Harapan Terbesarku Bertahan Ngeblog

0

Kalau dipikirkan lebih lanjut, harapan terbesarku untuk blog ini tentu saja akan kubuat muluk-muluk. Karena aku adalah orang dengan prinsip: bermimpi setinggi-tingginya sampai tak tampak daratan, karena kalau jatuh kita masih punya waktu berpikir dan menyelamatkan diri sebelum merasakan sakitnya terpental. Meski kadang dibilang tidak masuk akal, tapi memangnya mimpi dan harapan itu masuk akal?

Setelah berkisah tentang arti nama blog milikku, rasanya sudah cukup merepresentasikan apa yang kuharapkan terhadap blog ini sekaligus tulisanku. Harapan terbesarku sekaligus alasan kenapa aku tetap bertahan menulis blog ini walau biaya hosting dan domain mahal … hmm, karena harapanku blog ini bisa membuatku tetap waras.

Sejujurnya, beberapa waktu belakangan—sepertinya sekitar 2 tahun ini—aku mulai kehilangan semangat akan apa yang aku sukai. Seperti sejak lama aku suka membaca, kini membaca bukan hal yang menyenangkan sampai aku harus lari ke perpustakaan karena pengin baca buku baru. Aku juga mengalami tekanan dari banyak arah yang rasanya akan membuatku gila.

Tetapi, menulis blog seperti relaksasi buatku, meski pada akhirnya tulisan yang kubuat saat kehilangan muruah itu nggak pernah kupublikasikan. Hmm, itu karena aku nggak suka terlihat lemah di hadapan orang lain. Entah ini sebuah perisai bagiku atau apa pun itu, aku hanya nggak pengin terlihat lemah atau nggak bisa melakukan sesuatu. Agak kekanakan ya, hahaha. Sehingga harapan terbesarku terus tumbuh akan blog ini.

Harapan Terbesarku Menjadi Teman

Dari nama blog yang kuceritakan kemarin, aku sedikit menjelaskan tentang harapan terbesarku akan blog ini kan. Dari nama Kara yang berarti teman, dari bahasa Turki, aku berharap tulisanku bisa menjadi teman di saat kamu senggang pulang kerja. Juga menjadi teman saat kamu bosan membaca pelajaran. Atau teman saat kamu kesepian. Karena dari menjadi blogger inilah aku juga mendapatkan banyak rekan, jadi aku ingin membagikan kembali kebahagiaan punya rekan.

Sebenarnya beberapa bulan lalu ada form ‘Curhat’ di blog ini, jadi siapapun bisa bercerita atau bertanya tentang apa pun itu, termasuk request review. Harapan terbesarku, aku bisa jadi teman cerita juga. Hanya saja, tidak lagi kulanjutkan karena suatu alasan. Akhirnya segala macam request review baik buku, film, drama Korea, atau anime bisa melalui Twitter aku.

Blog yang Menghidupiku

Meski agak muluk-muluk kali ini, tapi aku mau blog ini bisa menghidupiku untuk rentang waktu yang lama. Memang bukan hanya blog ini, tapi harapan terbesarku blog ini dapat menjadi pembuka jalan bagi sumber yang lain di bidang serupa. Kalau nonton Shigatsu wa Kimi no Uso, sosok Arima Kousei yang hanya berbakat bermain piano … rasanya itu seperti cerminan diriku. Aku cuma bisa menulis seperti ini, dan harapan terbesarku tentu saja supaya bisa hidup melalui blog ini.

Sumber Informasi yang Menyenangkan

Sudah merupakan rahasia publik kalau aku itu pelupa pada hal sederhana. Jadi aku punya kebiasaan menulis hal-hal kecil yang kulakukan atau kualami di buku diary, termasuk orang-orang yang kutemui—jadi mohon maaf kadang aku lupa dengan siapa bertemu. Selain itu, blog ini juga jadi tempatku memublikasikan rangkuman dan resume artikel atau opini sebagai tugas kuliah. Daripada hanya dinilai lalu tertumpuk di email dosen, aku memanfaatkannya untuk berbagi. Harapan terbesarku, resume materi kuliah itu bisa membantu siapa pun yang membutuhkan. Termasuk rangkuman pelajaran bahasa saat dulu aku SMA, kamu bisa membacanya di sini.

Kalau harapan terbesarku versi mikro?

Harapan terbesarku dari blog ini tentu saja

1. DA/PA dan DR yang tinggi

Tentu saja ini harapan terbesarku, supaya blog ini bisa menghidupiku, rating harus tinggi supaya bisa dapat job yang bercuan tinggi atau kuantitasnya banyak. Nggak bisa memungkiri kalau aku pernah enggan dan hampir malas upgrading diri dengan ilmu baru tren rating domain ini. Karena ya di dunia digital, tentu saja tren akan selalu baru dan berubah. Seperti beberapa waktu lalu domain blog ini sudah di angka 19, tetapi langsung jeblok ke angka 9 karena perubahan struktur penilaian.

2. Spam Score maksimal 1%

Problematika rumit bin riweh satu ini juga bikin pusing kepala Fin. Jadi, beberapa waktu lalu blog ini sempat meraih angka spam score 11%. Maklum karena nggak ikut kelas blog berbayar atau secara rutin mengikuti kelas blogging, aku jadi mengalahkan spam score itu otodidak. Mulai mengorek ilmu dari banyak grup blogger, lalu menerapkannya satu-satu. Setelah sebulan, berhasil turun hingga kini di angka 1%, tetapi dampaknya … angka DA turun hingga ke angka 7. Sungguh terlalu. Harapan terbesarku juga pengin agar blog ini spam score-nya nggak usah nambah.

3. Page View yang mumpuni

Beberapa waktu ini karena aku ingin membenahi artikel blog dengan memasang plugin SEO, jadinya blog ini sedang di fase perbaikan dan agak berkurang pengunjungnya. Selain itu juga didukung faktor bahwa aku jarang nulis karena sibuk mengoptimasi media sosial dan menulis novel. Harapan terbesarku, tentu mau blog ini punya page view rutin minimal 10K per bulannya, lebih boleh kurang haram. 😂 

4. Alexa Rank yang rajin diet

Jujur saja aku nggak terlalu paham pola penilaian Alexa Rank ini, hahaha, karena itu aku benar-benar hanya mengusahakan yang kutahu dan kubisa. Seringkali dalam kategori blogger yang dicari, selain DA/PA juga Alexa Rank, kemudian akhir-akhir ini ditambah sama skor DR. Makin mengebul saja otakku ini sampai rasanya harapan terbesarku nambah jadi mau punya suami yang bisa kuminta ngurus hal teknis kayak gini. Biarkan aku menulis saja, astaga~ hahaha.

Demi mewujudkan segala harapan terbesarku itu, akhirnya aku mengikuti challenge menulis tiap hari juga menulis tiap pekan sekali. Ini kulakukan agar blog ini tetap hidup dan nggak menyia-nyiakan sumber daya uang (biaya hosting dan domain yang bikin melek). Selain itu, harapanku yang baru-baru ini muncul juga agar blog ini bisa jadi portofolio kerja buatku nanti. Aku harap, tulisan yang jadi teman buatmu ini, juga bisa membantuku hidup dan menghidupi keluargaku sampai ada yang menafkahiku. Begitu kurang lebihnya, sepertinya bulan ini aku harus kembali mengatur jadwal menulis blog dan kuliah, juga banyak hal lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here