saja risikonya juga lebih besar. Selain itu, P2P ini diterbitkan oleh perusahaan pelaku bisnis.

  1. Saham

Pasti sudah sering mendengar kata saham ini, kan? Saham sendiri cenderung murah dan bisa dibeli dengan mudah, terlebih sekarang banyak aplikasi penyedia jual-beli saham. Modal yang dikeluarkan pun tergolong cukup rendah, dengan tingkat return yang tinggi, tetapi risikonya pun tinggi. Karena harga saham cenderung fluktuatif dan tidak stabil, pergerakannya pun kadang merosot tajam atau meroket.

Itu dia jenis produk investasi yang bisa kamu pertimbangkan sesuai dengan profil risiko kamu. jangan impulsif dalam berinvestasi, ya, perhatikan setiap detailnya dengan baik supaya kamu dapat meminimalisir risiko di masa depan. Jadi, kamu sudah menentukan investasi yang aman untuk pemula itu yang mana? Boleh banget untuk sharing di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here