Finaira Mendongeng: Kupu-kupu Cantik yang Sombong

3

Yuk, budayakan kembali mendongeng kepada anak-anak sebagai media pendidikan!


Dahulu kala di Negeri Sayap, hiduplah seekor kupu-kupu dengan sayap yang sangat indah. Sayapnya berwarna-warni, seperti pelangi. Keindahan sayapnya membuat dia menjadi idola di antara kupu-kupu yang lain. Bahkan ia terkenal cantik hingga ke seluruh penjuru kota. Ia bernama Melodira.

Pada suatu hari, sekelompok kupu-kupu pengembara datang dari jauh dan menyapanya.

“Hai, kupu-kupu yang cantik. Apa kami bisa berjumpa dengan Melodira?”

“Aku Melodira. Untuk kalian mencariku?”

“Benarkah? Kami datang dari Negeri Seberang, karena mendengar kabar bahwa ada kupu-kupu dengan sayap sangat cantik bernama Melodira.”

Melodira sangat senang. Karena mendengar bahwa ada kupu-kupu lain rela terbang sangat jauh demi bertemu dan melihat sayapnya. Melodira mengangkat dagu dan tersenyum sombong.

Baca juga: Finaira Mendongeng: Kuda Komedi Putar

“Ya! Kalian sangat beruntung bertemu denganku.”

“Benar! Sayapmu sangat indah dan cantik!”

“Tentu saja! Tidak ada yang melebihi kecantikanku. Aku lah yang paling cantik!”

Melodira menjadi sangat sombong karena menerima banyak pujian. Sampai salah satu dari pengembara itu maju ke depan barisan kelompoknya, ingin bercakap dengan Melodira. Tetapi, sebelum ia bertanya, Melodira berteriak.

“Aaaahh!! Siapa kau? Sayapmu jelek sekali!!”

Ternyata, pengembara itu bukanlah kupu-kupu, melainkan seekor Ngengat dengan sayap dan tubuh berwarna coklat bermotif seadanya. Tidak berwarna-warni seperti kupu-kupu. Tetapi, ia tidak pernah bersedih dan selalu bahagia.

“Aku cantik. Tentu saja, tidak seperti dirimu dan kupu-kupu. Aku Ngengat.”

“Sayapmu jelek! Aku tidak mau berbicara denganmu!”

Melodira terbang menjauh ke rumahnya, tentu saja dengan sayap warna-warni miliknya. Tetapi, di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Hujan itu membuat sayap Melodira basah dan sulit digerakkan.

Melodira terjatuh di kubangan air berlumpur yang sangat kotor dan bau. Sayapnya menjadi robek dan kotor. Melodira menangis, karena sayapnya tidak cantik lagi.

“Ayo berdiri. Aku bantu,” ucap Si Ngengat yang diejek Melodira karena sayap jeleknya.

“Sayapmu tidak berat karena air hujan?”

“Berat. Tetapi, sayapku jauh lebih kuat daripada sayap kupu-kupu. Meskipun sayap kalian lebih indah. Jadi, aku masih bisa terbang.”

Baca juga: Aurora, Fenomena Alam Memukau yang Berbahaya

Melodira langsung menangis kembali dan memeluk Si Ngengat. Ia meminta maaf, lalu berjanji untuk tidak sombong dan mengejek siapapun lagi. Karena seharusnya ia tahu, bahwa setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. fin

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here