Aurora, Fenomena Alam Memukau yang Berbahaya

2

Oleh Finaira Kara


Di Bumi yang semakin tua ini, dunia tak akan luput dari beragam fenomena. Terlepas dari fenomena buatan atau fenomena alam, semua jejak juga lebih cepat diketahui dan tersebar. Nah, beragam fenomena itu baik fenomena yang memukau seperti pelangi, fenomena yang mengerikan seperti hujan darah. Atau fenomena-fenomena aneh lain yang menjadi misteri hingga sejauh ini. Atau bahkan fenomena alam yang memukau, tetapi mengerikan seperti aurora. Semua memiliki sejarah terjadinya masing-masing, bahkan cerita mitos yang berkaitan dengan kemunculannya, juga penjelasan secara ilmiah oleh para peneliti.

Aurora sendiri merupakan salah satu fenomena alam terindah di Bumi, siapa yang tidak tahu tentang aurora? Garis-garis cahaya penuh warna-warna di langit gelap yang hanya bisa ditemui di beberapa negara dan beberapa daerah saja. Secara ilmiah, aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet. Hal itu disebabkan adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut, dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

Menurut penelitian, aurora terdapat dua jenis yakni Borealis dan Australis. Di mana uniknya adalah aurora dapat berpindah tempat ke sisi lebih selatan. Dan tidak hanya itu, Aurora sendiri tidak hanya memancarkan cahaya, tetapi juga suara. Dengan volume yang cukup rendah, dan suara yang beragam, juga ketidakpastian tentang kemunculannya, membuat aurora sering dikaitkan dengan aura mistis. Namun, setelah diteliti, suara tersebut dihasilkan ketika angin matahari yang menghantam Bumi.

Mengutip dari Well and Good, tempat dengan garis lintang magnetik di atas 55 derajat adalah tempat bagus untuk melihat aurora. Selain itu, menurut National Geographic, terdapat tujuh tempat terbaik untuk menyaksikan aurora, yakni: Islandia, Greenland, Fairbanks, Yellowknife Kanada, Swedia, Norwegia, dan Skotlandia. Di mana tiap daerah, waktu kemunculan aurora berbeda-beda.

Baca juga: Anomali Cinta by Finaira – Prolog

Munculnya aurora sering dikaitkan dengan wabah penyakit dan peperangan, karena pada masa itu fenomena yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak selalu ada dianggap sebagai pertanda dari alam mengenai bencana terkait sebuah negara atau kota. Selain itu, di setiap negara, aurora memiliki sebutannya masing-masing, seperti di North Country, Inggris, aurora dikenal dengan lembing terbakar. Sebelum Revolusi Perancis meletus, sebuah aurora muncul di Skotlandia yang bersamaan dengan kematian James Ratcliffe—yang dikenal dengan Lord Derwenwanter. Sejak saat itu, aurora dikenal dengan nama Cahaya Lord Derwenwanter.

Sebenarnya, menurut sains, aurora tercipta di udara disebabkan oleh atom dan molekul yang bertumbukan dengan partikel bermuatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari matahari. Bagian pentingnya adalah angin matahari, angin ini menggerakkan sejumlah besar listrik dari atsmosfer yang bertabrakan dengan gas yang membuat aurora bergerak.

Baca juga: Cerpen – Bagong

Sebab pengaruh proton yang bertumbukan dengan atom di atsmosfer itu pula, akan menjadikan aurora berbahaya. Hal tersebut mengakibatkan gangguan dalam signal penerimaan radio, televisi, dan telegraf. Gangguan tersebut bisa saja berdampak kecil, tetapi ada pula yang mengakibatkan dampak besar dan mengganggu jalannya komunikasi di sebuah negara. Gangguan aurora terkuat yang menakjubkan pada telegraf sendiri pernah terjadi di Amerika Serikat pada bulan September tahun 1851.

Dari peristiwa tersebut, bisa disimpulkan bahwa segala sesuatu yang memukau di dunia ini tidak selalu tetap bermanfaat. Begitu pun sebaliknya. Namun, di balik itu semua pasti ada maksud tertentu dari Sang Pencipta. Hanya bagaimana manusia menanggapi keberadaan fenomena tersebut.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here