8 Cara Pertahankan Bisnis UMKM, Kelola Keuangan Bersama Qasir

9

Sektor UMKM di Indonesia merupakan penyerap tenaga kerja terbesar, dibandingkan dengan sektor perekonomian yang lainnya. Yakni sebesar 90%, yang juga menjadi penyumbang PDB Indonesia sebanyak 60%. Hal ini merupakan sebuah angka yang besar dan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Terlebih lagi, UMKM merupakan bisnis yang mengandalkan cashflow sendiri, sehingga bisa menopang perekonomian negara, bahkan pada saat krisis sekali pun.

Sesuai dengan perannya yang besar bagi perekonomian Indonesia, UMKM haruslah dapat dipertahankan dengan baik. Dalam sesi workshop “Entrepreneur Talks: Financial Planning for UMKM” bersama Hana Gemintang di Ngalup CoWorking Space, Selasa (30/7/2019), Mbak Indah selaku praktisi keuangan memberikan beberapa tips untuk mempertahankan bisnis UMKM. Mulai dari sisi brand, segmentasi, modal, dan sumber daya manusia.

Baca juga: Kemiskinan di Indonesia, dan Cara Mengatasinya

  • Branding, sebagai pelaku usaha yang memiliki nama di masyarakat, akan memiliki hasil yang berbeda dengan pelaku usaha yang masih mencoba membangun namanya dari tidak ada menjadi ada. Padahal, hal terbaik adalah membesarkan namanya. Seorang pengusaha yang memiliki branding yang baik, akan berada pada posisi tinggi dalam bargaining power. Orang-orang cenderung berpikir, namanya sudah besar, wajar kalau harganya segitu.
  • Segmentasi, seorang pengusaha haruslah konsisten dan mengerti mengenai seluk beluk bisnis yang sedang ditekuninya juga pasar yang ingin dimasukinya. Terkait dengan tren-tren terbaru yang kemungkinan berdampak pada produknya, harga terbaru, selera konsumen dalam pasarnya, dan hal lain sebagainya. Hal ini haruslah diketahui lebih dalam, sehingga pelaku UMKM dapat memperhitungkan segalanya terkait perencanaan ke depannya.
  • Hindari kredit mahal, hal ini penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan risiko gagal bayar. Bukannya untung, malah buntung. Jika memang membutuhkan modal yang besar, dan sudah diperhitungkan secara rinci mengenai setiap kebutuhan dan keuntungan di masa mendatang yang akan dihasilkan, tidak masalah. Namun, hindari kredit yang memiliki nilai pokok mahal dan berbunga tinggi.
  • Urus legalitas, meski kebanyakan UMKM itu tidak terdaftar secara resmi di pemerintah. Juga tanpa SIUP dan TDP. Namun, sebenarnya untuk melegalkan usaha justru merupakan syarat agar dapat membantu untuk mendapatkan modal dari pemerintah. Tidak hanya modal berupa uang, tetapi juga pembinaan agar usaha yang dirintis tersebut dapat menghasilkan keuntungan dan bertahan. Contohnya, dana hibah UMKM, atau pinjaman dari KPPR, dan lain sebagainya.
  • Pisahkan dana pribadi dan dana bisnis, hal ini merupakan kelalaian yang keseringanbahkan hampir selalu terjadi di setiap UMKM. Padahal, berawal dari hal ini, keuangan bisnis menjadi tidak terstruktur dengan baik. Jadi, ketika terjadi kejanggalan dalam keuangan bisnis, tidak dapat diidentifikasi dengan detail dan penyelesaiannya pun pasti terhambat. Bisnis terlihat terus berjalan, tetapi selang beberapa waktu akan semakin terpuruk dan bisa saja mati.

“Kayaknya jalan, lama-lama jadi efek katak rebus. Tahu-tahu mati.”

Baca juga: Pasar Uang dan Pasar Modal

  • Negosiasi, dalam mencari bahan tentu saja para pelaku UMKM haruslah mencari penawaran terbaik. Di mana dengan mempertimbangkan kebutuhan dan harga terbaik yang sesuai dengan syarat dan ketentuan pembelian. Dengan memilih vendor yang dapat diajak bekerjasama, hal ini dapat membuat keuntungan pada dua belah pihak.
  • Pantau dan evaluasi, sebagai pengusaha haruslah bijaksana dalam menjaga biaya dan pengeluaran. Pastikan agar arus kas tetap berjalan dan terjaga dalam kondisi apa pun. Dalam hal itu, diperlukan pula membuat perencanaan terkait arus keuangan yang lebih realistis. Keberadaan laporan arus kas ini juga pastinya akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan permasalahan keuangan secara medetail, juga mengetahui keuntungan dari usaha.
  • Laporan keuangan, karena membangun usaha bukanlah perkara mudah, dan banyak hal yang harus diperhatikan. Namun, kebanyakan dari para pengusana UMKM itu melupakan bahwa salah satu hal terpenting adalah manajemen keuangan. Terkait dengan poin sebelumnya, dari keberadaan laporan keuangan tentu saja dapat membantu mengidentifikasi permasalahan di masa depan secara mendetail, bahkan membuat perencanaan di periode selanjutnya secara lebih baik lagi.

Namun, dalam prosesnya tentu saja akan dipastikan menghabiskan banyak waktu dan pekerjaannya yang membutuhkan konsentrasi juga ketelitian. Di perusahaan-perusahaan besar, tentu saja mereka dapat mempekerjakan ahli akuntansi dalam membuat laporan keuangannya. Namun, bagi bisnis UMKM, meski hal ini adalah hal penting, tetapi tidak harus mempekerjakan profesional dalam akuntansi. Karena aplikasi Qasir dapat menjadi jawabannya.

Baca juga: Aplikasi Berbasis Smartphone untuk Berkreasi Video

Aplikasi Qasir, merupakan sistem dagang daring yang ditujukan untuk membantu UMKM mengelola bisnisnya dengan menyediakan pencatatan dan laporan terkait kondisi bisnisnya secara detail dan terstruktur. Tidak perlu khawatir, karena Qasir sudah didesain dengan beragam fitur menarik, tetapi juga mudah digunakan oleh siapa saja, dan juga tanpa mengeluarkan biaya. Alias gratis.

Dalam workshop yang sama, tidak hanya menghadirkan Mbak Indah, tetapi juga Kak Rachmat Anggara selaku Co-Founder dan CMO dari Qasir yang juga hadir dalam sesi pengenalannya terkait aplikasi tersebut. Menurut penuturannya, Qasir mulai fokus dikembangkan pada tahun 2015, bersama dengan Founder-nya yakni Kak Novan dan dua orang tim development. Kemudian, sekarang menjadi sejumlah 150 orang dalam tim, yang turut mengembangkan Qasir. Di mana Qasir diciptakan dengan tujuan membantu pemberdayaan UMKM di Indonesia agar dapat berkembang.

Aplikasi Qasir sendiri, telah diluncurkan dan dapat diunduh secara gratis di Playstore sejak September 2016. Hingga kini, aplikasi Qasir telah digunakan sebanyak 52.000 pengguna di seluruh Indonesia, di Malang sendiri sebanyak 1.165 UMKM telah teregristrasi.

Dengan beragam fitur yang ditawarkan, seperti berikut:

1.) Pencatatan transaksi saat pelanggan berbelanja baik dalam keadaan online atau offline dengan sinkronisasi data secara otomatis,

2.) Mengelola pegawai yang dapat mengakses beberapa fitur Qasir,

3.) Memberikan laporan keuangan yang lengkap dan detail,

4.) Mengelola produk dan pengawasan terhadap jumlah stok,

5.) Mengelola toko yang memiliki lebih dari satu cabang,

6.) Memesan barang untuk persediaan, dengan ongkos kirim gratis dan harga dari agen termurah,

7.) Menambahkan perhitungan pajak dalam produk atau transaksi,

8.) Fitur transaksi telah dilengkapi dengan pembayaran melalui DANA: Dompet Digital Indonesia.

“Mau berdagang, malah bergadang. Mau cek stok, malah check up. Nah, biar bisa Dagang Nyengir, Pake Qasir,” ujar Kak Rachmat Anggara, yang kerap disapa Angga, untuk mengakhiri sesi pengenalannya terkait aplikasi Qasir ini.

9 COMMENTS

  1. Banyak kemudahan bagi UMKM, ya. Namun perlu dicermati, mata uang di era digital itu adalah data. Pakai aplikasi Qasir atau sejenis ini artinya data masuk ke server pemilik aplikasi. Data dapat diolah sedemikian rupa untuk berbagai kebutuhan. Pemakai harus menyadari hal ini terlebih dahulu, apakah rela data-data transaksinya dipakai si pemilik aplikasi?

  2. aplikasi kasir ini memang sudah banyak digunakan di beberapa pemilik usaha UMKM, karena seiring dengan berkembangnya teknologi kemudian membuat semuanya sudah bergerak dengan sistem digital.

  3. Pengen nyobak aplikasi Qasir neh… Kebetulan saya jualan buku. Uang bisnis dan uang peribadi jadi satu.

    Pengen nyobak memenej lagi keuangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here