Blogger: Profesi Penting Penunjang Sistem Informasi bagi Kelangsungan Manajemen dalam Revolusi Industri 4.0

12

Oleh: Finaira

Informasi di era tahun 2018 ini kian menjadi sebuah kebutuhan yang penting bagi tiap lapisan masyarakat. Tidak heran, jika persentase kebutuhan psikis manusia akan informasi dapat dikatakan hampir setara dengan persentase kebutuhan fisik manusia akan air. Tidak hanya pada individu kelas menengah ke atas, tetapi informasi pun dibutuhkan oleh individu menengah ke bawah. Begitu pula dengan organisasi atau masyarakat, salah satunya yaitu organisasi manajemen bisnis. Atau yang lebih dikenal sebagai perusahaan.
Nah, apakah informasi itu? Menurut Hartono (2005), informasi merupakan data yang diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi pemakainya. Lalu dari tiap informasi yang didapat, akan menjadi berguna bagi pemakainya apabila informasi tersebut memiliki kualitas pada keakuratan, tepat waktu, dan relevansi. Kemudian, dari tiap informasi tersebut akhirnya dikumpulkan dan membentuk sebuah sistem informasi.
Lalu apakah sistem itu sendiri? Sistem merupakan kumpulan dari komponen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan demi mencapai tujuan. Dalam kegiatan bisnis dengan adanya sistem, maka segala kegiatan bisnis dapat berjalan lebih teratur, mudah diawasi, dan mudah di-upgrade. Begitu pun dengan peran sistem dalam bidang lainnya.
Dalam kegiatan bisnis, kualitas informasi akan sangat mempengaruhi jalannya manajemen. Karena semakin berkualitas informasi yang diperoleh, maka persentase dari ketepatan keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan (manajer) dalam manajemen akan meminimalisir ketidakpastian dalam kegiatan ekonomi. Yang mana telah diketahui bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang memilih dengan berbagai ketidakpastian. Dari sekian banyak data yang terkumpul sebagai informasi akan memudahkan analisa dari kegiatan manajemen, atau kegiatan pengambilan keputusan.
Di masa 2018 yang notabene informasi sangat lebih mudah didapat akibat kemunculan peran yang signifikan dari perkembangan teknologi informasi, sistem informasi dalam kegiatan bisnis menjadi bergeser: yang tadinya berbasis media cetak dan siaran televisi, kini memilih untuk mengoptimalisasi iklan pada media digital. Dimana kini, lebih dikenal sebagai era Revolusi Industri 4.0 dimana segala kegiatan dapat dikontrol dengan ujung jari dan dunia berada dalam genggaman.
Bersama kemunculan Revolusi Industri 4.0 yang kini berkembang semakin pesat dalam waktu relatif singkat, teknologi seakan dianggap mampu menggantikan peran manusia dalam arti sesungguhnya. Hal tersebut kian menjadi polemik dalam pembahasan seminar-seminar dalam waktu dekat. Namun, dengan membludaknya pengguna internet, pada akhirnya mampu memancing respon positif dari pengguna internet untuk menjadikan internet sebagai rumah dari segala produk mereka. Tidak tertinggal pula organisasi bisnis yang kini turut beralih wahana menjadi dalam sistem daring.
IMG20181028110951
Dalam manajemen bisnis, organisasi dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Perkembangan pengiriman informasi melalui media internet ini pun dimanfaatkan para pengusaha untuk mempertajam wajah dan menguatkan kuku mereka di benak para konsumen. Hal tersebut diakibatkan karena pola pembelian masyarakat cenderung berubah karena dipengaruhi oleh eksistensi berbagai informasi di internet, sebut saja media sosial dan berbagai toko daring yang kian merajai pasar. Konsumen cenderung membeli barang setelah membaca rating dan ulasan yang diberikan oleh orang lain.
Karena kecenderungan pola konsumen tersebutlah, kebutuhan branding para pengusaha akhirnya menimbulkan sebuah simbiosis mutualisme dengan peran seorang pengulas yang memang kesehariannya berkutat dengan internet. Sebut saja salah satunya ialah penulis blog (red-blogger). Hal itu membuat eksistensi para blogger di ranah Revolusi Industri 4.0 ini menjadi kian memadat dan berkembang tiap saatnya, akibat pemikiran bahwa internet adalah segalanya.
Karena para blogger ini kian bermunculan seiring berjalannya waktu, maka turut melahirkan berbagai komunitas-komunitas yang menjadi tempat bagi para blogger untuk saling berkolaborasi satu sama lain. Karena Revolusi Industri 4.0 membuat para pebisnis maupun blogger berpikir bahwa lebih baik berkolaborasi dalam pasar yang sama, daripada berkompetisi yang akhirnya akan menghancurkan salah satu pihak bahkan keduanya.
Nah, komunitas-komunitas yang dibentuk para blogger ini merupakan wadah dari berbagai unek-unek dan aspirasi untuk berbagi inspirasi. Diharapkan dari berbagai komunitas yang bermunculan ini, dapat menjadi rumah bagi para blogger dengan berbagai macam latar belakang, yang tentunya tiap blogger tidak sama. Seperti: Bolang (Blogger Kompasiana Malang), Malang Citizen, Emak Blogger, Bloger Ngalam, dan Blogger Kekinian. Kelima komunitas blog itu merupakan secuil dari berbagai komunitas yang ada di Indonesia dan belum termasuk komunitas yang baru akan muncul setelahnya.

Lalu apakah kegiatan komunitas blogger hanya melalui media online? Tidak. Seperti beberapa waktu lalu (Minggu, 28/10/2018) yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, para blogger dari berbagai komunitas pun hadir dalam kegiatan yang bertajuk, Blogger Malang Bersatu dan Bersinergi sebagai peringatan Hari Blogger Nasional yang ditetapkan pada 27 Oktober. Bertempat di Seven Chicken Co-Working di Jalan Soekarno Hatta Blok 32, kegiatan berlangsung seru dan menarik dengan kehadiran para ketua komunitas blogger di Malang dan blogger aktif. Kegiatan ini didukung pula oleh Smartfren Community Malang dan Blogger Crony, yang memberikan hadiah bagi blogger yang hadir dan beruntung pada hari itu.
Kegiatan semacam ini akan lebih memacu semangat para blogger untuk terus berkarya dan membuat para pebisnis tertarik untuk mempercayakan ulasan terhadap produknya kepada para blogger. Sehingga kebutuhan para pebisnis untuk meningkatkan jumlah konsumen dengan ulasan tersebut dapat terpenuhi, dan blogger mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan menulisnya serta memperoleh keuntungan baik secara materiil ataupun moril. Sehingga simbiosis mutualisme, blogger sebagai penunjang kelangsungan bisnis dan ranah pencarian informasi terhadap produk kompetitor bagi kepentingan manajemen dapat berjalan baik, vice verca.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pemateri, Endrita Agung, yang merupakan ketua komunitas Malang Citizen, “cara berpikir Revolusi Industri 4.0 yang menekankan pada internet of think dan perusahaan akan lebih memilih untuk pengoptimalan branding terlebih dulu daripada pementingan selling.”_fin_

12 COMMENTS

  1. Asyik ya, kumpul2 para Blogger di sana.
    sayangnya disini blogger2 belum keliatan, sehingga mencari komunitas blogger utk sekedar nongkrong dan ngopi pun susah.
    Jadi ya terpaksa memanfaatkan yang online saja, Teman Blogger salah satunya. hhe

  2. Sebagai seorang blogger. Saya juga merasa senang apabila blogger semakin diminati oleh masyarakat mulai dari kalangan pelajar hingga ibu rumah tangga. Apa lagi kalo semua warga dusun punya blog semua kayak di kampung blogger 😀

  3. Lebih mengkhawatirkan itu ekses dari revolusi industri manusia tergantikan oleh robot.. misalnya sudah terjadi di Jepang, karena serba teknologi canggih, Waiters saja tergantikan oleh robot.. kasir tergantikan vending machine.. dll..

  4. Revolusi industri memang sudah terbukti telah menjamah ke berbagai macam sektor dalam kehidupan bermasyarakat…. Dan sekarang memang zamannya internetisasi…. Semoga saja kita sebagai blogger bisa ikut memanfaatkan moment ini sebaik mungkin…

  5. Banyak juga ya komunitas Blogger?!?
    Namun,sayang. Tidak semua orang memandang kerjaan sebagai blogger. Masih Teranggap sebelah mata di kalangan masyarakat pada umumnya.
    Nice artikel.
    Semoga ke depannya banyak yang terjun sebagai blogger 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here