Berhenti Menyendiri, Mulailah Berkomunitas dan Rasakan Manfaatnya

8

Kebanyakan dijumpai, seorang penulis itu merupakan seseorang dengan kepribadian introvert yang pendiam dan tidak melakukan kegiatan yang orang lain lakukan, seperti banyak bicara dengan lingkungan sekitar misalnya. Kepribadian pendiam seperti itu sebenarnya bukanlah hal yang salah, atau bisa justru dikatakan tepat untuk dilakukan.

Mengingat sebagai penulis, kamu pasti membutuhkan waktu tenang untuk sekadar mengamati pepohonan dan menjadikannya inspirasi. Bahkan ketika hal itu dianggap aneh dan disepelekan oleh orang lain.

Kamu harus bersyukur karena hal itu, tetapi tidak ada ruginya juga jika kamu tetap menjaga hubungan baik kamu dengan orang-orang di sekitar kamu. Berhentilah menyendiri, mulailah berkomunitas dan rasakan manfaatnya.

Atau setidaknya, jalinlah hubungan dengan komunikasi yang baik dalam komunitas yang sevisi dengan kamu. Semisal, di dekat tempat tinggal kamu terdapat komunitas kepenulisan, bergabunglah dan manfaatkan komunitas tersebut untuk menjalin relasi. Banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan berkomunitas, loh.

  • Sarana media curhat dan memotivasi. Sebagai seorang penulis, di zaman sekarang apalagi, banyak sekali penulis-penulis potensial yang bermunculan dan siap untuk menggeser posisi kamu. Apabila kamu tidak segera mengoptimalkan peran kamu dan mempertahankan gelar penulis itu. Terlebih ketika kamu kehilangan motivasi untuk tetap menulis, semisal karena tidak mendapat dukungan dari orang tua kamu. Kamu bisa mengatakannya kepada orang terdekat yang kamu percaya dalam komunitas itu, mungkin saja dia mengalami hal serupa dan menyampaikan tips untuk menghadapi hal tersebut.
  • Sumber inspirasi. Dalam menjalankan kegiatan komunitas, tentu saja kamu akan banyak menemukan hal baru yang belum pernah kamu temui. Kamu harus menjadi anggota yang aktif dalam komunitas tersebut, jangan sampai kamu hanya menjadi orang yang pasif dan hanya menjalani hari seperti air. Anggota lain kemana, kamu ikut. Sering-seringlah ikut nimbrung dengan kegiatan-kegiatan komunitas kamu, atau kegiatan antar komunitas yang menjalin kerjasama dengan komunitas kamu.
  • Pikiran lebih fresh apalagi setelah menghadapi komentar netizen. Dalam sebuah komunitas, tentu saja banyak orang yang lebih berpengalaman dari kamu, lebih matang dalam kemampuan kepenulisannya dari kamu, dan lebih sering mengalami pem-bully-an oleh netizen lebih lama dari kamu. Yakinlah, bahwa dengan berkomunitas, kamu bisa mengatasi hati sesak-galau-gundah-merana itu dengan pikiran yang lebih fresh. Kamu akan menemukan cara untuk mengatasi nyinyiran netizen dengan cara yang elegan, bahkan kamu bisa menuliskan cerpen untuk itu. Kamu jadi bisa berkarya dengan tenang.

  • Kolaborasi

Sebagai seorang penulis, kamu tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Se-introvert apa pun kamu, kamu adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari peran manusia lain di dunia ini. Jadi, kamu harus memanfaatkan keberadaan orang-orang yang mempunyai kemampuan menulis di sekitar kamu, atau orang-orang yang berada di komunitas kamu untuk berkolaborasi menciptakan sebuah karya luar biasa. Dengan berkolaborasi, kamu bisa mengangkat nama kamuatau istilahnya branding—membuat orang mengenal nama kamu. Terlebih, jika orang yang kamu ajak kolaborasi adalah orang yang telah mempunyai pembaca tetap, misal.

  • Media branding diri. Nah, berkaitan dengan poin sebelumnya, dengan berkomunitas, kamu akan menemukan tempat dimana orang-orang yang siap membaca karya kamu telah tersedia. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti beragam kegiatan komunitas yang tentu saja membuat kamu semakin dikenal oleh orang-orang yang sebelumnya tidak pernah tahu bahwa kamu ada di dunia ini. Kamu bisa mulai dengan mengikuti komunitas-komunitas kepenulisan yang sekarang banyak bertengger di mana-mana. Salah satunya adalah Forum Lingkar Pena, kamu tidak perlu bingung untuk bertanya dimana lokasinya. Karena Forum Lingkar Pena memiliki puluhan cabang di seluruh Indonesia. Aku akan bahas ini di tulisan yang lain, cmiw.
  • Pangsa pasar. Sebenarnya, dengan menjalin relasi, lalu mulai meningkatkan branding diri kamu, kemudian tetap berkarya dan semakin meningkatkan kemampuan kepenulisan serta komunikasi kamudalam komunitas juga bisa menjadi pangsa pasar empuk untuk buku-buku kamu. Selain itu, kamu juga bisa minta tolong komunitas kamu untuk mempromosikan karya-karya kamu.

Jadi, berhentilah menyendiri atau beranggapan bahwa dengan kamu menyendiri semuanya akan menjadi lebih baik. Kamu bisa menyendiri, dengan porsi yang tepat dan dalam waktu yang tepat. Kapankah itu? Kamu sebagai pemilik dunia kamu pasti tahu dan mengerti waktu mana yang tepat dan seberapa porsinya, untuk kamu lakukan sendiri dan kamu terapkan. So, berhentilah menyendiri, berkomunitaslah dan lebarkan sayap kamu seluas yang kamu mampu!

8 COMMENTS

  1. saya tinggal di kota kecil mbak, ga komunitas disini atau mungkin saya yang ga tau… kalau komunitas yg saya suka ada sih di kota sebelah jarak 3 jam bus dari tempat saya.

    memang berkomunitas itu seru, meskipun introvert kita tetap harus bersosialisasi

  2. Membaca keseluruhan artikel di atas seperti sedang menasihati diri saya sendiri, yah seseorang dengan kepribadian introvert yang pendiam di dunia nyata tapi aktif d media sosial. Terimakasih kak atas nasihatnya….

  3. Artikel ini memukul telak saya sekaligus mengingatkan saya agar kembali bersosialisasi, membentuk sebuah relasi yang mampu memperkuat branding. Jujur ketika saya mulai memutuskan untuk menulis sebuah cerpen di blog, saya memilih untuk berhenti berkecimpung di empat unit kegiatan mahasiswa yang telah saya ikuti sebelumnya dengan alasan bahwa itu hanya akan menyita waktu saya untuk totalitas dalam berkarya di blog. Namun artikel ini menyadarkan saya betapa pentingnya sosialisasi untuk memperoleh inspirasi. Terima kasih kak Fin……

  4. tapi menurut saya menyendiri itu perlu. karena Setiap orang entah dia seorang penulis dll tidak akan luput dari masalah, baik masalah pribadi maupun masalah dalam dunia pekerjaan. Terkadang masalah yang datang tersebut membuat diri kita menjadi agak sedikit stress maupun pusing ketika memikirkannya. Alangkah baiknya jika kita mempunyai masalah kita perlu menyendiri untuk berdoa, shalat, merenung, muhasabah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here