Berpikir dan Bertindaklah Selayaknya Seorang Penulis!

1

Menjadi seorang penulis tidak hanya cukup hanya dengan sekadar menulis lalu selesai. Ada banyak hal yang harus kamu lakukan sebagai seorang penulis. Berpikir dan bertindaklah selayaknya seorang penulis! Kamu tidak bisa begitu saja menjadi penulis sukses, atau bahkan menyelesaikan naskah kamu dengan apik, jika kamu hanya berkutat dengan diri kamu sendiri. Selain itu, kamu juga harus mampu menunmbuhkan kebiasaan menulis. Seolah bertindak bahwa menulis bukan karena paksaan atau pekerjaan, tetapi karena menulis adalah hal yang kamu butuhkan dalam keseharian.

  • Menjadi penulis, artinya kamu perlu berpikir dan bertingkah laku selayaknya seorang penulis. Membaca adalah salah satu tindakan yang harus dilakukan oleh seorang penulis. Stephen King mengatakan dalam bukunya berjudul On Writing, jika Anda tidak punya waktu untuk membaca, maka Anda tidak punya waktu atau alat untuk menulis. Ibaratnya adalah, kamu menulis agar dibaca orang lain. Namun, kamu sendiri tidak mau membaca. Kamu waras? Nah, pada saat membaca, kamu juga perlu membacanya selayaknya seorang penulis. Bagaimana? Perhatikan apa yang terjadi dalam tiap detail cerita yang kamu baca, apa yang berhasil dilakukan oleh tokohnya, apa yang gagal. Terlebih penting adalah alasannya.

  • Tidak jauh berbeda dengan membaca, saat kamu menonton TV pun bisa menjadi ajang pencarian ide, loh. Tontonlah acara yang sesuai dengan apa yang kamu suka atau apa yang sedang kamu butuhkan informasinya. Lalu setelahnya apa? Perhatikan hal-hal yang membuat kamu suka terhadap tontonan itu hingga kamu merelakan waktu untuk menhabiskan waktu untuk menontonnya. Begitu pula saat kamu menonton film di bioskop misalnya, kamu bisa menemukan banyak inspirasi di setiap ceritanya. Bahkan, Rad Bradbury menyarankan orang-orang yang ingin menjadi penulis untuk menonton banyak film, terutama film-film lama.

“Karena penulis haruslah menjadi pecandu cerita.”

  • Mengatur setiap ruang untuk menjadi tempat nyaman kamu menulis. Kamu harus terbiasa dengan setiap suasana dan tempat, bahkan lingkungan baru dalam masa menulis. Kamu tidak boleh hanya mengandalkan satu tempat dan berdiam diri dalam zona nyaman sebagai penulis. Kamu harus mulai membiasakan diri untuk bisa menulis dimanapun ide itu muncul. Bisa saja di kafe atau bahkan seperti yang aku lakukan, aku pernah menulis di kereta dalam perjalanan panjangyang tentu saja akan tersia-siakan waktu duduk selama itu, hanya untuk berdiam diri.

  • Berhenti untuk selalu menyendiri. Meskipun menjadi penulis itu rata-rata orangnya pendiam dan tidak terlalu punya banyak teman, tapi kamu perlu mengubah orientasi teman nongkrong yang tidak satu spesies sama kamu. Maksudnya spesies bagaimana? Maksudnya, bangun relasi kamu dengan sesama penulis atau orang-orang yang bergerak dalam minat literasi. Kamu bisa mulai mencari di media sosial terkait komunitas-komunitas kepenulisan yang ada, bergabung bersama komunitas pembaca dan menjalin relasi yang baik. Mereka adalah orang-orang yang tepat untuk menjadi pangsa pasar kamu. Selain itu, dengan lebih dekat bersama penulis-penulis lain, kamu bisa meminta saran terkait naskah kamu. Kamu juga bisa menjadikan teman-teman kamu itu sebagai sumber informasi dan inspirasi, bahkan sebagai media curhat ketika kamu kehilangan motivasi untuk menyelesaikan naskah kamu.

  • Berhenti berpikir bahwa PUEBI adalah tugas editor. Sebagai penulis penting sekali belajar untuk menyunting naskahnya sendiri, alias self-editing. Buang pemikiran bahwa, tata bahasa, penggunaan tanda baca, dan kebakuan kata-kata adalah tugas editor supaya punya kerjaan. Buang jauh-jauh pemikiran itu. Memangnya, saat kamu menyerahkan naskah kamu ke editor dengan PUEBI buruk rupa begitu, kamu nggak malu? Selain itu, jika kamu tidak akan punya hubungan baik dengan editor, jika naskah kamu tidak bersih.
  • Panggil diri kamu sebagai penulis dan bangun branding diri kamu. Jika bukan kamu yang membuat orang lain mengenal kamu sebagai penulis, lantas siapa lagi? Kamu harus terbiasa menjawab pertanyaan orang-orang mengenai, apa pekerjaanmu? dengan jawaban, aku seorang penulis. Biarkan orang-orang beranggapan bahwa menjadi penulis adalah orang bermasa depan suram, atau hal lainnya yang bisa menyakiti hati kamu. Berhenti sakit hati hanya karena omongan orang lain, karena apa yang kamu punya adalah milik kamu seutuhnya. Banyak orang yang selalu terfokus dalam mengenalkan buku yang telah diterbitkan kepada khalayak, tetapi, saat kamu bukanlah unicorn alias orang-orang yang sudah punya masayang siap memperhatikan segala ucapan kamu.
  • Kamu harus membangun brand diri kamu di mata orang-orang. Biarkan orang lain tahu, siapa kamu di luar tulisan itu. Hal ini penting dilakukan dan perlu kamu sadari, bahwa buku kamu merupakan produk dari brandnama penayang tercantum di buku itu. Kamu bisa mulai menulisnya di blog pribadi, atau di media sosial kamu mengenai hal menarik yang kamu punya. Misalnya, kamu adalah seorang yang hobi menyelam, atau hobi traveling, atau kamu adalah orang yang mampu menghabiskan sekilo cabai dalam sekali makan. Tulis segala hal yang menurut kamu menarik untuk diketahui orang-orang, jika tidak, cari hal menarik yang siap kamu pelajari dan ajak orang lain untuk melakukannya juga.
  • Tahan banting. Tidak semua orang bisa benar-benar membentengi hatinya dengan tetap berpegang teguh untuk menulis, meskipun banyak orang memintanya untuk berhenti. Kamu sebagai penulis, tidak perlu membuat tulisan untuk semua orang. Karena naskah kamu tidak akan dianggap bagus oleh semua orang. Tulislah untuk seseorang, seorang saja. Jika orang itu menganggap naskah kamu bagus, maka berbanggalah. Rasa bangga itu akan membuat kamu semakin semangat dalam menulis kembali-memperbaiki diri-dan melakukan hal positif lainnya. Daripada hanya sekadar bermuram durja akibat naskah kamu dianggap tidak bagus, jelek, murahan. Hai! Ingat, kamu masih miskin! Jangan gampang sedih. Bertindak dan berpikirlah selayaknya seorang penulis.

1 COMMENT

  1. benar sekali… saya sendiri meskipun menulis tentang personal finance berdasarkan penglaman pribadi, ga selamanya saya bisa menulis dengan baik dengan hanya pengalaman, saya butuh refrensi, untuk membaca banyak tulisan tentang personal finance, dari sana lahir banyak ide-ide segar dan pengetahuan baru yang dapat saya tulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here