Novel

Dua: Perfect Tsundere Warna-warni pelangi membuat sore terasa cerah bagi insan yang menikmati indahnya pelangi. Tidak terkecuali Denna, ia yang menyukai warna-warni pelangi. Tapi, ia lebih mencintai warna cokelat. Hazel. Mitosnya yang berkata bahwa pelangi adalah sesosok naga yang meminum air...
Nikah, yuk! Hari masih pagi, Maira memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kota yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor itu. Berada di pusat pemerintahan kota madya memang ramai, cuaca panas meskipun tidak sepanas di Ibukota. Karena di Malang masih banyak...
Tiga: Mimpi dan Dia Terlihat di gerbang Denna masuk dan berjalan setelah ada deru mesin sepeda matic terdengar halus di keheningan dini hari pukul 04.00 WIB. Suara derekan gerbang terdengar sedikit membuka, lalu disambut dengan dinginnya udara dini hari. Seharusnya...
Dia Harus Kembali Seorang pria berseragam abu-abu putih yang baru pulang dari sekolah rupanya karena masih berseragam. Sepasang earphone terpasang di kedua telingannya. Sedang tangannya memegang sebuah buku. Entah apa yang ia baca di buku itu, sedang hari sudah sangat...
Fengopobia "Egh ... engghh." Suara serak khas seseorang yang masih mengumpulkan nyawanya setelah terbaring lama menikmati mimpi yang lebih indah daripada dunia nyata. Ia mengulet dan bergegas turun dari kasurnya. Sekejap ia melirikan pandangannya ke arah nakas di samping tempat tidurnya. “Morgen,"...
"Niqob yang Dipermasalahkan" Maira—Qhumaira Khairina, perempuan lemah lembut dengan pakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia memandangi wajahnya yang tersembunyi di balik niqob, lalu tersenyum. Menghela napas perlahan, kemudian mengambil ransel hitam bergambar kartun niqobi. Tangannya meraih sebuah map...
SEBUAH mobil van, berukuran cukup besar, berwarna hitam polos mengilat datang menghampiri seorang perempuan yang berdiri di depan pos satpam ujung gang pinggiran komplek perumahan. Mobil itu bergerak perlahan dan berhenti tepat di depannya. Rintik hujan di sore yang...
Empat: Bunga-Bunga Cahaya Kepulan asap dari tanakan nasi yang bertumpuk rapi di atas piring berwarna putih  bercorak burung angsa dengan bunga tulip Belanda di tengahnya. Aroma telur mata sapi yang digoreng dengan margarin tampak sedap dipandang mata. Membuat mulut tampak...
Negeriku Indonesia Gardenna Mardeenish. Nama itu tertulis jelas dan besar di sebuah papan dari kertas karton yang dibawa oleh seorang pria bermasker hitam, mengenakan jaket kulit hitam, celana jeans hitam panjang, dan sepatu hitam. Bodyguard. Tampangnya seram. Sangar. Bengis. Kejam. "Saya Gardenna...
Maira turun dari motor Abahnya dan segera mencium punggung tangan, telapak tangan, dan kedua pipi Ummi bergantian. Ummi tengah berdiri di depan pintu untuk menyambut dua manusia berharga di hidupnya. Senyuman terkembang begitu manis di wajahnya, hingga menampakkan kerutan-kerutan...