“Kesehatan adalah kata yang besar, tidak hanya tubuh, tetapi pikiran dan jiwa. Bukan hanya tidak sakit atau kesenangan, tetapi seluruh keberasaan dan pandangan manusia.”
Jame H. West

The Healer, itu adalah sebutan bagi si INFP selain banyak sebutan lainnya, itu adalah yang paling tepat menurut psikolog yang menganalisaku. Pemilik kepribadian ini cukup langka di dunia, hanya ada sekitar 4-5%. Banyak yang mengatakan bahwa si INFP ini sulit dimengerti, saking uniknya dan sulit untuk didekati. Sebagai INFP yang memang seringkali mendekam di kamar untuk menyelesaikan tulisan, aku dianggap tidak pernah berolahraga. Aniya, chingu~

Meski aku dikenal sebagai si anak rumahan, tetapi sebenarnya aku lebih sering menghabiskan waktu untuk kegiatan di luar rumah. Seperti yang kalian tahu bahwa aku pernah belajar silat dan berbagai macam olahraga termasuk lini ekstreem, hiking. Itu adalah kegiatan yang kulakukan semasa SMA hingga kini, sebagai pengalihan dari rasa stress belajar dan tekanan persaingan nilai tinggi. Dan aku jarang melakukan aktivitas olahraga karena keringat berlebih  yang ada di tanganku.

Berkeringat sebenarnya adalah proses yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan suhu badan. Orang akan berkeringat ketika melakukan aktivitas luar ruangan, dan beberapa kondisi psikologis juga berpengaruh. Ini adalah kondisi normal dan sehat, karena sejatinya tubuh memang harus berkeringat. Tetapi, ada beberapa orang yang mengalami keringat berlebih atau biasa disebut hiperhidrosis.

Hiperhidrosis ini adalah kondisi di mana seseorang mengalami keringat berlebih di beberapa bagian tubuh secara konstan dan sering, seperti telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak. Hiperhidrosis ini dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer ini sering dikaitkan dengan kondisi saraf simpatik juga genetikal. Sedangkan hiperhidrosis sekunder biasanya disebabkan karena infeksi, pengaruh obat, menopause, dsb. Beberapa orang yang mengalami kondisi ini pasti merasa nggak nyaman, nggak percaya diri, bahkan mungkin insecure.

Apa, sih, penyebab keringat berlebih pada tubuh? Dan gimana cara mengatasinya?

#Makanan dan Berat Badan

Menjadi sehat adalah dengan tidak makan apa yang kamu inginkan, tetapi bukan berarti kamu tidak bisa mengonsumsinya. Kurangi makanan dan minuman yang dapat memicu atau memperburuk keringat berlebih yang kamu alami, seperti makanan pedas, alkohol, kafein, dsb. Mulailah kebiasaan sehat dari apa yang kamu makan. Hal yang harus kamu lakukan berikutnya adalah menjaga berat badan agar tidak terlalu berlebihan. Berat badang berlebih juga dapat membuat tubuh memproduksi lebih banyak keringat. Jadi, mari kita rajin olahraga untuk itu, Chingu~

#Tidak Menjaga Kebersihan

Hal satu ini bisa jadi seperti kamu yang malas membersihkan diri setelah beraktivitas. Keringat berlebih akan lebih banyak muncul ketika kamu beraktivitas berat seperti olahraga, atau mungkin berada dalam cuaca yang panas. Beberapa masalah kulit bahkan iritasi dari dermatitis bisa saja muncul karenanya. Selain itu, ketika bakteri dan keringat bertemu, bisa memunculkan aroma tak sedap yang pastinya akan mengganggu orang-orang di sekitarmu. Dan itu mungkin akan membuatmu nggak percaya diri dalam bersosialiasi.

#Mencoba Hal Berbahaya pada Ketiak karena Coba-Coba

Tidak salah ketika kamu mencoba melakukan hal baru, terlebih jika itu adalah hal yang banyak kamu dengar dari orang-orang terkenal. Namun, melakukan hal berbahaya seperti memberi baking soda pada ketiak karena percaya bahwa itu mengurangi keringat berlebih dan memutihkan … Stop Do That! Kamu akan menyakiti kulit permukaan ketiakmu, karena baking soda akan membuatnya mengelupas. Tanyakan pada ahlinya untuk melakukan perawatan lebih lanjut, jangan coba-coba sesuatu yang belum pasti, terlebih pada tubuhmu sendiri. Love your self, Chingu~

#Depresi atau Stress Berlebihan

Dalam studi yang dilakukan di Saint Louis University School of Medicine, menyebutkan kalau ada 27 % orang dengan hiperhidrosis terbukti juga mengalami depresi dan 21 % pengidap keringat berlebih ini memiliki gangguan kecemasan berlebihan. Jadi, untuk mengontrol keringat berlebih, pastikan untuk menjauhi penyebab stress, pikiran negatif, atau hal-hal menyedihkan yang memicu stres. Seperti yang sudah kulakukan untuk meredakan stres dalam seriusnya sekolah, aku menyukai aktivitas luar ruangan yang memicu hormon endorphin. Hasilnya, sekarang tanganku benar-benar tidak mengalami keringat berlebih.

How To Solve It?

– Produksi keringat berlebih pada ketiak dan kaki, bisa diatasi dengan menggunakan antiprespiran yang mengandung 10-20 % heksahidrat aluminium klorida. Gunakan antiprespiran pada malam hari, ketika produksi keringat tidak sebanyak saat beraktivitas pada siang hari.

– Gunakan deodoran roll in atau spray ketika pagi hari, hal ini akan membuatmu lebih percaya diri karena aroma keringat berlebih akan tersamarkan dengan wangi deodoran.

– Penggunaan masker clay bisa menjadi pilihanmu, penting banget untuk mengeksfoliasi bagian kulit ketiak dari sel kulit mati dan residu produk deodoran yang kamu pakai.

– Kamu juga bisa menggunakan alas kaki ketika mengenakan sepatu, pastikan juga bahwa sepatu yang kamu gunakan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk pernapasan kulit kakimu. Jangan lupa jemur sepatu kamu setelah digunakan dan rajin merawat kaki.

– Bawa handuk atau saputangan untuk mengusap keringat berlebih di tubuh kamu.

– Pastikan untuk membilas ketiak atau kaki atau tangan dengan air, setelah beraktivitas luar ruangan, kemudian keringkan.

– Membersihkan bulu ketiak adalah hal yang wajib dilakukan, loh, baik itu mencabutnya, shaving, waxing, trimming. Karena zat aktif pada deodoran akan terserap sempurna ke dalam kulit kalau ketiakmu bersih dari bulu.

– Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan pertolongan pertama, kamu harus berkonsultasi dengan ahlinya. Karena keringat berlebih yang parah, bisa jadi adalah tanda yang diberikan tubuhmu, bahwa ada yang salah dengan kesehatanmu. Dokter pasti akan memberikanmu saran yang tepat sesuai kondisi, seperti menyuntik botox pada ketiak, melakukan operasi, atau melakukan perawatan iontophoresis, dan berbagai penanganan lain.